UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
TAHUN AJARAN 2017-2018
STAI AL-MUSADDADIYAH GARUT
Nama
Mata Kuliah
Prodi
Dosen
Mata Kuliah
Semester/Kelas
Sifat
Ujian
Hari/waktu
|
:
:
:
:
:
:
|
Fiqh Ibadah
Hukum Ekonomi
Syariah (Muamalah)
Enceng Iip
Syaripudin, S.Ag, M.A.
I (Satu)/B
Closed Book
Selasa/ 17
November 2017
|
1.
Bagaimana tata cara tayamum menurut
madzhab Syafi’i dan Hanbali? Jelaskan!
2.
Bagaimana tata cara Shalat yang dicontohklan Nabi? Terangkan!
3.
Islam merupakan agama yang
mencintai kesucian dan kebersihan. Dalam Al-Qur'an dan hadits banyak sekali
bertebaran anjuran serta pujian terhadap kesucian dan kebersihan.
a. Sebutkan minimal 3 dalil (dari al-Qur’an 2, dan Hadist 1) tentang Kesucian dan Kebersihan.
b. Sertakan Arti (Ayat dan Hadist) serta argumentasi Anda memillih dalil terkait dengan nilai urgent Kebersihan dan kesucian dalam Islam.
a. Sebutkan minimal 3 dalil (dari al-Qur’an 2, dan Hadist 1) tentang Kesucian dan Kebersihan.
b. Sertakan Arti (Ayat dan Hadist) serta argumentasi Anda memillih dalil terkait dengan nilai urgent Kebersihan dan kesucian dalam Islam.
******Selamat Bekerja******
Catatan:
1. Jawaban ditulis dikotak komen
2. Jawaban ditulis secara berurutan
3. Waktu 90 menit
4. Jawaban yang mencantumkan buku referensi akan mendapatkan nisbah 30%
5. Jawaban yang sama dengan teman saudara, tidak akan mendapatkan nilai kedua-duanya
Nama:Mila Permatasari
BalasHapusProdi: Muammalah B
Mata kuliah:Fikih Ibadah
Dosen:Enceng iip syarifudin S.Ag MA
jabawan!
1) tata cara tayamum menurut madzhab syafi'i:1 niat, mengambil tanah 2 menekankan kedua tangan ke tanah 2 kali, 3 usapkan ke wajah 2 kali,4 tekankan kembali ke tanah, 5 usapkan ke kedua tangan kanan kiri, 6 tartib
menurut imam madzhab hambali sama seperti madzhab syafi'i hanya tidak ada tartib
2)Shalat menurut Nabi Muhammad
1 menyempurnakan wudhu orang yang mau melaksanakan shalat harus wudhu terlebi dahulu
2 memghadap kiblat, 3 takbiratul ihram, 4 mengangkat kedua tangan disaat bertakbir hingga sejajar dengan pundak,5 meletakan kedua tangan diatas dada,6 disunnah membaca doa iftitah,7 membaca surat al Fatihah,8 kemudian memebaca ayat ayat Al Quran atau Zuzama,9 Ruku sambil bertakbir dan mengangkan kedua tangan hingga sejajar,10 mengangkat kepala dari ruku,11 Sujud
3)
:(a) نَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, "Wahai Abu Hurairah, potonglah kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad).
الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ
“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834)
(b) karena tentang dalil itu sangatlah benar dan nyata dalam kehidupan sehari hari dan gampang diingat oleh semua kalangan dan dari dalil tersebut juga sering kali diucapkan oleh semua orang.
Nama:Mila Permatasari
BalasHapusProdi: Muammalah B
Mata kuliah:Fikih Ibadah
Dosen:Enceng iip syarifudin S.Ag MA
jabawan!
1) tata cara tayamum menurut madzhab syafi'i:1 niat, mengambil tanah 2 menekankan kedua tangan ke tanah 2 kali, 3 usapkan ke wajah 2 kali,4 tekankan kembali ke tanah, 5 usapkan ke kedua tangan kanan kiri, 6 tartib
menurut imam madzhab hambali sama seperti madzhab syafi'i hanya tidak ada tartib
2)Shalat menurut Nabi Muhammad
1 menyempurnakan wudhu orang yang mau melaksanakan shalat harus wudhu terlebi dahulu
2 memghadap kiblat, 3 takbiratul ihram, 4 mengangkat kedua tangan disaat bertakbir hingga sejajar dengan pundak,5 meletakan kedua tangan diatas dada,6 disunnah membaca doa iftitah,7 membaca surat al Fatihah,8 kemudian memebaca ayat ayat Al Quran atau Zuzama,9 Ruku sambil bertakbir dan mengangkan kedua tangan hingga sejajar,10 mengangkat kepala dari ruku,11 Sujud
3)
نَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan hadast
Wahai Abu Hurairah, potonglah kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad).
الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ
“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834)
(b) menurut ayat Al-Quran diatas itu memang benar dan sangat digunakan di kehidupan setiap hari dan sangat kuat dalam menjelaskan dalam kebersihan hadia pun sama seperti itu
Nama : Listya Anggraeni
BalasHapusProdi : Muamalah B
Dosen : Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
1. Tata cara tayamum.
A. Menurut imam syafi'i :
Imam syafi'i berpendapat bahwa tahapan tayamum dilakukan dengan cara berikut :
1. Niat ( melafadzkan niat tayamum)
نويت التيمّم لإستباحة الصلاة المفروضة لله تعالى
Artinya: "Saya niat tayamum supaya diperbolehkan melakukan shalat, karena Allah SWT ".
2. Mengusap wajah 2 kali (menempelkan tangan kedalam debu kemudian di tepukan setelah itu usapkan ke wajah )
3. Mengusapkan kedua tangan sampai siku 2 kali (menempelkan tangan kepada debu kemudian mengusapkan tangan tangan sampai siku?)
4. Tertib ( sesuai urutan apa saja yang harus didahulukan pada saat tayamum)
Imam hambali :
1. Niat
Hambali menyatakan kalau tayamum boleh diniati rof'ul hadats (menghilangkan hadats), karena tayamum merupakan pengganti wudlu dan memiliki konsekwensi hukum yang sama dengan wudlu, yaitu dapat menghilangkan hadats dan satu tayamum dapat digunakan untuk melakkan beberapa shalat fardlu)
2. Mengusap wajah 2 kali( menempelkan tangan pada debu kemudian ditepukan dan diusapkan pada wajah sebnyak dua kali)
3. Mengusap tangan sebanyak 2 kali ( menempelkan tangan pada debu kemudian ditepukan dan diusapkan pada tangan, namun dari tangan sampai ke pergelangan tangan. Namun disunahkan juga sampai pada siku)
.
Nama : Listya Anggraeni
BalasHapusProdi : Muamalah B
Dosen : Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
2. tuntunan tata cara sifat shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW;
1. Menyempurnakan wudlu
Seseorang yang yang hendak melakukan shalat hendaknya berwudlu
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melakukan shalat, maka cucilah muka kalian, kedua tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian, dan (cucilah) kedua kaki kalian hingga kedua mata kaki…” (Al-Ma’idah: 6).
dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Tidak diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah dari penipuan.” (HR. Muslim ).
Dan sabdanya kepada orang yang tidak betul shalatnya:
“Apabila kamu hendak melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudhu”.
2. Menghadap ke kiblat:
Shalat harus menghadap kiblat sebab tidak sah shalat seseorang jika tidak menghadap kiblat kecuali dalam kondisi tertentu yang telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih.
3. Takbiratul ihram
Yaitu dengan mengangkat ke-dua tangan hingga sejajar dengan pundak sambil mengucap Allahu Akbar lalu mengarahkan pandangan ke tempat sujud.
4. Mengangkat kedua tangan di saat bertak-bir hingga sejajar dengan kedua pundak
atau sejajar dengan kedua telinganya.
5. Meletakkan kedua tangan di atas dada-nya,
Yaitu dengan meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri, atau pada pergelangan tangan kiri, atau pada lengan tangan kiri,
6. Disunnahkan membaca do’a iftiftah:
7. Membaca Surat Al-Fatihah
8. Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik surat-surat pendek Juz amma maupun surat-surat panjang, dan diutamakan bacaan dalam shalat Zhuhur, Ashar dan Isya’ dari surat-surat yang agak panjang, dan pada shalat Shubuh surat-surat yang panjang, sedangkan pada shalat Maghrib surat-surat pendek
9. Ruku` sambil bertakbir dan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pun-dak atau kedua telinga, dengan menjadikan kepala sejajar dengan punggung dan meletakkan kedua tangan pada kedua lutut dengan jari-jari terbuka sambil thuma’ninah di saat ruku`
10. Mengangkat kepala dari ruku’,
sambil mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak atau kedua telinga baik sebagai imam atau shalat sendirian.
11. Sujud sambil bertakbir dengan meletak-kan kedua lutut sebelum kedua tangan, jika hal tersebut memungkinkan. Dan jika tidak, maka men-dahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut, sambil menghadapkan jari-jari kedua telapak kaki dan jari jari kedua telapak tangan ke qiblat, dengan posisi jari-jari telapak tangan rapat. Dan sujud di atas tujuh anggota tubuh, yaitu dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari kedua telapak kaki
Hendaknya (diwaktu sujud) ia memohon kepa-da Tuhannya kebaikan dunia dan akhirat untuk dirinya dan untuk orang lain dari kaum muslimin, baik itu dalam shalat wajib maupun dalam shalat sunnah. Dan (diwaktu sujud) hendaknya mereng-gangkan kedua lengan tangan dari kedua lambung dan perut dari kedua pahanya sambil mengangkat kedua hasta/lengah tangannya dari tanah, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
12. Mengangkat kepala sambil bertakbir,
bertumpu pada kaki kiri dan mendudukinya, sedang-kan kaki kanan ditegakkan, meletakkan kedua tangan di atas ujung kedua paha dan kedua lutut
.
Nama : Listya Anggraeni
BalasHapusProdi : Muamalah B
Dosen : Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
Hendaknya thuma’ninah (berhenti sebentar) di waktu duduk, hingga setiap persendian benar-benar berada pada posisinya, sebagaimana di saat ia berdiri i`tidal sebelum ruku`, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanjangkan (waktu) i`tidalnya sesudah ruku` dan ketika duduk di antara dua sujud.
13. Sujud yang kedua sambil bertakbir,
dalam melakukannya sebagaimana ia melakukan pada sujud pertama.
14. Mengangkat kepala (bangun) sambil bertakbir,
dan duduk sejenak seperti duduk antara dua sujud. Ini disebut duduk istirahat, hukumnya sunnah menurut pendapat yang lebih kuat dari dua pendapat para ulama, dan jika ditinggalkan maka tidak apa-apa. Dan pada duduk ini tidak ada bacaan atau pun do’a.
Lalu bangkit dan berdiri untuk melakukan raka`at yang kedua dengan bersanggah pada kedua lutut jika memungkinkan, dan jika tidak memung-kinkan, maka bersanggah kepada kedua tangan di atas lantai, kemudian membaca Al-Fatihah dan sete-rusnya seperti apa yang dilakukan pada raka`at yang pertama. Tidak boleh bagi seorang ma’mum menda-hului imam, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang umatnya dari tindakan seperti itu, demikian juga dibenci memba-rengi imam. Sunnahnya bagi ma`mum, gerakan-gerakannya harus sesudah gerakan-gerakan imam-nya dengan tidak berbarengan, dan harus setelah terhentinya suara imam, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
15. Jika shalat itu adalah shalat dua raka`at, seperti shalat Subuh, shalat Jum`at dan shalat `Id, maka duduk iftirasy setelah bangkit dari sujud kedua, yaitu dengan menegakkan kaki kanan, dan bertumpu pada kaki kiri, tangan kanan diletakkan di atas paha kanan dengan menggenggam semua jari kecuali jari telujuk untuk berisyarat kepada tauhid di saat meng-ingat Allah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berdo’a. Jika jari manis dan jari kelingking tangan kanan digenggamkan, sedangkan ibu jari dibentuk lingkaran dengan jari tengah dan berisyarat dengan jari telunjuk, maka hal tersebut sangat baik sekali, karena kedua cara tersebut ada di dalam hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan afdhalnya melakukan cara yang pertama pada suatu saat dan cara yang kedua pada saat yang lain. Sedangkan tangan kiri diletakkan di atas (ujung) paha kiri dan lutut;
16. Jika shalat yang dikerjakan adalah tiga raka`at, seperti shalat Maghrib, atau empat raka`at, seperti shalat Zhuhur, `Ashar dan Isya’, maka hendak-nya ia membaca tasyahhud tersebut di atas dengan membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian bangkit dengan bersanggah kepada kedua lututnya, sambil mengangkat kedua tangan sampai sejajar dengan kedua pundak dan membaca Allahu Akbar, lalu meletakkan kedua tangan di dada kemudian membaca Al-Fatihah saja.
Jika ia membaca surah atau ayat pada raka`at ketiga dan keempat dalam shalat dzuhur sesudah al-Fatihah pada saat-saat tertentu, maka tidak apa-apa.
Dan jika tidak membaca shalawat pada tasyah-hud pertama, maka tidak apa-apa, karena hukumnya sunnah, tidak wajib dalam tasyahhud awal. Kemudian membaca tasyahhud setelah raka`at ketiga pada shalat Maghrib, dan setelah raka`at keempat dari shalat Zhuhur, Ashar dan Isya’, berikut dengan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , dan memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara yang disebutkan di atas (adzab Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehi-dupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah Dajjal), lalu perbanyak berdo`a.
Sebagaimana telah disebutkan di atas dalam shalat yang dua raka`at, hanya saja posisi duduk saat ini adalah duduk tawarruk, yaitu duduk dengan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan dan kemudian mendudukkan pantat di atas tanah, sedangkan kaki kanan tegak
Nama : Listya Anggraeni
BalasHapusProdi : Muamalah B
Dosen : Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
3. A. Dalil alquran dan hadist tentang kebersihan dan kesucian.
Qs. Al baqarah 222, Qs. Al muddasir ayat 4-5. Hr. Muslim
B. Firman Allah swt.:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
Dari ayat diatas jelas diterangkan bagaimana cara memsucikan atau pun membersihkan.
Hadist
الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ
“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834)
Hadits ini memiliki perbedaan makna dengan, “Kebersihan sebagian dari iman.” Seorang manusia bisa bersih dengan mandi, menggunakan pakaian baru, dan lain-lain. Namun itu semua hanya bersih, bukan suci. Oleh karena itu kebersihan bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk orang kafir. Sedangkan kesucian, hanyalah milik muslim, karena mereka melakukan tharah (bersuci, seperti wudhu, mandi wajib, dan tayammum) oleh karena itu wajar jika kesucian adalah bagian dari iman. Sedangkan, kebersihan belum tentu bagian dari iman, karena orang kafir juga bisa bersih-bersih
1 . Syafii
BalasHapus-tidak boleh bertayamum kalo waktu itu ada air
-memahaminya adalah tanah dan pasir itu syafii mewajibkan tayamum dengan benda tersebut kal keduanya bersebu tetafi kalo bertayamun oleh batu tidak boleh
Hanapi
-Membedakan orang yang musafir dan bukan orang musafir
-memahami arti shaid itu dari tanah saja dari itu tidak boleh bertayamum oleh pasir dan batu
2 . Tata cara solat menurut nabi
1 - Wajib bagi seorang muslim jika akan melaksanakan shalat hendaknya dalam keadaan thahir (suci) dari hadats besar (junub, haidh atau nifas) dan hadats kecil (keluar sesuatu dari lubang kubul atau dubur)
2- Disyari'atkan bagi orang yang shalat mengambil sutrah (pembatas) shalat dan diletakkan dihadapannya jika sebagai imam atau munfarid (shalat sendiri).
3- Jika shalat sebagai imam hendaknya (sebelum takbiratul ihram) menoleh ke kanan seraya mengatakan: "istawuu (luruskan)" dan ke kiri seraya mengatakan: "istawuu (luruskan)".
4- Kemudian menghadap kiblat dengan suluruh tubuhnya sambil meniatkan shalat yang akan dikerjakannya di dalam hatinya dengan tidak melafalkan niatnya, seperti mengatakan: "Ushalli lillah… (aku berniat shalat…)", karena melafalkan niat termasuk bid'ah (hal yang diada-adakan).
5- Kemudian bertakbir takbiratul ihram seraya mengucapkan: اللهُ أَكْبَرُ
[Allahu Akbar]
Artinya:
"Allah Maha Besar".
6- Kemudian jika shalat berjamaah bersama imam, makmum yang dibelakangnya juga mengucapkan "allahu akbar"
7- Kemudian diam sebentar untuk membaca istiftah (bacaan pembuka). Diantara riwayat bacaan istiftah
8- Kemudian berta'awudz (meminta perlindungan) kepada Allah I dari syaithan yang terkutuk
9- kemudian membaca basmalah
10- Kemudian membaca surat al-Faatihah
11- Setelah selesai membaca al-Faatihah Nabi r menjaharkan (mengeraskan) bacaan "amin"
12- Kemudian diam sejenak setelah selesai membaca al-Fatihah, tidak berlama-lama dalam diam.
13- Kemudian membaca apa yang mudah dari al-Qur'an seusai membaca al-Fatihah. Terkadang Nabi r membaca satu surat penuh pada setiap rakaatnya, dan ini sering. Terkadang membaca satu surat pada dua rakaat dan terkadang membaca sebagian surat. Nabi r senantiasa berhenti pada setiap ayat yang dibacanya dan tidak menyambung bacaannya dengan ayat berikutnya.
14- Nabi r mengeraskan bacaannya pada shalat fajar (subuh), dua rakaat pertama shalat maghrib dan dua rakaat shalat isya. Adapun shalat dzuhur serta ashar beliau membacanya dengan sirri (pelan).
15- Setelah selesai dari membaca al-Qur'an diam sejenak sekadar menenangkan diri sebelum rukuk.
16- Kemudian rukuk seraya bertakbir mengangkat kedua tangannya setentang bahu atau daun telinganya. Makmum dibelakangnya mengikuti dengan takbir dan ruku seraya mengangkat tangan
3 .
- إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
-الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ
“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu
عن سعد ابن ابي وقص عن ابيه ان نبي ص م. ان الله طيب يحب طيب نظيف يحب النظافة کريم يحب الکرم جواد يحب الجود فنظفواافنيتکم
BalasHapusDiriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”
Nama : Fierda Febrianti Sidiq
BalasHapusProdi : Muamalah B
Dosen : Enceng Iip Syaripudin S.Ag.MA
1. Tata cara tayamum menurut imam syafii dan hambali
dasarnya inti dari tayamum adalah mengusap wajah dan tangan, akan tetapi dalam menentukan syarat rukunya para imam madzhab berbeda pendapat. Seperti yang dikemukakan imam-imam berikut ini :
Malikiyah : rukun tayamum menurut mereka ada empat :
1. Niat.
2. Menepakan tangan yang pertama.
3. Meratakan wajah dan kedua tangan dengan debu.
4. Muwalat.
Hanabilah : mereka berpendapat bahwa rukun tayamum adalah :
1. Mengusap mengusap seluruh bagian wajah selain yang ada di dalam mulut dan di dalam telinga, dan selain di bawah rambut (jenggot) yang tipis.
2. Mengusap kedua tangan hingga di kedua pergelangan.
3. Tertib.
4. Muwalat untuk tayamum yang disebabkan karena hadats kecil.
Syafi’iyah : mereka berpendapat bahwa tayamum itu ada tujuh yaitu :
1. Niat
2. Mengusap wajah
3. Mengusap kedua tangan sampai kedua siku
4. Tertib
5. Memindahkan debu pada anggota tubuh
6. Tanah yang mensucikan dan berdebu
7. Sengaja memindahkan debu tersebut pada anggota tayamum
Hanafiah : mereka berpendapat rukun tayamum itu ada dua yaitu :
1. Mengusap
2. Dua kali menepak pada debu
Niat dan ini didalam tayamum mempunyai cara khusus yang dapat dirinci menurut pendapat berbagai madzhab.
Hanafiyah dan Hanabilah
mereka berkata bahwa niat merupakan syarat didalam tayamum bukan sebagai rukun.
Malikiyah :
jikaiaberniatuntukmenghilangkanhadatssaja, maka tayamum itu batal, karena tayamum-menurutmereka- tidak dapat menghilangkan hadats.
Hanafiyah :
Mereka berkata bahwa niat tayamum yang sah digunakan untuk shalat itu disyaratkan hendaknya orang tersebut berniat dengan salah satu dari tiga hal berikut :
1. Berniat untuk bersuci dari hadats yang ia lakukan.
2. Berniat agar diperbolehkannya shalat.
3. Berniat untuk melakukan suatu ibadah maqshudah (ibadah yang sengajadiperintahkan)
Syafi’iyah :
Berpendapat bahwa seorang yang bertayamum wajib berniat agar boleh melaksanakan shalat dan yang semacamnya.
Imam Syafi’i merinci tentang niat tayamum sebagaiberikut :
Apabila berniat untuk melakukan ibadah fardhu, maka tayamum tersebut juga bisa untuk ibadah nafilah dan sunah.
Apabila berniat untuk melakukan ibadah nafilah, maka tayamum tersebut tidak bias digunakan untuk ibadah fardhu.
2. Tata cara solat menurut Nabi
BalasHapusshalat rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang dikutip dari buku Sifat Shalat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam”, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dan dari berbagai sumber lainnya yang tentu saja berlandaskan dari Al-Qur'an dan Sunnah. Niat
Dalilnya (dasarnya):
“Setiap amal bergantung dengan niatnya.”Akan tetapi, seringkali kita jumpai orang yang berniat dengan mengucapkannya dengan lisan, padahal ini tidaklah dibenarkan (oleh syari’), bahkan hal tersebut merupakan perbuatan bidah karena tidak ada dasarnya baik dari Al-qur'an maupun Hadits.
b. Berwudhu
Dalilnya (dasarnya):
- “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melakukan shalat, maka cucilah muka kalian, kedua tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian, dan (cucilah) kedua kaki kalian hingga kedua mata kaki…” (Al-Ma’idah: 6).
- “Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhu’mu, kemudian menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah.”Menghadap Kiblat
Dalilnya (dasarnya):
“Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhu’mu, kemudian menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah.Merapatkan shaf apabila berjamaah
Dalilnya (dasarnya):
- Sahabat yang mulia yang bernama Anas bin Malik -radhiallahu Ta’ala ‘anhu- yang menerangkan tata cara dan kaifiyah meluruskan dan merapatkan shaf di zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Anas bin Malik berkata:
“Dulu, salah seorang di antara kami menempelkan bahunya dengan bahu teman di sampingnya serta kakinya dengan kaki temannya. Andaikan engkau lakukan hal itu pada hari ini, niscaya engkau akan melihat mereka seperti bagal yang liar”.Menggunakan Pembatas (Sutrah)
Dalilnya (dasarnya):
"Jika diantara kalian sholat, maka hendaknya menggunakan sutrah di dalam sholatnya walaupun hanya sebuah anak panah “Tidak membiarkan hewan atau orang yang sudah dewasa lewat didepan saat shalat.
Dailnya:
Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam sedang sholat, tiba-tiba lewat seekor kambing di depannya, maka beliau segera bergerak menuju kiblat mendahului kambing tersebut, sehingga beliau menempelkan perutnya ke kiblatBertakbir (Sambil Mengankat Tangan)
Dalilnya (dasarnya):
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma, ia berkata:
"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu jika hendak memulai shalat, setiap kali bertakbir untuk ruku' dan setiap kali bangkit dari ruku'nya."
(Muttafaqun 'alaihi).
* Membuka shalat dengan takbir, bukan dengan Audzubillahimina shaytanirajim atau bacaan lainnya.
Dalilnya:
- Dari Ibnu Umar RA, ia bercerita: “Ketika berdiri untuk shalat, Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya hingga lurus dengan kedua bahunya lalu beliau bertakbir…”
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222). وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah : 6) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisaa : 43) Dengan demikian kebersihan merupakan salah satu ajaran Islam yang harus diperhatikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut. Dari Abu Malik Al-Asy’ariy berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim). “Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih/suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang suci.” (HR. Baihaqi). Diriwayatkan dari Sa’ad bin Al-Musayyib dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dan jangan meniru orang-orang Yahudi.” (HR. Tirmizi). Dari Abu Hurairah ra. mendengar Nabi Muhammad Saw. bersabda: ” Fitrah manusia ada lima, yaitu dikhitan, mencukur rambut kemaluan, mengunting kumis, memotong kuku (tangan dan kaki), serta mencabuti bulu ketiak.” (HR. Bukhari) “Wahai Abu Hurairah, potonglah kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad). الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ “Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834) Hadits ini memiliki perbedaan makna dengan, “Kebersihan sebagian dari iman.”
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Yayan suhirman
BalasHapusProdi : Muamalah B
Mk : Piqih Ibadah
Dosen : Enceng Iif Sayrifudin S.AG MA
Jawban.
1. Menurut mazhab safi'i dan mazhab Hambali berpendapat dan sepakat bahwa tatacara tayammum itu ialah, membaca Niat, mengusap wajah, mengusap kedua tangan,
Tartib, Namun tartib hanya di anjurkan oleh mazhab syafi'i,
Hanya dalam tatacara bacaan niat saja yang berbeda antara mazhab syafi'i dan mazhab Hambali.
Menurut mazhab syafi'i Niat nya tidak boleh membaca rop'al hadast (menghilangkan hadast) karena tayamum tidak menghilangkan hadast, sedangkan menurut mazhab hambali memperbolehkan memakai atau membaca rop'al hadast ( menghilangkan hadast) karena tayamum pengganti wudlu.
2. Tata cara shalat yang di contohkan Nabi.
BalasHapus-menghadap kiblat
- berdiri
- menghadap sutroh
- Niat
- Takbiratul Ikhram
- Mengangkat kedua tangan
- Iptitah beserta doa'nya
- membaca Al fatihah
- Ruku'
-'Itidal
- Sujud
- Bangkit dari sujud
- Tasyahud Awal
- Tasyahud Akhir
- Membaca Shalawat
- Salam
3. (Qs. Albaqarah : 222 ) انّ اللّه يحب التّوابين ويحبّ المتطهرين. Artinya " sesungguhnya Alloh Swt, mencintai orang orang yang bertaubat dan orang orang yang mensucikan diri.
BalasHapusArgument : dengan ayat ini menerangkan tentang kategori orang orang yang di cintai oleh sang pencipta, dan bahagialah bagi mereka yang mndapatkan cinta kasih sayang, ridho dari Tuhan semesta alam, dan dengan ayat ini, telah membahas kebersihan secara lahiriyah dan secara batiniyah.
Secara batiniyah yaitu : taubat, membersihkan hati dari uzub, takabur, ria, hasud, dengan bertaubat kita telah kembali dari jalan yang salah ke jalan yang benar.
Secara lahiriyah, ialah yaitu : mensucikan diri, jasad, dari hadast, najis, dan kotoran baik badan maupun tempat dan pakaian..
Dan itulah alasan saya menjawab dengan ayat ini..
(Qs. Al mudasir : 4-5 ) وثيا بك فطهر والرجز فاهجر Artinya : " pakaianmu bersihkan, dan perbuatan dosa tinggalkan.
Argument : Saya menjawab dengan ayat ini, karena keterkaitan hukum dasar dalam pelaksanaan kebersihan, dengan ayat di atas pertama di atas, bahwa san nya tuhan menyuruh kita untuk membersihkan jiwa secara lahir dan batin..
C. Hadist dari Abu Malik Al-Asy'ari berkata :
Rasululloh SAW bersabda : Agama Islam itu agama bersih\Suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, sesungguhnya tidak akan masuk syurga kecuali orang yang suci (HR. Muslim )
- Hadist dari Abu Hurairah ra, berkata : Rasululloh SAW bersabda : الطهرة سطرالايمان Artinya : " kebersihan sebagian dari iman"
(HR. Muslim, Bab Fadhlal wudlu, No.223, Ahmad No 21834).
Argumant : saya menjawab dengan hadist tersebut karena hadist ini kuat Rawi, Sanad, Musnad, dan asbabunnujul nya, dan sangat masuk akal, dan menarik pembahasan nya, di hadist ini menerangkan tentang ke imanan kpd alloh Swt dengan memperhatikan kebersihan.
Nama: Indri Rizka Diani
BalasHapusProdi: Muammalah B
Mata kuliah:Fikih Ibadah
Dosen:Enceng iip syarifudin S.Ag MA
1) tata cara tayamum menurut madzhab syafi'i:
1 niat,
mengambil tanah
2 menekankan kedua tangan ke tanah 2 kali,
3 usapkan ke wajah 2 kali,
4 tekankan kembali ke tanah,
5 usapkan ke kedua tangan kanan kiri,
6 tartib
menurut imam madzhab hambali sama seperti madzhab syafi'i hanya tidak ada tartib
.2)shalat nabi Saw.
1. RAKAAT PERTAMA
• Berwudhu terlebih dahulu.
• Berniat di dalam hati dan tidak dilafazhkan.
• Menghadap kiblat, yaitu Ka’bah.
• Lakukanlah shalat dengan berdiri, bila tidak mampu, maka boleh duduk. Bila tidak mampu duduk, maka dengan berbaring, dan jika tidak mampu menggerakkan anggota badan maka boleh dengan isyarat. Bila tidak mampu dengan isyarat, maka dengan hati.
2. Bertakbiratul ihram, dengan mengucapkan: “Allaahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telinga,] serta melihat ke tempat sujud, tidak menoleh ke kiri atau ke kanan.
3. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, atau di lengan bawah tangan kiri, atau tangan kanan menggenggam tangan kiri, [13] dan posisi kedua tangan di dada.
• Membaca doa Istiftah, di antaranya:
SUBHAANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA, WA TABAARAKASMUKA WA TA’AALA JADDUKA, WA LAA ILAAHA GHAIRUK.
4. • Membaca Ta’awudz:
A’UUDZUBILLAHIS SAMII’IL ‘ALIIM, MINASY SYAITHAANIRRAJIIM, MIN HAMZIHI, WA NAFKHIHI, WA NAFTSIH
• Membaca surat al-Faatihah, namun, bacaan “Bismillaahirrahmaanirrahiim” dipelankan (tidak dikeraskan).
5. • Membaca: “Aamiiin” setelah selesai membaca “Waladhdhaalliin”.
• Setelah membaca al-Faatihah, bacalah salah satu surat atau ayat-ayat al-Qur’an yang engkau hafal. Bacaan surat atau ayat-ayat ini dibaca pada rakaat pertama dan kedua saja.
• Setelah selesai membaca surat, maka berdiam sejenak (thuma’niinah).
6. • Melakukan ruku’ sambil bertakbir (mengucapkan: “Allaahu Akbar”) dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak atau telinga.
Posisi ruku’: Punggung rata, dan kepala sejajar dengan punggung. Kedua telapak tangan diletakkanatau menggenggam ] kedua lutut dan jari-jemari direnggangkan.
Lakukanlah ruku’ dengan thuma’niinah, yaitu diam sejenak, hingga tulang-tulang menempati posisinya.
Kemudian membaca:
SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIM
“Mahasuci Allah Yang Mahaagung.” (sebanyak 3x)
7. • Bangkit dari ruku’ (I’tidaal), dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau kedua telinga samdengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau kedua telinga sambil mengucapkan:
SAMI’-ALLAAHU LIMAN HAMIDAH
Setelah tegak berdiri lalu mengucapkan:
RABBANA WA LAKALHAMDU, HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN, MUBAARAKAN FIIH.
8. • Melakukan sujud sambil bertakbir, kemudian meletakkan kedua lutut terlebih dahulu daripada kedua tangan (atau boleh pula sebaliknya)
9. – Posisi ketika sujud: Kedua paha dibuka,lalu ujung jari-jemari kaki menghadap kiblat dan kedua telapak kaki ditegakkan serta kedua tumit dirapatkan. ] Jarak antara paha dan lambung dijauhkan.
10. • Bangkit dari sujud sambil bertakbir lalu duduk Iftirasy (untuk duduk di antara dua sujud), yaitu duduk dengan bertumpu pada telapak kaki kiri dan telapak kaki kanan ditegakkan.
11. – Posisi tangan ketika duduk iftirasy: telapak tangan kanan diletakkan di atas paha kanan, demikian pula dengan tangan kiri. Atau telapak tangan kanan diletakkan di lutut kanan seolah-olah menggenggamnya, demikian pula telapak tangan kiri.
Membaca doa:
RABBIGHFIRLII RABBIGHFIRLII.
12.Lalu sujud kembali, Setelah sujud kedua, maka lakukanlah tasyahhud Awal dengan posisi duduk yaitu duduk Iftirasy.
13.Lalu membaca doa Tasyahhud Awal/ tasyahudakhir
14. Lalu membaca shalawat
15. Setelah itu salam, dimulai dengan menolehkan wajah ke kanan sambil mengucapkan salam
Fiqh Ibadah
BalasHapusHukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
I (Satu)/B
3. Qs.albaqoroh 222
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
Ayat ini menunjukkan disyariatkannya bersuci , karena Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang bersih dan suci. Itulah sebabnya, bersuci secara mutlak adalah syarat sahnya Shalat,dan bolehnya menyentuh mushaf.
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5
Maksud pakaian di sini bisa semua amal, yaitu dengan membersihkan dan memurnikan amal itu dan melakukannya secara sempurna, serta membersihkannya dari segala yang membatalkan dan mengurangi amal itu baik.
hadis tentang kebersihan dan kesucian
-الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَان
Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim).
orang yang suci berarti menjaga kesuciannya .orang yang suci adalah orang yang beriman
Fiqh Ibadah
BalasHapusHukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
I (Satu)/B
3. Qs.albaqoroh 222
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
Ayat ini menunjukkan disyariatkannya bersuci , karena Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang bersih dan suci. Itulah sebabnya, bersuci secara mutlak adalah syarat sahnya Shalat,dan bolehnya menyentuh mushaf.
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5
Maksud pakaian di sini bisa semua amal, yaitu dengan membersihkan dan memurnikan amal itu dan melakukannya secara sempurna, serta membersihkannya dari segala yang membatalkan dan mengurangi amal itu baik.
hadis tentang kebersihan dan kesucian
-الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَان
Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim).
orang yang suci berarti menjaga kesuciannya .orang yang suci adalah orang yang beriman
Nama : Sopa Nurazizah
BalasHapusNama Mata Kuliah : Fiqh Ibadah
Prodi : Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Dosen Mata Kuliah : Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
Semester/Kelas : I (Satu)/B
Hari : Jum’at
jawaban
1. Tatacara tayamum menurut imam syafi'i dan hambali ialah
1. Niat, bacaan niatnya adalah
Nawaitu-tayammuma li istibahatish-shalaati fardhalillahi ta’alaa.
Artinya :Aku berniat tayamum untuk mengerjakan shalat fardu karena allah
2. Mengusap muka dengan debu dan tanah, dengan dua kali usapan
3. Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan debu tanah dua kali.
4. Memindahkan debu kepada anggota yang diusap
5. Tertib .
Sedangkan menurut imam hambali pendapatnya hampir sama dengan Imam Syafi’i perbedaanya jika Imam Syafi’i mengusap tangan hingga siku tetapi menurut Imam hambali cukup sampai pergelangan tangan, dan untuk tertib harus berturut-turut.
tatacara tayamum bersumber dari "Risalah TUNTUNAN SHALAT LENGKAP" karya DRS.MOH.RIFA'T
2. menurut yang saya ketahui yang bersumber dari tuntunan solat
BalasHapus1. Berdiri tegak menghadap kiblat, pandangan ke arah tempat sujud, kemudian lakukan takbiratul ihram.
2. Angkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, hadapkan telapak tangan ke arah kiblat, dan ucapkanAllahu akbar.
3. Bersedekap, dengan meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, atau di atas pergelangan atau lengan tangan kiri
.4. Letakkan tangan di depan dada. Tetap tundukkan pandangan ke arah tempat sujud
5. bacalah doa iftitah dengan tartil
6.Bacalah ta’awudz dengan pelan:أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
7. BacalahSurat Al-fatihah, dan sebelumnya membacabasmalah dengan pelan, dan berhenti di setiap akhir ayat.
8. Ucapkanlahamiinsetelah selesai Al-fatihah, baik jadi imam, makmum, maupun shalat sendiri.
9. Keraskan bacaanamiinjika anda menjadi makmum.
10. Bacalah surat yang anda hafal.
11. Diam sejenak seusai baca surat.
12. Mulai rukuk dengan mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, ucapkanAllahu akbarsambil bergerak turun.
13. Letakkan telapak tangan di lutut, dengan posisi mencengkeram, jari-jari direnggangkan, dan siku agak dibentangkan.
14. Punggung lurus, kepala lurus dengan punggung, dan lakukan denganthumakninah.
15. Bacalah doa rukuk setelah anda sempurna rukuk:سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
16. Bangkit, sambil mengucapkan: SamiALLAHULIMAN HAMIDAH
17. Disambung dengan bacaan:Rabbana walakal Hamdu dalam posisi sudah berdiri sempurna
18. Dianjurkan untuk memperlama berdiri i’tidal dan bersikap tenang.
19. Durunlah menuju sujud sambil bertakbir:Allahu akbar dan letakkan tangan sebelum lutut.
20. Sujud dengan bertumpu pada 7 anggotabadan: wajah (kening dan hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki
.21. Posisi jari tangan dirapatkan menghadap kiblat, telapak tangan sejajar pundak atau sejajar telinga.
22. Tangan membentang ke samping, punggung posisi tengah dan kaki hampir menyiku.
23. Tenang dan bacalah doa sujud: Subhana rabial’ala tiga kala
24. Bangkit dari sujud sambil membaca takbir: Allahu akbar, kemudian duduk iftirasy.
25. Punggung tegak, letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang
26. Baca doa:Rabigfirli warhamni
27. Kemudian bergerak turun sambil bertakbir. Dan sujudlah sebagaimana cara yang pertama.
28. Bangkit dari sujud, tanpa membaca takbir, lakukanlah duduk istirahat sejenak, denganPosisi duduk iftirasy.
29. Kemudian berdiri ke rakaat berikutnya dengan bertumpu pada kedua tangan, sambil bertakbir.
30. Berdirilah sempurna dan langsung sedekap.
31. Lakukan seperti yang anda lakukan pada rakaat sebelumnya.
32. Setelah anda mendapatkan dua rakaat, bertakbir kemudian duduk tasyhud awal. duduk iftirasy,letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang, acungkan jari telunjuk tangan kanan
33. Baca doa tasyahud awal:
34. Dianjurkan untuk ditambah denganbacaan shalawat:
35. Bangkit dengan membaca Allahu akbar. Dan setelah sempurna berdiri angkatlah kedua tangan dan bersedekaplah.
36. Setelah di rakaat terakhir, duduknya tanyahud akhir denganduduknya tanyahud akhir dengan posisi tawarruk. Posisi tangan di atas paha, acungkan telunjuk tangan kanan.
37. Bacalah tasyahud dan shalawat:
38. Berdoalah memohon perlindungan dari 4 hal:
39. Anda boleh berdoa yang lainnya:
40. Selanjutnya salam, menoleh ke kanan sampai kelihatan pipi kanan dari belakang dengan mengucapkan: Assalamualaikum warahmatullah
41. Dan salam ke kiri sampai kelihatan pipi kiri dari belakang dengan mengucapkan: Assalamualaikum warahmatullah
42. Baca istighfar dan lanjutkan berdzikir. Semoga Allah menerima ibadah kita
3. Qur'an Surat Al-Muddassir ayat 4, Allah SWT berfirman:
BalasHapusوَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
wa siyaabaka fa thohhir
"dan bersihkanlah pakaianmu,"
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 4)
dan didalam qur'an surat Al-maidah ayat 6
Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ ۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا ۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰـكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 6)
dan hadispun ada yang diriwayatkan oleh Tirmizi
إِنَّ اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ )رواه التيرمدى:2723
Artinya:Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Diamenyukai kemuliaan. Allah itu dermawania menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu. (H.R. at –Tirmizi: 2723)
saya memilih dalil yaitu Qur'an surat almuddasir ayat 4 dan Al-maidah ayat 6 serta hadis yang diriwayatkan oleh Tirmizi
dalil-dalil ini berisi tentang perintah menyucikan diri itu penting karna Allah sangat mencintai keindahan
karna dengan hidup bersihpun kita akan terhindar dari berbagai penyakit.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama :Ajang Ahmad Haris
BalasHapusProdi : Muamalah B
Dosen : Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
1. - imam syafii
a. niat ketikamengusap muka
b. mengusap muka
c.mengusap tangan hingga sampai ke pergelangan tangan
d. tartib
-imam hambali
a.niat ketika mengusap muka
b.mengusap muka
c.mengusap tangan sampai pergelangan tangan
jadi keduanya hampir sama hanya satu yang menjadi pembeda yaitu menutrut imam syafii ada tartib.
dan seaunguhnya tayamum itu bisa dilakukan ketika kita tida ada airr yang memenuhi syaratnya wudhu, ketika berhalangan menggunakan air seperti orqng yang sakit,dan tidak orang yang mempunyai wudhuuu.tanah atau debu yang d gunakan harus memenuhi syrat tayamum yaitu tanah yang keaucianya masih terjaga dan tidak terkena najis.
2. 1. rakaat pertama
-berniat dalam hati dan tidak dilafazkan
-menghadap kiblat
-menempatkan sutrah
- lakukan lah solat dengan berdiri
2.bertakbiratul ihram dengan mengicapkan takbir sambil mengankat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telingaserta melihat ke tempat aujud
3.meletakan telapak tangan kanan diatas punggung telapak tangan kiri dengan kondisi kedua tangan diatas dada
4.membaca taawudz
5.membaca amin selesai membaca waladholin
6.melakukan ruku sambil bertakbir dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak atau telinga
7.meengankat kedua tangan sejajr dengan pundak atw telinga
8.melakukan sujud sambil bertakbir kemudian meletakan kedua lutut terlwbih dahulu daripada kedua tlapak tangan atw bisa sebaliknya
9.posisi ketika sujud kedua paha dibuka lalu ujung jari jari menghadap kiblat dan kedua telapak kaki ditegakan serta kedua tumit dirapatkan jarak antara paha dan lambung di jauhkan
10.bangkit dari sujud aambil bertakbir lalu duduk diantara dua sujud yaitu duduk dengan bertumpu pada telapak kaki kiri dan tlapak kaki kanan ditegakan
11.posisi tangan ketika duduk telapak tangan diletakan diatas paha kanan demikian pula dengan tangan kiri atau telapak tangan kanan diletakan di lutut kanan seolah olah mengelgengam nya
12.lalu sujud kembali kemudian bangkit dari sujud sambil bertakbir dan duduk sejenak.
Nama :Ajang Ahmad Haris
BalasHapusProdi : Muamalah B
Dosen : Enceng Iip Syaripudin, S.Ag, M.A.
kemudian bangkit dengan mengepal kan tangan atau dengan membukanya
13.setelah sujud ke 2 maka lakukan lahh tasyahud awal dengan dengan posisi duduk yaitu duduk iftirasi
14.lalu membaca doa tasyahud awal
15.membaca solawat
16.bila salat subuh atw ssalat dua rakaat tida ada tasyahud awal melainkan langsung tasyahud akhir
17.bila engkou telah melakukan tasyahud awal maka bangkitlah lalu kerjakan rokaat ketiga dengan bersedekap dan membaca surat alfatihah dan tida membaca surat lain setelah nya, kemudian ruku,itidal,sujud,dan duduk diantara dua sujud kedua seperti biasa
18. bila telah melakukan sujud kedua maka bangkitlah lalu kerjakan lah rakaat ke empat,lalu ruku,itidal,sujud,duduk diantara dua sujud seperti biasa makalakukan lah tasyahud akhir dengan posisi duduk tawaruk,
setelah itu membaca terlebih dahulu salam dan menengok ke kiri dan sebaliknya.
qs al bakarah 144
hr muslim
hr bukhori dan muslim
hr abu daud
3.al baqoroh 222
"sesunguhnya allah menyukai orang orang yang bertaubat dan orang orang yang mensucikan diri"
al mudasir 4-5
"dan pakaian mu bersihkan lahh dan perbuatan dosa mu tingalkan lahh"
hr baihaqi
"agama islam ituu adalah agama yangbersih / suci maka hendaklah kamuu menjaga kebersihan sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang orang yang suci"
jadi menurut saya bersuci atw bersih itu indah enak di pandang dan dapat nilai plus dari orang lain, jadi orang orang tak beragagp ya negatip. lagi pula kebersihan baik untuk kita lingkunagn dan dapat pahala dari allah swt. marilah kita jaga kebersihan kita dan lingkungan kita!!!!
Jawaban lanjutan
BalasHapus2). Tata cara shalat yang dicontohkan oleh rasulullah
A). MENGHADAP KA’BAH
B). BERDIRI
C). MENGHADAP SUTRAH
Sutrah dalam sholat menjadi keharusan imam dan orang yang sholat sendirian, sekalipun di masjid besar, demikian pendapat Ibnu Hani’ dalam Kitab Masa’il, dari Imam Ahmad. Adapun yang dapat dijadikan sutrah bisa terdiri dari berbagai benda, antara lain: tiang masjid, tombak yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang setinggi pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya (misalnya orang yang sedang sholat atau sedang duduk di depan kita, tumpukan buku, kotak, tas, red), sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
D). NIAT
E). GERAKAN DAN BACAAN SOLAT
a).TAKBIRATUL IHROM
b). MENGANGKAT KEDUA TANGAN
c). BERSEDEKAP
d).MEMANDANG TEMPAT SUJUD
e). MEMBACA DO’A ISTIFTAH
Adapun bacaan doa istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diantaranya adalah:
“ALLAHUUMMA BA’ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI, ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAAHUMMAGHSILNII BIL MAA’I WATS TSALJI WAL BARADI”
f). MEMBACA TA’AWWUDZ
Membaca doa ta’awwudz adalah disunnahkan dalam setiap raka’at, sebagaimana firman Allah ta’ala: “Apabila kamu membaca al Qur-an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (An Nahl : 98).
g). MEMBACA AL FATIHAH
Hukum Membaca Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah merupakan salah satu dari sekian banyak rukun sholat, jadi kalau dalam sholat tidak membaca Al-Fatihah maka tidak sah sholatnya berdasarkan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya):
“Tidak dianggap sholat (tidak sah sholatnya) bagi yang tidak membaca Al-Fatihah”
(Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Jama’ah: yakni Al-Imam Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i dan Ibnu Majah).
h). MEMBACA AMIN
Hukum Bagi Imam:
Membaca amin disunnahkan bagi imam sholat.
Dari Abu hurairah, dia berkata: “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika selesai membaca surat Ummul Kitab (Al-Fatihah) mengeraskan suaranya dan membaca amin.”
(Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ad-Daraquthni dan Ibnu Majah, oleh Al-Albani dalam Al-Silsilah Al-Shahihah dikatakan sebagai hadits yang berkualitas shahih)
i). RUKU’
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah selesai membaca surat dari Al-Qur-an kemudian berhenti sejenak, terus mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir seperti ketika takbiratul ihrom (setentang bahu atau daun telinga) kemudian rukuk (merundukkan badan kedepan dipatahkan pada pinggang, dengan punggung dan kepala lurus sejajar lantai). Berdasarkan beberapa hadits, salah satunya adalah:
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentang kedua bahunya, hal itu dilakukan ketika bertakbir hendak rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari ruku’ ….”
j). I’TIDAL DARI RUKU’ (Bangkit dari Ruku’)
k). SUJUD
Sujud dilakukan setelah i’tidal thuma-ninah dan jawab tasmi’ (Rabbana Lakal Hamd…dst).
l). BANGUN DARI SUJUD PERTAMA
m). DUDUK ANTARA DUA SUJUD
n). DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR
o). SALAM
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:anisah
BalasHapusProdi:muamalah B
Dosen: Enceng Iip syaripudin,S.Ag.M.A.
Jawaban
1). Tayamum Versi Imam Syafi'i
1. Niat ketika mengambil debu;
2. Mengusap wajah;
3. Mengusap dua tangan sampai siku-siku;
4.Tartib (mendahulukan anggota yang seharusnya diawal dan mengakhirkan anggota yang seharusnya akhir).
Ø Tata Cara Niat Tayamum versi Imam Syafi'i
Lafadz niat tayamum yaitu :
نويت التيمّم لإستباحة الصلاة المفروضة لله تعالى
Artinya: "Saya niat tayamum supaya diperbolehkan melakukan shalat, karena Allah SWT ".
Imam Syafi'i tidak memperbolehkan tayamum diniati rof'ul hadats (menghilangkan hadats), sebab tayamum tidak dapat menghilangkan hadats, dan satu tayamum hanya dapat digunakan untuk satu shalat fardlu dan beberapa shalat sunah. Pendapat ini senada dengan pendapat imam Malik.
Niat tayamum harus bersamaan dengan memulai menempelkan tangan pada debu sampai mengusap muka, meskipun ketika mengangkat tangan tidak ada niatnya, hal ini disebabkan karena dalam tayamum terdapat dua permulaan, yaitu :
×Permulaan nisbi, yaitu ketika mulai memegang debu,
× Permulaan hakikat, yaitu ketika mengusap wajah.
sehingga niat tayamum tadi disyaratkan harus bersamaan dengan juz (bagian) dari dua permulaan di atas.
Rukun Tayamum Versi Imam Hambali
Niat ketika mengusap muka;
Mengusap muka;
Mengusap tangan sampai pergelangan tangan.
Imam Hambali sependapat dengan imam Syafi’i dan imam Maliki, yaitu satu tayamum hanya dapat digunakan untuk satu shalat fardlu, dan tidak boleh diniati rof'ul hadats (menghilangkan hadats). Namun sebagian ulama madzhab Hambali menyatakan kalau tayamum boleh diniati rof'ul hadats (menghilangkan hadats), karena tayamum merupakan pengganti wudlu dan memiliki konsekwensi hukum yang sama dengan wudlu, yaitu dapat menghilangkan hadats dan satu tayamum dapat digunakan untuk melakkan beberapa shalat fardlu. Kendati Imam Hambali ada kesamaan pendapat dengan imam Syafi’i dan imam Maliki dalam hal ini, tetapi Beliau hanya mengharuskan mengusap kedua tangan sampai pergelangan tangan saja.
3. Qu'an surat al baqarah ayat 222
BalasHapusYang artinya sesungguhnya allah mencintai orang yang bertaubat dan mencintai orang orang yang membersihkan diri
Qs. Almuddasir ayat 4-5
Artinya: dan bersihkanlah pakaiannya dan jauhilah perbuatan yang kotor dan berdosa
Hadis riwayat muslim dari abu syair alaihi bahwasanya: kebersihan itu sebagian dari iman
Memilih dalil ini karna dalil ini yang sangat menjelaskan bahwa Allah menyuruh kita untuk kn selalu bersih
Jawaban lanjutan
BalasHapus3). A) dalil dan hadis tentang kebersihan
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222). وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
Dari Abu Malik Al-Asy’ariy berkata: Rasulullah saw. bersabda:“Kesucian
adalah syarat iman.” (H.R. Muslim: 328).
“Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih/suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orangorang yang suci.” (H.R. Baihaqi).
B) kenapa saya mengambil dalil dan hadits di atas karena hadits dan dalil tersebut sangat umum di gunakan dan agar dapat mudah dipahami oleh orang banyak.
.Tatkala solat menurut rasul
BalasHapus1. berdiri bagi orang yang mampu
2. Mata melihat tempat sujud
3. Telapak kaki tenggang kita kita satu jengkal
4. Takbiratul hitam dibarengi dengan niat
5. Membaca do'a istilah dan alfatihah
6. RUKU
7. I'tidal
8. Sujud diawali
9. Duduk diantara sujud dua disertai dengan tumaninahnya
10. Tasyahud awal untuk shalat yang 4 rakyat dan yang 3 yaitu dUHUR ASHAR isa magrib
11. Membaca Tasyahud awal
12. Membaca selamat kepada nabi
13. Membaca Tasyahud akhir
14. Membaca shalat kepada keluarga nabi
15. Membaca salam ke kanan terlebih dahulu
Dan kemudian kesebelasan kiri
16. Tartib
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSyarattayamim menurut imam siapin harus ada. Syarat rukun.syarat ada10 1.harus semangat tanah
BalasHapus.menurut ahmad bin hambar boleh denganpepohonan dinding dan sebagainya.2 tanah yang suci.3 tidak boleh tanah yg mustamal.menurut ahmad bin hambar boleh.5.niat.6mengusap muka dan kedua tangan sampai kedua dokumen.7.menghilangkan najis sebelumnya.8.menghadap kiblat.menurut imam ahmad boleh kkemana arah salah.9.tanaman harus sudah masuk waktu.20.tayamum husus untuk shalat paru.Dalam rukun harus ada tertib menurut imam hambar tidak ada tertib. Sembahyang yg seperti nabi dimulai dengan takbir diakhiri dalam.dialaminya ada baca pastihah.tuku.i.tidak. Sujud dan sebagainya yaitu rukun yg17 menurut imam syapii. Qs Al baqarah
3. Qu'an surat al baqarah ayat 222
BalasHapusYang artinya sesungguhnya allah mencintai orang yang bertaubat dan mencintai orang orang yang membersihkan diri
Qs. Almuddasir ayat 4-5
Artinya: dan bersihkanlah pakaiannya dan jauhilah perbuatan yang kotor dan berdosa
Hadis riwayat muslim dari abu syair alaihi bahwasanya: kebersihan itu sebagian dari iman
Memilih dalil ini karna dalil ini yang sangat menjelaskan bahwa Allah menyuruh kita untuk kn selalu bersih
2.Tatkala solat menurut rasul
BalasHapus1. berdiri bagi orang yang mampu
2. Mata melihat tempat sujud
3. Telapak kaki tenggang kita kita satu jengkal
4. Takbiratul hitam dibarengi dengan niat
5. Membaca do'a istilah dan alfatihah
6. Tuku
7. I'tidal
8. Sujud diawali
9. Duduk diantara sujud dua disertai dengan tumaninahnya
10. Tasyahud awal untuk shalat yang 4 rakyat dan yang 3 yaitu duit adat isa magrib
11. Membaca Tasyahud awal
12. Membaca selamat kepada nabi
13. Membaca Tasyahud akhir
14. Membaca shalat kepada keluarga nabi
15. Membaca salam ke kanan terlebih dahulu
Dan kemudian kesebelasan kiri
16. Tapi
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama: Jajang Nurzaman
BalasHapusProdi: Muammalah B
Mata kuliah:Fikih Ibadah
Dosen:Enceng iip syarifudin S.Ag MA
jawaban. !
1. a. Tata cara tayammum menurut mazhab syafi'i :
- yang pertama sediakan tanah yang suci/mensucikan.
- Niat tayammum sambil/lalu di kenakan kedua telapak tangan ke tanah.
- Kemudian di hembusnya dan kemudian di sapukan atau di usapkan ke muka/wajah.
-kemudian di kenakan lagi kedua telapak tangan kemudian di hembusnya dan lalu di usapkan telapak tangan kiri kepada tangan kanan dan di usapkan telapak tangan kanan kepada tangan sebelah kiri di lakukan dengan tertib
b. Tata cara tayammum menurut madzhab Hambali yaitu hampir sama dengan madzhab syafi'i tapi media untuk tayammum nya boleh dengan selain tanah seperti pasir, batu, batu, dengan tembok atau lantai keramik.
2. Tatacara shalat yang di contohkn Nabi SAW yaitu :
BalasHapusyang pertama wudhu, dengan membasuh semua angota wudlu. kemudian adjan. laki-laki berbaris di shaf depan dan wanita di belakang, maka qomat lah dan maju ke muka dan mengangkat kedua tangan dan mengucapkan takbir, setelah itu di baca surah al-patihah dan sebuah surat yang mudah, kemudian taqbir, lalu ruku' dan mengucapkan subhanalloh 3 kali. kemudian "sami'allohu liman hamidah" dan kembali berdiri lurus lalu taqbir di iringi sujud ke bawah, setelah itu taqbir lagi dan mengangkat kepala lalu taqbir pula dan sujud, kemudian taqbir dan bankit berdiri. maka dalam raka'at pertama taqbirnya enam kali. dan sewaktu hendak bangkit pada raka'at kedua, membaca taqbir pula di lanjutkan sampai tahiyat awal dan tahiyyat akhir selesailah sholat. berdasarkan ( HR. Ahmad dan Abuya'la ).
3. Dalil Al-qur'an tentang kesucian dan kebersihan.
a.(QS.Al-baqarah:222) إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: " sesungguhnya Alloh mengasihi orang-orang yang
bertaubat dan mengasihi orang-orang yang bersuci"
b.(QS.Al-muddatsir:4) وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
Artinya: "mengenai pakaianmu hendaklah kamu bersihkan"
c.Dalil Hadist tentang kesucian
الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ artinya: "bersuci itu sebagian dari keimanan"
Argument : saya memilih semua dalil tersebut di atas karena
sudah jelas, yakin rasional dapat di pahami dan bisa
di laksanakan.
Nama : opa sudirman
BalasHapusNpm : 17110035
Prodi : Muamalah b
1.# Tatacara tayamum menurut imam syafi'i dan imam hambali.
dalam tatacara tayamum menurut syafi'i hampir sama, cuman ada sedikut perbedaan diantaranya :
menurut imam Hambali:bahwa mnegusap kedua tangan itu hanya sampai pada pergelangan tangan dan sampai disitulah yang diwajibkannya, sedangkan sampai kedua siku-siku adalah sunnah. dan wajib berturut=turut kalu bertayamum untuk menghilangkan hadast kecil, tetapi klau untuk menghilangkan hadast besar tidak wajib berturut-turut.
# Tatacara tayamum
1). memindahkan debu yang suci dari wajah ke tangan dan seterusnya.
2). niat tayamum. Dengan berniat li-istibahat as-shalat (diperbolehkannya mengerjakan ibadah shalat). Jika hendak mengerjakan shalat fardlu, maka berniat li-istibahat fardl as-shalat(diperbolehkannya mengerjakan shalat fardlu).
3). membasuh wajah. Namun tidak diwajibkan debu tersebut memasuki celah-celah rambut yang ada di wajah sebagaimana air wudlu. Bahkan tidak dianggap sunnah.
4).mengusap debu yang suci pada kedua tangan sampai kedua sikutnya.
5). tertib di antara kedua usapan. Artinya harus mendahulukan usapan pada anggota yang harus didahulukan dan mengakhirkan usapan pada anggota yang harus di akhirkan.
2. Tata cara shalat yang di contohkan Nabi.
BalasHapusa.menghadap kiblat
b.berdiri bagi yang mampu berdiri
c. menghadap sutroh
d. Niat dalam hati
e. Takbiratul Ikhram
f. Mengangkat kedua tangan- Iptitah beserta doa'nya
g. membaca Al fatihah
h. Ruku'
i.Itidal
j.Sujudi
k.duduk antara 2 sujud
l. Tasyahud Awal
m.Tasyahud Akhir
n.Membaca Shalawat
o. mengucapkan Salam
3. Dalil tentang kebersihankebersihan dan kesuician.
BalasHapusإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءًفَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dantanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamudan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.Dari ayat diatas jelas diterangkan bagaimana cara memsucikan atau pun membersihkan.Hadistالطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834)
b. Menurut saya kebersihan itu suatu hal yang harus ada dalam islam, karena dengan hidup bersih kesehatan kita akan terjamin...
Selain kita juga harus menjaga kesucian, karena pada dasarnya manusia sejak lahir berada dalam suci.