Jumat, 10 November 2017

TABLIG AKBAR DI GARUT DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI UMMAT



Masyarakat kecil khususnya, dan tidak ketinggalan  juga masyarakat menengah keatas tetap ingin merubah terus perbaikan ekonomi rumah tangganya, sehingga dapat menjadi kekuatan dalam membina rumah tanggannya yang dicita-citakan yaitu Sakinah, mawadah, warohmah, istiqomah, dan syariah. Hidup rumah tangga kita bisa tenang adem, penuh canda tawa dengan anak istri, penuh rasa cinta kasih, istiqomah dan berdasarkan syariah dalam mencari nafkah (henteu asal didahar ari teu kakesangan mah…), melihat Fenomena sekarang dengan adanya pertentangan Takbir Akbar di Garut yang ditentang oleh sebagian ORMAS (mowal disebutkeun Ormas namah bisi aya nu kasinggung), bagi saya kurang euuhh, saya hanya lebih euuh mengamati dari segi ekonomi saja Saat ini kebanyakan ummat dengan adanya Takbir Akbar  hanya untuk kepentingan Rohaninya saja atau setelah selesai mendengarkan Tausiyahnya Bathin kita akan sejuk, ibadah Mahdohnya bagus tepat waktu door adzan langsung ka masjid, tidak dipikirkan setelah setelah tibanya dirumah tetap kita membutuhkan kebutuhan makanan untuk kebuthan dhohirnya yaitu untuk anak dan istrinya, darimana itu dapat didapatnya? Tetap kita harus mencarinya untuk kebutuhan dhohirnya! (eta ibadah Goer mahdoh/muamalah…ceuk mahasiswa Hesy) padahal dari sisi itu, kalau kita perhatikan banyak manfaat yang dirasakan dengan adanya Takbir Akbar yang diadakan di mesjid Jami’, ataupun di Lapangan terbuka, khususnya Takbir Akbar yang sekarang ini yang diadakan di Kabupaten Garut oleh dai Kondang KH. Bahtiar Nasir yang tenar setelah aksi 212 atau kasus Ahok. Kita bisa merubah pola pikir kita sambil mendengarkan Tausiah, kita bisa sambil berbisnis/Bermuamalah (Eleh ku tukang cendol dan Koyobod), sehingga bisa meningkat perekonomian rumah tangga kita, sehingga hidup kita dimana saja berada akan produktif dan efektif tidak sia-sia/Mubadzir (naha anjen teu mikiir) sehingga  ke depan harus bersifat produktif dalam upaya mengentaskan kemiskinan rumah tangga kita dan bisa memberikan kesejahteraan bagi Ummat. Tapi apa yang terjadi justru strategi perekonomian Syariah sudah dipraktekkan oleh masyarakt kecil yang jualan sambil mendengarkan Tablig Akbar (Tausiyah), dengan adanya Takbir akbar sudah menguntungkan dua keuntungan bagi masyarakat kecil, pertama merubah nasibnya baik dalam pemahaman agamanya, dan kedua merubah perbaikan dan peningkatan perekonomian keluarganya, bagaimana dengan kita sebagai seorang Pendidik??? Ekonomi masih perlu perbaikan panjang (iraha sejahterana/ falah Fidun ya/acan falah Fil Akhirah duka teuing), kemudian dalam pemahaman keagamaan masih dipertanyakan!!!
"Pengelolaan Rumah tangga yang berjiwa ekonomi yang semakin baik akan dapat meningkatkan sumberdaya manusia di rumah tangga kita dalam bidang ekonomi, sekaligus penguatan menejemen rumah tangga yang berekonomi yang insyaalaah aman dari kemiskinan.

Menurut Pandangan Ekonomi Islam, tugas seorang Bapak Rumah Tangga (pengurus/pemimpin) adalah pekerjaan mulia. Ini karena, mempunyai tugas menyadarkan para pemalas bekerja ekonomi. "Pekerjaan mencari ekonomi ini adalah tugas mulia. Tugas seorang bapak rumah tangga adalah kegiatan kebaikan, karena ia menyadarkan untuk lebih mapan dalam rumah tangga yang berekonomi syariah.
Dengan ekonomi syariah yang mapan memiliki banyak keistimewaan, hikmah, dan manfaat, baik bagi keluarganya, masyarakat mikro, maupun bagi masyarakat makro."Ini merupakan rahmat dan karunia Allah SWT bagi hamba-Nya yang taat atas perintah mencari ekonomi ini,"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar