Masyarakat
kecil khususnya, dan tidak ketinggalan juga masyarakat menengah keatas tetap ingin
merubah terus perbaikan ekonomi rumah tangganya, sehingga dapat menjadi
kekuatan dalam membina rumah tanggannya yang dicita-citakan yaitu Sakinah,
mawadah, warohmah, istiqomah, dan syariah. Hidup rumah tangga kita bisa tenang
adem, penuh canda tawa dengan anak istri, penuh rasa cinta kasih, istiqomah dan
berdasarkan syariah dalam mencari nafkah (henteu asal didahar ari teu
kakesangan mah…), melihat Fenomena sekarang dengan adanya pertentangan
Takbir Akbar di Garut yang ditentang oleh sebagian ORMAS (mowal disebutkeun
Ormas namah bisi aya nu kasinggung), bagi saya kurang euuhh, saya hanya
lebih euuh mengamati dari segi ekonomi saja Saat ini kebanyakan ummat
dengan adanya Takbir Akbar hanya untuk
kepentingan Rohaninya saja atau setelah selesai mendengarkan Tausiyahnya Bathin
kita akan sejuk, ibadah Mahdohnya bagus tepat waktu door adzan langsung ka
masjid, tidak dipikirkan setelah setelah tibanya dirumah tetap kita membutuhkan
kebutuhan makanan untuk kebuthan dhohirnya yaitu untuk anak dan istrinya,
darimana itu dapat didapatnya? Tetap kita harus mencarinya untuk kebutuhan
dhohirnya! (eta ibadah Goer mahdoh/muamalah…ceuk mahasiswa Hesy) padahal
dari sisi itu, kalau kita perhatikan banyak manfaat yang dirasakan dengan
adanya Takbir Akbar yang diadakan di mesjid Jami’, ataupun di Lapangan terbuka,
khususnya Takbir Akbar yang sekarang ini yang diadakan di Kabupaten Garut oleh
dai Kondang KH. Bahtiar Nasir yang tenar setelah aksi 212 atau kasus Ahok. Kita
bisa merubah pola pikir kita sambil mendengarkan Tausiah, kita bisa sambil
berbisnis/Bermuamalah (Eleh ku tukang cendol dan Koyobod), sehingga bisa
meningkat perekonomian rumah tangga kita, sehingga hidup kita dimana saja
berada akan produktif dan efektif tidak sia-sia/Mubadzir (naha anjen teu
mikiir) sehingga ke depan harus
bersifat produktif dalam upaya mengentaskan kemiskinan rumah tangga kita dan bisa
memberikan kesejahteraan bagi Ummat. Tapi apa yang terjadi justru strategi perekonomian
Syariah sudah dipraktekkan oleh masyarakt kecil yang jualan sambil mendengarkan
Tablig Akbar (Tausiyah), dengan adanya Takbir akbar sudah menguntungkan dua
keuntungan bagi masyarakat kecil, pertama merubah nasibnya baik dalam pemahaman
agamanya, dan kedua merubah perbaikan dan peningkatan perekonomian keluarganya,
bagaimana dengan kita sebagai seorang Pendidik??? Ekonomi masih perlu perbaikan
panjang (iraha sejahterana/ falah Fidun ya/acan falah Fil Akhirah duka
teuing), kemudian dalam pemahaman keagamaan masih dipertanyakan!!!
"Pengelolaan
Rumah tangga yang berjiwa ekonomi yang semakin baik akan dapat meningkatkan
sumberdaya manusia di rumah tangga kita dalam bidang ekonomi, sekaligus
penguatan menejemen rumah tangga yang berekonomi yang insyaalaah aman dari
kemiskinan.
Menurut Pandangan Ekonomi Islam, tugas seorang Bapak Rumah Tangga (pengurus/pemimpin) adalah pekerjaan mulia. Ini karena, mempunyai tugas menyadarkan para pemalas bekerja ekonomi. "Pekerjaan mencari ekonomi ini adalah tugas mulia. Tugas seorang bapak rumah tangga adalah kegiatan kebaikan, karena ia menyadarkan untuk lebih mapan dalam rumah tangga yang berekonomi syariah.
Dengan
ekonomi syariah yang mapan memiliki banyak keistimewaan, hikmah, dan manfaat,
baik bagi keluarganya, masyarakat mikro, maupun bagi masyarakat makro."Ini
merupakan rahmat dan karunia Allah SWT bagi hamba-Nya yang taat atas perintah mencari
ekonomi ini,"Menurut Pandangan Ekonomi Islam, tugas seorang Bapak Rumah Tangga (pengurus/pemimpin) adalah pekerjaan mulia. Ini karena, mempunyai tugas menyadarkan para pemalas bekerja ekonomi. "Pekerjaan mencari ekonomi ini adalah tugas mulia. Tugas seorang bapak rumah tangga adalah kegiatan kebaikan, karena ia menyadarkan untuk lebih mapan dalam rumah tangga yang berekonomi syariah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar