TAHUN AJARAN 2017-2018
STAI AL-MUSADDADIYAH GARUT
1.
Bagaimana tata cara Berwudhu yang dicontohkan oleh Nabi SAW?, jelaskan, beserta
Doa-doanya!
2.
Bagaimana tata cara Shalat yang dicontohklan Nabi SAW, jelaskan!
3.
Islam merupakan agama yang
mencintai kesucian dan kebersihan. Dalam Al-Qur'an dan hadits banyak sekali
bertebaran anjuran serta pujian terhadap kesucian dan kebersihan.
a. Sebutkan minimal 3 dalil (dari al-Qur’an 2, dan Hadist 1) tentang Kesucian dan Kebersihan.
b. Sertakan Arti (Ayat dan Hadist) serta argumentasi Anda memillih dalil terkait dengan nilai urgent Kebersihan dan kesucian dalam Islam.
a. Sebutkan minimal 3 dalil (dari al-Qur’an 2, dan Hadist 1) tentang Kesucian dan Kebersihan.
b. Sertakan Arti (Ayat dan Hadist) serta argumentasi Anda memillih dalil terkait dengan nilai urgent Kebersihan dan kesucian dalam Islam.
Selamat bekerja
Catatan:
1. Jawaban ditulis dikotak komen
2. Jawaban ditulis secara berurutan
3. Waktu 90 menit
4. Jawaban yang mencantumkan buku referensi akan mendapatkan nisbah 30%
5. Jawaban yang sama dengan teman saudara, tidak akan mendapatkan nilai kedua-duanya
Test, punten
BalasHapusNama : Saepul Bahri NPM : 17110021 1.Memulai wudhu’ dengan niat. NAWAITUL WUDLUU-A LIRAF’IL HADATSIL ASH-GHARI FARDHLAN LILLAAHI TA’AALA 2.Mencuci kedua telapak tangan. اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِيكَ كُلِهَا
BalasHapus3.Berkumur-kumur. اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ selanjutnya 4. Menghirup air kehidung. اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّة وَاَنْتَ عَنِّي رَاضٍ
5. Membasuh wajah. اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
6. Membasuh tangan kanan. اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا selanjutnya membasuh tangan kiri. اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ
7. Mengusap rambut. اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
8. Membasuh kedua telinga. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
9. Doa saat membasuh kaki kanan:
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تُثَبِّتُ فِيْهِ اَقْدَامَ عِبَادِكَ الصَالِحِينَ
Membasuh kaki kiri
اَللَّهُمَّ لَاتَزِلُّ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اَقْدَامُ المُنَافِقِيْنَ وَالمُشْرِكِينَ terakhir. Adalah do'a "Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina"
dah kumplit
HapusNama:Fahmi Idris
BalasHapusKelas: muamalah A
Jawaban
No 1
.wudlu adalah cara mensucikan dari hadast kecil dan menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Berikut adalah tata cara berwudhu:
1. Do'a ketika melihat air
Allohumma Thohir qolbi Mina nifaki wahasin farji minal fawaahish
2.membersihkan telapak tangan dan di sela sela jari dengan air.
Allohummafad yadaya mimma'asika kullihaa
3.membersihkan mulut
Allohumma ainni 'ala dikzrika wa syukrika wa Husni ibadatika
4.membersikan hidung
Allohumma arihni roihatal jannari wa anta Anni rodlin.
4. Membersihkan wajah, batas wajah adalah bagian atas tempat tumbuhnya rambut, bagian samping yaitu telinga , bagian bawah yaitu bagian dagu. Dan niat wudhu
Nawaitu wudlu A lirof'il hadasil ashgori fardlunlillahi taala
Allohumma bayyidl wajhi yauma tubayyidl watas waddu wujuh.
5.membasuh tangan kanan sampai siku(lebih utama di lebihkan)
Allohumma a'tini kitabi butanini wahasibni kitabayyasiro
6.membasuh tangan kiri
Allohumma laa tu'tini kitabi bisyimali aumin waroin dohri.
7.mengusap yang ada di kepala(rambut,maupun kulit)
Allohumma harum sya'ri wa basyari 'alan naar
8. Membasuh kedua telinganya
Allohumma j'alni minal ladziina yastamiuuna fayattabi'una ahsanah
9. Membasuh kaki kanan tiga kali
Allohumma qodamaya 'ala shirotil Mustaqim
10. Membasuh kaki kiri 3 kali
Allohumma
Doa setelah wudhu
Asyhadu Alla ila ha illalloh wa asyhadu Anna Muhammad ar Rasullullah. Allohumma j'alni Mina tawabina waj alni minal mutatohirin.
No.2
TATA CARA SHOLAT
1. Membaca niat(hukumnya Sunnah)
2. Takbiratul ihram sembari membaca niat
3. Berdiri tegak bagi yang mampu, boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
4. Membaca surah Al-Fatihah pada tiap-tiap raka’at.
5. Ruku’ dengan thuma’ninah.
6. I’tidah dengan thuma’ninah.
7. Sujud dengan kali dan thuma’ninah.
8. Duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah.
9. Duduk tasyahud akhir dengan thuma’ninah.
10. Membaca tasyahud akhir.
11. Membaca shalawat kepada Nabi dan kepada keluarganya pada tasyahud akhir.
12. Membaca salam yang pertama.
13. Tertib; berurutan dalam mengerjakan rukun-rukun shalat.
Catatan: Sekurangnya tumaninah adalah membaca tahmid
No.3
A. 1. Innalloha yuhibbuttawwabiina wayuhibbul mutatho hhiriin.
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
2. Wastiyaa baka fathohhir, warruja fahjur.
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
3. Hadis
Atthoharothu syarthul iimaan
Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim). Dalam kitab tankihul qaul
B. karena dalil tersebut adalah dalil yang paling kuat untuk dijadikan hukum serta yang paling mudah di hafal. Meski mudah di hafal pengamalan nya sangat sukar untuk dilakukan.
dah kumplit
HapusNama : Puad Badruzzaman
BalasHapusMata kuliah : Fiqh Ibadah
NPM : 17110017
Jawaban
1.barang siapa yang hendak mengerjakan shalat wajib hendaklah ia berwudhu, dan itu adalah syarat sah nya sholat.
Orang yang belum berwudhu dinamakan masih berhadas kecil dan harus bersuci dengab wudhu.
Adapun tatacara berwudhu adalah:
1. Berniat wudhu atau sengaja mengerjakan wudhu karena Allah ,yang berkata dalam hati atau kadang dengan lisan "nawaitu rof'al hadasi asghori fardo lillahita'ala" "sengaja saya menghilangkaN hadas karena Allah taala"
2. Mencuci dua tangan smpai pergelangan sambil membaca "bissmillahirrahmanirrahim"
3.berkumur sambil membersihkan gigi dan hidung
4. Membasuh muka sampai rata. Keatas sampai tepi rambut kepala
5. Membasuh kedua belah tangan dari ujung jari sampai meliputi dua siku
6. Menyapu atau mengusap sebagian kepala dibasahi dengan air
7. Mengusap kedua belah telinga luar dengan tangan yang telah dibasahi
8. Membasuh kaki sampai matakaki
9. Membaca " asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu annamuhammadan 'abduhu warosuluhu
Allahummaj'alni minattawabiina waj'alnii minalmuratohhirin"
Adapun hal2 yang harus diperhatikan dalam wudhu:
1. Tertib
2. Menghadap kiblat
3. Membasuh
4. Mendahulukan kanan
5. Berturut turut
6. Menyela nyela jari
7. Menyela nyela janggut apabila tebal
BalasHapusJawaban :
2. Tata cara dalam melaksanakan sholat
1. Niat .artinya dengam sengaja dalam hati untuk apa kita mengerjakan sholat seperti" usolli fardhuzhuhri arba'a roka'atin mustakbilalkiblati lillahitaala"
2. Berdiri atau qiyam , apabila tidak dapat berdiri boleh duduk, apabil tidak dapat dduk ,boleh berbaring
3. Takbilaturrihrom membaca "allahuakbar"
4. membaca Alfatihah
5. Ruku dengan tumakninah (bertenang)
Artinya membungkuk sehingga punggung menjadibsama datar dengan leher
6. I'tidal dengan tumakninah atau bangkit dari ruku dan kembali tegak lurus
7 sujud dua kali dengan tumakninah : meletakan dua lutut, kedua tangan, kening, hidung keatas lantai
8. Duduk diantara dua sujud
9. Duduk untuk tasyahud atau tahiyat akhir
10. Membaca bacaan tahiyat
11. Membaca sholawat
12. Mengucapkan ssalam
13. Tertib teratur
3. Dalil tentang bersuci dari alquran dan hadis beserta argumen masing2
BalasHapusDalil dari alquran :
A. " يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَڪُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ
Artinya :"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian mau mengerjakan shalat, maka basuhlah wajah dan kedua tangan sampai siku kalian, usaplah kepala kalian dan basuhlah kedua kaki sampai mata kaki kalian" (QS. Al-Maidah, 6)
Penjelasan :
Dari ayat diatas kita dapat menyimpulkan bahwa kita hendaklah melakukan wudhu sebagai syarat shlah untuk melaksanakan sholat , karena wudhu sebagai pasak atau tiang sah nya sholat seseorang, apabila seseorang tidak dapat berwudhu karena alasan2 yang mengganggu kesehatan atau memadhorotkan atau tidak adanya air, hendaklah melaksanakannya dengan tayamum sebagai pengganti dari wudhu tersebut.
B. وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
Penjelasan :
Dari ayat diatas kita harus suci dari hal2 yang dapat merusak syarat sah nya sholat seperti bersih anggota badan dan sesuatu yang menjadi penunjang untuk melakukan sholat seperti sarung sajadah mukena atau yang lainnua, haruslah suci atau bersih dari najis najis yang merusak syarat sah nya sholat, hendaklah kita melihat dan memeriksa sebelum kita melaksanakan sholat dan harus steril dan bersih daribl najis
C. Dalil dari hadis :
الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ
“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834)
Penjelasan :
Hadits ini memiliki perbedaan makna dengan, “Kebersihan sebagian dari iman.” Seorang manusia bisa bersih dengan mandi, menggunakan pakaian baru, dan lain-lain. Namun itu semua hanya bersih, bukan suci. Oleh karena itu kebersihan bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk orang kafir. Sedangkan kesucian, hanyalah milik muslim, karena mereka wudhu, mandi wajib, dan tayammum, oleh karena itu wajar jika kesucian adalah bagian dari iman. Sedangkan, kebersihan belum tentu bagian dari iman, karena orang kafir juga bisa bersih-bersih.
Referensi:
Buku pelajaran Fiqh 1, penulis IMAM ZARKASYI, penerbit TRIMURTI PRESS
dah kumplit
HapusPenjelasan. 1. Memulai wudhu’ dengan niat.
BalasHapusNiat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).
2. Tasmiyah (membaca bismillah)
Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Beliau bersabda:
Tidak sah/sempurna wudhu’ sesorang jika tidak menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).
Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu’.
Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasulullah untuk membaca bismillah saat berwudhu’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)
Dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam: ”Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu.
Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu a’lam.
3. Mencuci kedua telapak tangan
Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga membolehkan mengambil air dari bejana dengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)
4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung
Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung, kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)
Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada penunjukkan yang jelas bagi pendapat yang shahih dan terpilih, yaitu bahwasanya berkumur dengan menghirup air ke hidung dari tiga cidukan dan setiap cidukan ia berkumur dan menghirup air ke hidung, adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).
Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah. (HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i )
5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.
Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:
”Dan basuhlah muka-muka kamu.” (Al-Maidah: 6)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. (HR Bukhari, I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14)
Setalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572).
6. Membasuh kedua tangan sampai siku
BalasHapusMenyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah subhanahu wata’ala berfirman:
”Dan basuhlah tangan-tanganmu sampai siku” (Al-Maaidah: 6)
Rasulullah membasuh tangannya yang kanan sampai melewati sikunya, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula, Rasulullah mengalirkan air dari sikunya (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56)
Rasulullah juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim I/149)
7. Mengusap kepada, telinga dan sorban
Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah subhanahu wata’ala memerintahkan:
”Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6).
Rasulullah mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251)
Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.”(HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140)
Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan)
Dalam mengusap kepala Rasulullah melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib ra : “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu Dawud, no. 106). Kata Rubayyi bin Muawwidz: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali.“ (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.
Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:
Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.
Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.
Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384).
8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
BalasHapusAllah subhanahu wata’ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” (Al-Maidah: 6)
Rasulullah menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka.
Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya.
Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)
Imam Nawawi di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”
Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “…barangsiapa diantara kalian yang sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka, dua tangan dan kakinya.” (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih Muslim no. 246)
9. Tertib
Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [Bukhari-Muslim]
Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan tidak berlebihan, sebab Rasulullah pernah mengerjakan dengan sekali basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari]
10. Berdoa
Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam:
“Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj ‘alni minattawwabiina waja’alni minal mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)
Nama : In-in Yusup Sapitri
BalasHapusKelas : Muamalah A
Jawab
1.Dalam istilah lughah (bahasa), wudhu berarti bersih dan indah. Sedangkan menurut syara, wudhu artinya membersihkan beberapa anggota badan dari hadats kecil sesuai demgan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syara.
Berikut tata cara Wudhu :
A.Niat
Bacaan niat "Nawaitu rob'al hadasil asgori fardu lillah hita'ala"
B.Membasuh kedua telapak tangan
"Allahuma pad yadaya anjami'i ma'asika kuliha"
C.Berkumur
"Allahumaskini min haudi nabiyika kasala admauba dahu abadak
D.Menghirup air ke hidung
"Allahuma Latuhrimni raihata naimika wajahnatika"
E.Membasuh wajah
"Allahuma bayid wajhi yaumatab yadhu wujuhu aulia ika watas wadhu wujuhu'ada ika"
F.Membasuh kedua tangan
-Tangan Kanan
"Allahuma atini kitabi biyamini wahasibni kisabay yasiro"
-Tangan Kiri
"Allahuma latutini kitabi bisimali aumi waro idohri"
G.mengusap rambut
"Allahuma harimsari wabasari alannar"
H.Membasuh Telinga
"Allahumaj 'alni minaladina yastabiunal hasanah payatabiunal hasana"
I.membasuh Kaki
-Kaki kanan
"Allahuma sabit kodami 'ala siroti ma'a aqdami ibadikas solihin"
-Kaki Kiri
"Allahuma latazila kodami ala sirotimpinar yaumatazillu pihi akdamu munafikin walmusrikin"
K.Do'a setelah wudhu
"Ashaduala ilaha ilallah Wa ashadu annamuhammadur Rosulullah , Allahumaj 'alni minantawabina waj'alni minal mutatohirin wa'ala ibadikas solihin"
2.Tata Cara Salat yang di contohkan Nabi
a.Menyempurnakan Wudhu
b.Menghadap ke kiblat (Ka’bah) di mana pun berada, dengan seluruh badan, dengan niat dalam hati melakukan shalat yang hendak dikerjakan, baik shalat fardhu maupun shalat sunnat.
c.Takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar” dengan menatap ke tempat sujud.
d.Mengangkat tangan ketika takbir setinggi bahu atau sejajar telinga.
e.Meletakkan kedua tangan di atas dada. Telapak tangan kanan berada di atas punggung telapak tangan kiri. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Wa’il bin Hujr dan Qubaishah bin Halab At Tha’i dari bapanya .
f.Disunnahkan membaca do’a istiftah
g.Ruku’ dengan membaca takbir serta mengangkat kedua tangan setinggi bahu atau sejajar telinga. Lalu sejajarkan kepala dengan punggung / belakang, dan letakkan kedua tangan di atas kedua lutut, dan renggangkan jari-jari, dan berada pada kedudukan tuma’ninah (menenangkan badan) dalam ruku’
h.Mengangkat kepala setelah ruku’ dengan mengangkat kedua tangan setinggi pundak atau telinga
i.Sujud dengan mengucapkan takbir serta meletakkan kedua lutut sebelum kedua tangan (jika mampu).
Bila tidak mampu, maka boleh mendahulukan tangan sebelum lutut. Dan jari-jari kedua kaki dan kedua tangan dihadapkan ke arah kiblat, dan jari-jari tangan dirapatkan.
Sujud di atas hendaknya dengan menggunakan anggota sujud yang tujuh, yakni kening bersama hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan jari-jari kedua kaki
j.Mengangkat kepala dari sujud (bangun dari sujud) sambil mengucapkan takbir, menghamparkan telapak kaki yang kiri dan mendudukinya, menegakkan kaki yang kanan, meletakkan kedua tangan di atas kedua paha atau lutut
k.duduk diantara dua sujud
l.Sujud kedua dengan mengucapkan takbir, dan mengerjakan seperti yang dikerjakan pada sujud pertama.
m.salam
3.
HapusA.innallaha yuhibbut-tawwabina wa yuhibbul-mutatahhirina.
Artinya:Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 222).
Wa siyabaka fatahhir. War-rujza fahjur.
Artinya:“ Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.” (Q.S. Al-Muddasir/74 : 4-5).
“Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih/suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orangorang yang suci.” (H.R. Baihaqi).
B. Alsannya memilih 2 ayat al-qur'an tersebut karena sebagai mahluk yang ingin di sukai dan di cintai oleh Allah ,maka kita harus melakukan perbuatan atau sikap yang memang di aukai oleh-Nya salah satunya itu dengan bertaubat dan mensucikan diri dari segala perbuatan dosa san maksiay selain itu juga di jelaskan pada ayat ke 2 dalam Q.S al-Muddasir ayat 4-5 dijelaskan bahwa selain diri yang harus di sucikan pakaian yang kita kenakan pun harus suci dari najis , dan alasan saya memilih hadist itu adalah karena diterangkan begitu jelas bahwa agama islam itu adalah agama yang bersih suci dan menyukai orang-orang yang suci dan bersih dari dosa dan perbuatan-perbuatan maksiat dan syurgapun bagi orang-orang yang suci dan bersih.
Nama In-in Yusup Sapitri
HapusKelas Muamalah A
NPM 17110011
Nama: Nurmi Rojiah
BalasHapusNpm: 17110015
Prodi: Hukum Ekonomi Syariah (A)
1. 1. Niat. Nawaitul wudhu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa.
2. Tasmiyah (membaca bismillah)
3. Mencuci kedua telapak tangan
4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung
5. Membasuh muka
6. Membasuh kedua tangan sampai siku
7. Mengusap kepala dan telinga. "Dan usaplah kepala-kepala kalian" (al-maidab:6)
8. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. "Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki" (almaidah:6)
9.tertib
10. Berdoa yakni membaca doa yang di ajarkan nabi saw. "Asybadu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu Anna muhammadan abdullahi wa rasuulahu. Allabummaj 'alni minattawwabina waja'alni minal mutathotihirrin.
No 2. 1. Membaca takbiratul ihram, dengan mengucapkan, “Allahu Akbar” seraya mata memandang tempat sujudnya. Dari ‘Aisyah ra berkata, “Adalah Rasulullah saw jika membuka shalat dengan membaca takbiratul ihram,”
BalasHapus(HR. Muslim)
Dari Anas bin Malik ra berkata, “Rasulullah bersabda, “Apakah sebabnya kaum-kaum itu mengangkat pandangannya ke langit ketika shalat. Lalu Rasul mempertegas sabdanya itu dengan bersabda, ”Hendaklah mereka berhenti dari (pandangannya ke langit) itu, atau pandangan mereka dicabut.”
(HR. Bukhari)
2. Mengangkat kedua tangannya ketika takbir sampai sejajar dengan kedua bahunya atau sampai sekitar kedua telinganya. Abi Humaid As-Sa’idi berkata, “Aku melihat Rasulullah saw ketika bertakbir beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya,”
(HR. Bukhari)
3. Meletakkan kedua tangan di atas dada. Dari Wail bin Hujr ra berkata, “Aku telah memperhatikan benar kepada shalat Rasulullah saw, bagaimana cara ia shalat, maka aku melihat kepadanya, diletakakannya tangannya yang kanan di atas belakang tangannya yang kiri, memegang pergelangan tangan dan hasta tangan kiri itu,”
(HR. Abu Daud)
4. Disunnahkan membaca do’a istiftah (pembuka), yaitu “Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna sholaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamatii lillaahi robbil ‘aalamiin, laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
(HR. Muslim dari Ali bin Abi Thalib ra)
Nama:Nizar Fatturrohman
BalasHapusNPM : 17110014
Kelas: muamalah A
Jawaban
No 1
1. Niat
"Nawaitulwhudu'a lirof'il hadasil asgorifardu lilahi ta'ala"
2.membersihkan telapak tangan dan di sela sela jari dengan air.
Allohummafad yadaya mimma'asika kullihaa
3.membersihkan mulut
Allohumma ainni 'ala dikzrika wa syukrika wa Husni ibadatika
4.membersikan hidung
Allohumma arihni roihatal jannari wa anta Anni rodlin.
4. Membersihkan wajah, batas wajah adalah bagian atas tempat tumbuhnya rambut, bagian samping yaitu telinga , bagian bawah yaitu bagian dagu. Dan niat wudhu
Nawaitu wudlu A lirof'il hadasil ashgori fardlunlillahi taala
Allohumma bayyidl wajhi yauma tubayyidl watas waddu wujuh.
5.membasuh tangan kanan sampai siku(lebih utama di lebihkan)
Allohumma a'tini kitabi butanini wahasibni kitabayyasiro
6.membasuh tangan kiri
Allohumma laa tu'tini kitabi bisyimali aumin waroin dohri.
7.mengusap yang ada di kepala(rambut,maupun kulit)
Allohumma harum sya'ri wa basyari 'alan naar
8. Membasuh kedua telinganya
Allohumma j'alni minal ladziina yastamiuuna fayattabi'una ahsanah
9. Membasuh kaki kanan tiga kali
Allohumma qodamaya 'ala shirotil Mustaqim
10. Membasuh kaki kiri 3 kali
Allohumma
Doa setelah wudhu
Asyhadu Alla ila ha illalloh wa asyhadu Anna Muhammad ar Rasullullah. Allohumma j'alni Mina tawabina waj alni minal mutatohirin.
No.2
TATA CARA SHOLAT
1. Membaca niat
2. Takbiratul ihram sembari membaca niat
3. Berdiri tegak bagi yang mampu, boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
4. Membaca surah Al-Fatiha
5. Ruku’
6. I’tidal
7. Sujud
8. Duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah.
9. Duduk tasyahud akhir dengan thuma’ninah.
10. Membaca tasyahud akhir.
11. Membaca shalawat kepada Nabi dan kepada keluarganya pada tasyahud akhir.
12. Membaca salam yang pertama.
13. Tertib; berurutan dalam mengerjakan rukun-rukun shalat.
Catatan: Sekurangnya tumaninah adalah membaca tahmid
No.3
A. 1. Innalloha yuhibbuttawwabiina wayuhibbul mutatho hhiriin.
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
2. Wastiyaa baka fathohhir, warruja fahjur.
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
3. Hadis
Atthoharothu syarthul iimaan
Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim). Dalam kitab tankihul qaul
B. karena ke 3 dalil tersebut menerangkan bahwa Islam itu agama yang bersih, sebab Allah SWT sangat senang kepada yang suka membersihkan dirinya baik secara lahir maupun batin.
5. membaca fatihah bagi yang mampu, karena Nabi saw bersabda, “Tidaklah sah shalat yang tidak membaca fatihah didalamnya.”
BalasHapus(HR. Bukhari Muslim dari Ubadah bin Shamith ra) dan mengucapkan sesudahnya “Amiin”. Nabi bersabda, “Jika imam selesai membaca “Ghoiril maghzhuubi ‘alaihim wa ladh-dhoolliin” maka ucapkanlah “Amiin” karena barangsiapa ucapannya tepat dengan ucapan malaikat, maka dosa-dosa masa lalunya diampuni.”
(HR. Bukhari)
6. kemudian membaca surat yang mudah.dalam dua rakaat pertama, jika shalat lebih dua rakaat maka rakaat berikutnya cukup membaca Fatihah saja. Bahwasanya Nabi saw membaca Ummul Kitab (Alfatihah) dan dua surat pada shalat zhuhur, dan pada rekaat berikutnya (dua rakaat terakhir) dengan Ummul Kitab saja. Kadang-kadang beliau memperdengarkan Al-Qur’an kepada shahabat (dalam shalatnya -yang jahriyah-)
(HR. Muttafaq ‘Alaih).
2. Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat. (HR. Bukhari)
BalasHapus1. Takhbiratul ihram. "Dan wajib menyertakan niat dengan takbiratul ihram, karna hal itu adalah kewajiban pertama yang dilaksanakan dalam sholat" (kasyufaf as-saja halama 65)
3. Bersedekap. Setelah mengucapkan takbiratul ihram, tangan bersedekap. Meletakkan tangan diatas tangan kiri.
4. Membaca doa iftitah. Setelah melakukan posisi bersedekap dengan sempurna, diam sejenak sebelum membaca doa iftitah yang dalam istilah lain disebut dengan tawajjuh.
5. Membaca surat alfatihah. Setelah membaca doa iftitah, dianjurkan untuk diam sejenak kemudian membaca surat alfatihah. Membaca ta'awwudz, membaca basmalah, membaca amin
6. Membaca ayat alquran
7. Ruku. "Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku (albaqarah:43)
8. I'tidal. "Allah ta'aala maha mendengar kepada semua hamba yang memuji-nya"
9. Sujud pertama disetiap rakaat
10. Duduk diantara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangun atau berdiri dari sujud
13. Duduk dan membaca tasyahhud pertama
14. Duduk dan membaca tasyahhud akhir
15. Salam
7. Ruku’ dengan membaca takbir “Alloohu Akbar”, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahunya atau kedua telinganya, kepalanya diluruskan dengan punggungnya, kedua tangannya diletakkan di kedua lututnya dengan merenggangkan jari-jari (tangannya), serta thuma’ninah dan mengucapkan, “Subhaana rabbiyal azhiimi” dan yang utama diulang tiga kali (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud ra) atau lebih banyak, dan disunatkan jika menambahi bacaan dengan “Subhaanaka Alloohumma wa bihamdika Alloohummaghfirlii.” (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah ra) 8. Mengangkat kepala dari ruku’ (I’tidal), dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu atau kedua telinga dengan mengucapkan, “Sami’alloohu liman hamidah” baik ketika berjama’ah maupun sendirian dan ketika sudah berdiri membaca, “Robbanaa walakalhamdu”
BalasHapus(HR. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah ra) 9. Sujud dengan membaca takbir “Alloohu Akbar”, mendahulukan (meletakkan) kedua lututnya sebelum kedua tangannya, “Adalah Nabi jika ia sujud, meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari Wail bin Hujr)
Nama : burhanudin
BalasHapusMata kuliah : fiqh ibadah
Nmp : 17110004
(1.) Berhudu yang di contohkan oleh nabi adalah
1. Memulai berhudu dengan niat.Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu
2. Tasmiyah (membaca bismillah)
Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu.
3.mencuci kedua telapak tangan
harus rata dan harus ke basuh semua nya sampai dengan sikut
4. Berkumur kumur dan membasuh hidung . Mengambil air secukup nya lalu bersihkan /atau berkumur kumur sebanyak 3 kali
5. Membasuh muka sambil menyela nyela jenggot dengan sebanyak 3 kali atau sampai rata. Batasan nya dari mulai jidat sampai dengan dagu
6. Membasuh kedua tangan sampai siku. Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku,
7. Mengusap kepada, telinga dan sorban. Usap lah kepala atau ramput sampai 3 kali
8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki.usap lah kaki sampai mata kaki sampai rata
9. Tartib. Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan)
Doa hudhu
1. Doa ketika membasuh dua pergelangan tangan:
Allohummahfidz Yadayya Min Ma'asyika Kulliha
2. Doa ketika berkumur:
Allohumma a'inni 'Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni 'Ibadatika
3. Doa ketika membasuh hidung:
Allohumma Arihni Roihatal Jannati wa anta annii rodliin
4. Doa ketika membasuh muka (setelah membaca niat wudhu dalam hati):
Allohumma bayyid wajhiy yauma tabyadu wujuuh wa taswaddu wujuuh
5. Doa ketika basuh tangan kanan
Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro
6. Doa ketika membasuh tangan kiri:
Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro,i dzohri
7. Doa saat mengusap rambut/kepala:
"Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku daripada neraka.
8. Doa ketika membasuh dua telinga:
Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
9. Doa saat membasuh kaki kanan:
Allohumma Tsabbit Qodamayya 'Alaas Syirothi yauma tutsabbitu fiihi Aqdama 'ibaadikas shoolihiin
10. Doa saat membasuh kaki kiri:
Allohumma laa tazillu Qodamayya 'Alaa Syirothi fin naar yauma tazillu fiihi Aqdamul munaafiqiina wal musyrikiina
Nama dini maulidatu syaidah
BalasHapusMuamalah (A)
Npm 17110006
1. Memulai wudhu dengan niat
"Wawaitul udhu-a liraf'll hadatasil asghari fardhallilahi ta'alla "
2.taamiya (membaca basmlah )
3.mencuci kudua telapak tangan
4.berkumur dan menghirup air ke hidung .
5.membasuh muka sambil menyela nyela jenggot.
6.membasuh kedua tangan sampai siku .
7.mengusap kepala,telinga.
8.membasuh kedua kaki sampai kedua mataa kaki
9.tertib
10.berdoa.
"Asyhadu anla ilaha illah wa asyhadu anna muhammadan abdullahi wa rasulahu .Llohumaj alni minattawabina wajalni minal mutatogirin "
Nama dini maulidatu syaidah
BalasHapusMuamalah (A)
Npm 17110006
1. Memulai wudhu dengan niat
"Wawaitul udhu-a liraf'll hadatasil asghari fardhallilahi ta'alla "
2.taamiya (membaca basmlah )
3.mencuci kudua telapak tangan
4.berkumur dan menghirup air ke hidung .
5.membasuh muka sambil menyela nyela jenggot.
6.membasuh kedua tangan sampai siku .
7.mengusap kepala,telinga.
8.membasuh kedua kaki sampai kedua mataa kaki
9.tertib
10.berdoa.
"Asyhadu anla ilaha illah wa asyhadu anna muhammadan abdullahi wa rasulahu .Llohumaj alni minattawabina wajalni minal mutatogirin "
Nama :Ari zulkipli
BalasHapusNpm :17110002
Kelas: muamalah A
Jawaban
No 1
.wudlu adalah cara mensucikan dari hadast kecil dan menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Berikut adalah tata cara berwudhu:
Niat wudhu
Nawaitu wudhu'a lirof'il hadasil asgori fardulillahitaalla
Do'a membasuh muka
Allohuma bayid wajhi tabyadu wujuhu watabyadu yadu wujuhu.
2.membersihkan telapak tangan dan di sela sela jari dengan air.m membersihkan kanan kanan
Allohummafad a'tini kitabi butanini hisaba yasiro.
Membersihkan tangan kiri
Allohumma latutini kitabi butanini wa'asibni hisaba yasiro.
3.membersihkan mulut
Allohumma ainni 'ala dikzrika wa syukrika wa Husni ibadatika
4.membersikan hidung
Allohumma arihni roihatal jannari wa anta Anni rodlin.
4. Membersihkan wajah, batas wajah adalah bagian atas tempat tumbuhnya rambut, bagian samping yaitu telinga , bagian bawah yaitu bagian dagu. Dan niat wudhu
Nawaitu wudlu A lirof'il hadasil ashgori fardlunlillahi taala
Allohumma bayyidl wajhi yauma tubayyidl watas waddu wujuh.
5.membasuh tangan kanan sampai siku(lebih utama di lebihkan)
Allohumma a'tini kitabi butanini wahasibni kitabayyasiro
6.membasuh tangan kiri
Allohumma laa tu'tini kitabi bisyimali aumin waroin dohri.
7.mengusap yang ada di kepala(rambut,maupun kulit)
Allohumma harum sya'ri wa basyari 'alan naar
8. Membasuh kedua telinganya
Allohumma j'alni minal ladziina yastamiuuna fayattabi'una ahsanah
9. Membasuh kaki kanan tiga kali
Allohumma qodamaya 'ala shirotil Mustaqim
10. Membasuh kaki kiri 3 kali
Allohumma
Doa setelah wudhu
Asyhadu Alla ila ha illalloh wa asyhadu Anna Muhammad ar Rasullullah. Allohumma j'alni Mina tawabina waj alni minal mutatohirin.
No.2
TATA CARA SHOLAT
1. Membaca niat(hukumnya Sunnah)
2. Takbiratul ihram sembari membaca niat
3. Berdiri tegak bagi yang mampu, boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
4. Membaca surah Al-Fatihah pada tiap-tiap raka’at.
5. Ruku’ dengan thuma’ninah.
6. I’tidah dengan thuma’ninah.
7. Sujud dengan kali dan thuma’ninah.
8. Duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah.
9. Duduk tasyahud akhir dengan thuma’ninah.
10. Membaca tasyahud akhir.
11. Membaca shalawat kepada Nabi dan kepada keluarganya pada tasyahud akhir.
12. Membaca salam yang pertama.
13. Tertib; berurutan dalam mengerjakan rukun-rukun shalat.
Catatan: Sekurangnya tumaninah adalah membaca tahmid
No.3
A. 1. Innalloha yuhibbuttawwabiina wayuhibbul mutatho hhiriin.
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
2. Wastiyaa baka fathohhir, warruja fahjur.
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
3. Hadis
Atthoharothu syarthul iimaan
Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim). Dalam kitab tankihul qaul
B. karena dalil tersebut adalah dalil yang paling kuat untuk dijadikan hukum serta yang paling mudah di hafal. Meski mudah di hafal pengamalan nya sangat sukar untuk dilakukan.
3. A. 1) "sesungguhnya allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (QS. Al-baqarah: 222)
BalasHapus2) "dan pakaianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa tinggalkanlah." (QS. Al-muddasir:4-5)
3) "kesucian adalah sebagian dari iman." (HR. Muslim, bab Fad Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834)
B. Karna dalam surat al-baqarah dan surat muddasir mencakup tentang kebersihan kesucian dan kebersihan kesucian merupakan sebagian dari iman.
10. Mengangkat kepala (bangun) dari sujud dan membaca takbir, “Alloohu Akbar”, dengan duduk iftirasy yaitu menghamparkan kakinya yang kiri (diduduki) dan menegakkan kakinya yang kanan menghadapkan ujung jari kaki ke kiblat
BalasHapus(HR. Muslim dan Baihaqi dari Aisyah ra,.), 11. Sujud yang kedua dengan membaca takbir “Alloohu Akbar”, dan melakukan sujudnya seperti sujud yang pertama.
12. Bangun (mengangkat kepala) dari sujud membaca takbir “Alloohu Akbar”, dan duduk sebentar yaitu duduk istirahah (istirahat), dan ini sunat, jika ditinggalkan tidak mengapa, tidak ada bacaan atau do’a. Kemudian berdiri untuk rekaat kedua dengan bantuan kedua lutut jika itu mudah dilakukannya, jika sulit, maka boleh dengan bantuan tangan ke tanah (lantai) kemudian membaca fatihah dan membaca apa (surat) yang mudah (bisa) dari Al-Qur’an, kemudian melakukan apa yang telah dilakukan seperti pada rekaat pertama. 13. Sifat duduk tasyahdud awal dan akhir
Wa’il bin Hujr berkata tentang sifat shalat Rasulullah saw. : “Jika (yang shalat, yakni Rasulullah saw.) duduk setelah dua raka’at, beliau menelentangkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya, meletakkan tangan kanan pada paha kanannya, menegakkan jari (telunjuknya) untuk berdo’a dan meletakkan tangan kiri pada kaki kirinya.” (HR. Imam Nasa’i) 14. Salam ke kanan dan ke kiri;
Jawaban lanjutan burhanudin:
BalasHapus2.
– Rasulullah SAW apabila berdiri hendak mengerjakan shalat beliau menghadap Ka’bah berdiri dekat sutrah (sutrah ialah sesuatu yang dijadikan sebagai pembatas yang berada di depan orang yang sedang shalat, seperti dinding masjid, tiang dan seterusnya) dan beliau pernah bersabda, “Sesungguhnya segala amal hanya bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya.”
Kemudian Rasulullah memulai shalatnya dengan ucapan “ALLAHU AKBAR” sambil mengangkat kedua tangannya, kemudian meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dan diletakkannya pada dadanya, kemudian mengarahkan pandangan matanya ke lantai. Kemudian memulai bacaannya dengan do’a iftitah (do’a iftitah banyak macamnya). Dalam do’a ini beliau memuji, mengagungkan dan menyanjung Allah.
Kemudian membaca ta’awudz, berlindung kepada Allah dan godaan syaitan yang terkutuk. Kemudian membaca BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM dengan lirih (tidak mengeraskan), lalu membaca surah al Fatihah, ayat demi ayat. Kemudian apabila selesai membaca al-Fatihah Rasulullah mengucapkan AAAMIIN dengan suara lantang dan panjang. Setelah itu membaca surah yang lain, kadang-kadang Rasulullah membaca surat yang panjang dan kadang-kadang surah yang pendek.
Rasulullah SAW mengeraskan bacaan ayat pada waktu shalat shubuh, dua rakaat pertama shalat maghrib dan isya’; dan beliau membaca ayat al-Qur’an dengan lirih (tidak mengeraskan suaranya) waktu shalat zhuhur, ashar, raka’at tiga dan shalat maghrib dan dua raka’at terakhir dan shalat isya.
Beliau juga mengeraskan bacaan ayat al-Qur’an pada shalat Jumah, Idul Fitri, Idhul Adha, istisqa (shalat minta hujan), dan shalat gerhana.
Nabi menjadikan dua raka’at terakhir lebih pendek daripada dua raka’at pertama, kira-kira separuhnya, atau kira-kira membaca lima belas ayat, atau kadang-kadang pada dua raka’at terakhir tersebut hanya membaca surat Al-Fatihah saja.
Kemudian apabila selesai membaca surah selain al-Fatihah, Rasulullah SAW melakukan saktah (diam sejenak) lalu mengangkat kedua tangannya, bertakbir dan kemudian ruku’. Ketika ruku’ Rasulullah meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua lututnya dengan merenggangkan jari-jari dan menekankan kedua tangannya pada kedua lututnya seakan-akan beliau menggenggam kedua lututnya.
Rasulullah merenggangkan kedua sikunya dan kedua lambungnya, dan meluruskan tulang punggungnya dan meratakannya hingga andaikata dituangkan air di atasnya, niscaya air tersebut tidak jatuh dan punggungnya.
Beliau ruku’ dengan tuma’ninah sambil membaca “SUBHAANA RABBIYAL AZHIIMI,” 3x. dan kadang-kadang beliau membaca dzikir yang lain. Pada waktu ruku’ dan sujud dilarang oleh beliau membaca ayat al Qur’an.
Kemudian Nabi mengangkat tulang shulbinya (punggungnya) dan ruku’ sambil mengucapkan “SAMI ALLAAHU LIMAN HAMIDAH” (artinya semoga Allah mendengar bagi orang yang memujinya) beliau mengangkat kedua tangannya ketika berdiri i’tidal dan mengucapkan RABBANAA WALAKAL HAMDU,” (artinya : Ya Rabb kami, segala puji hanya milik-Mu) dan terkadang Beliau membaca lebih sempurna daripada bacaan ini.
Setelah itu, beliau bertakbir sambil turun untuk sujud, dan meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya. Rasulullah bertumpu pada kedua telapak tangannya yang terbuka dan merapatkan jari-jarinya serta diarahkan ke arah Kiblat. Beliau menempatkan kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya dan kadang-kadang sejajar dengan kedua telinganya. Beliau menekankan hidung dan dahinya pada lantai dan Rasulullah saw. bersabda, “Aku diperintah sujud di atas tujuh tulang: di atas dahi dan beliau menunjuk dengan tangannya pada hidungnya, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung jari kedua kaki.”
Dalam haditsnya yang lain. Nabi SAW bersabda, “Sama sekali tiada shalat bagi orang (yang shalatnya) tidak menempelkan hidungnya pada lantai sebagaimana ia menempelkan keningnya.”
Beliau sujud dengan tuma’ninah sambil mengucapkan “SUBHAANA RABBIYAL A’LAA’ 3x. Dan kadang-kadang beliau membac
Jawaban lanjutan burhanudin :
BalasHapusKetika beribadah, kebersihan badan, pakaian dan tempat merupakan salah satu syarat sahnya ibadah shalat. Adapun kebersihan rohani, misalnya meninggalkan perbuatan dosa, ikhlas dalam beribadah, dan membersihkan hati dari berbagai macam penyakit hati, misalnya sombong, iri, dengki, riya', nifaq, fitnah, khianat dan sebagainya. Firman Allah swt.:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah : 6)
Hadis:
اِنَّ ﷲَتَعَالَى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةُ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَّادٌ يُحِبُّ الْجُوْدَ فَنَظَّفُوْااَفْنِيَتَكُمْ ٠﴿رواه التّرمذى
Artinya : “Sesungguhnya Allah itu baik, mencintai kebaikan, bahwasanya Allah itu bersih, menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah menyukai keindahan, karena itu bersihkan tempat-tempatmu”. (HR. Turmudzi)
Nama : Yanda Suhandani
BalasHapusNPM : 17110045
Prodi : Hukum Ekonomi Syariah
Jawaban no. 3
1. innallaha yuhibbut-tawwabina wa yuhibbul-mutatahhirina.
Artinya:Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 222).
Wa siyabaka fatahhir. War-rujza fahjur.
Artinya:“ Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.” (Q.S. Al-Muddasir/74 : 4-5).
2. “Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih/suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orangorang yang suci.” (H.R. Baihaqi).
3. “Kesucian
adalah syarat iman.” (H.R. Muslim: 328).
No 3. Dalil-dalil Tentang Kebersihan
BalasHapusSebagian besar pesan kebersihan dalam ayat-ayat Qur’ani dikaitkan dengan shalat, taubat, dan perintah menjauhi kemaksiatan. Misalnya, dalam Firman Allah SWT:
يا أيها الذين أمنوا إذا قمتم إلى الصلاة فاغسلوا وجوهكم وأيديكم إلى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم إلى الكعبين وإن كنتم جنبا فاطهروا (الماءدة: 6)
“Hai orang-orang yang beriman, bila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapuhlah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah. (Q.S al-Maidah: 6).
Dalam satu ayat, yang menurut suatu riwayat merupakan ayat yang pertama kali turun, disebutkan perintah membersihkan pakaian.
يا أيها المدثر () قم فأنذر ( ) وربك فكبر ( ) وثيابك فطهر ( )
“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu Agungkanlah! Dan Pakaianmu bersihkanlah. (Q.S al-Mudatsir).
Ath-Thabari mengatakan bahwa maksud dari kalimat “Pakaianmu Bersihkanlah” adalah jangan kau gunakan pakaianmu dalam berbuat kemaksiatan dan penipuan. Berarti dalam hal ini, perintah membersihkan pakaian merupakan kinayah (kiasan) agar seseorang tidak berbuat dosa dan ingkar janji.
Fungsi dan hikmah diturunkannya air ke muka bumi adalah agar umat manusia mempergunakannya untuk bersuci. Dalam al-Qur’an dijelaskan:
إذ يغشيكم النعاس أمنة منه وينزل عليكم من السماء ماء ليطهركم به (الأنفال: 11)
“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dari hujan itu.” (Q.S al-Anfaal: 11)
Kebersihan dan kesucian disebutkan berulang kali dalam AlQur’an. Ini membuktikan bahwa Allah sangat memperhatikan dan ingin mengukuhkan betapa pentingnya arti kebersihan bagi hamba-Nya. Rasulullah SAW menempatkan bersuci sebagian dari iman. Ini sesuai dengan hadits:
الطهور شطر الإيمان ( رواه مسلم )
“Kebersihan adalah sebagian dari (cabang) keimanan.” (H.R Muslim no: 223)
Yang dikehendaki dengan keimanan, menurut ath-Thaibi dalam hadits di atas adalah ‘cabang keimanan’. Dari jumlah cabang iman yang begitu banyak, bersuci adalah salah satunya. Pemahaman ath-Thaibi didasarkan pada sebuah hadits yang menaytakan “Keimanan itu berjumlah lebih dari tujuh puluh cabang”. Lebih jelasnya, at-Thaibi menuturkan, kebersihan lahir merupakan tanda akan kebersihan batin. Kondisi yang tampak (lahir) merupakan cerminan dari yang tidak tampak (batin). Jika membersihkan anggota lahir dapat mensucikan dari najis dan hadats, begitu pula kebersihan batin (dengan cara bertaubat) akan dapat menghantarkan pada kekuatan Iman kepada Allah. Karena alas an inilah, Allah merangkai taubat dengan kebersihan dalam Firman-Nya:
إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين (البقرة: 222)
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dang menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S Al-Baqarah: 222)
Al-Ghazali memaparkan empat tingkatan dalam kebersihan. Yang pertama adalah kebersihan anggota lahir dari hadats dan kotoran-kotoran. Tingkat pertama ini adalah batas minimal yang harus dimiliki oleh setiap orang yang akan mengerjakan ibadah shalat. Tingkat kedua adalah kebersihan anggota tubuh dari dosa dan kejahatan. Ketiga, kebersihan hati dari akhlak tercela dan sifat-sifat yang dimurkai. Dan keempat, kebersihan sir (hati) dari selai Allah.
Keempatnya dianggap sama pentingnya dalam ajaran agama Islam. Namun demikian, dalam pandangan al-Ghazali dan para tasawwuf lainnya, tingkat keempat ini merupakan puncak dari berbagai tingkatan kebersihan yang ada di dalam Islam. Kebersihan hati sangatlah penting. Karena dengan hati yang bersih seseorang akan mudah tergerak untuk melakukan kebaikan. Oleh karena itu, kebersihan hati merupakan dasar segala perbuatan baik yang paling harus menjadi prioritas. Wallahu A’lam
Nama : elshandy radiansyah
BalasHapusProdi : muamalah (a) semester 1
Npm: 17110007
Jawaban nmor 1.
Wudhu adalah menggunakan air yang suci dan mensucikan dengan cara yang khusus di empat anggota badan yaitu, wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki.
Adapun tata cara wudhu ada 6
1. Niat ketika berwudhu adalah ketika mau melaksanakan wudhu. Adapun niatnya nawaetul wudu'a lirop'il hadashil asgori lillaahiiii tangalaa.
2. Membasuh muka dari pertama tumbuh nya rambut sampai dagu. Tiga kali basuhan adapun doa nya. Allohumma bayyid wajhi yauma tabyaddu wujuhu qatas waddu wujuhh.
3. Yang ketiga membasuh kedua tangan. Dan di dahulukan tangan kanan dan kiri sampai siku 3 kali. “dan kedua tanganmu hingga siku”. (Surah Al-Ma’idah : 6)
Doa membasuh tangan : Allohummah fadz Yadayya Min Ma'asyika Kulliha.
4. Mengusap rambut dari depan sampai belakang. Sebanyak 3 kali. Adapun doa nya: Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari.
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Adpun doa kaki kanan: Allohumma Tsabbit Qodamayya 'Alaas Syirothi yauma tutsabbitu fiihi Aqdama 'ibaadikas shoolihiin.
Doa kaki kiri: Allohumma laa tazillu Qodamayya 'Alaa Syirothi fin naar yauma tazillu fiihi Aqdamul munaafiqiina wal musyrikiina.
6.tartib: ngahelakeun anu tihela manerikeun anu paneri.
Setelah selesai berwudhu mengucapkan do’a sebagaimana yang diajarkan Nabi berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Umar, katanya, “Berkata Rasulullah, ‘Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan meyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan:
Asyhadu allaa ilaaha illallooh wahdahulaa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.
Jawaban nomor 2.
Hapustentang tata cara sholat sebagaimana diajarkan oleh Nabi Shollallaahu ‘alaih wa sallam, yang mana tata cara ini sudah umum dilakukan oleh kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah
Menurut ahli sunnah wal jama'ah dalam kitab safinah ada 17 tata caranya :
1. Niat
2. takbiratul ihram
3. berdiri bagi yang mampu(ketika) dalam sholat fardu
4.membaca al-fatihah
5.rukuk
6.thumakninah dalam rukuk
7.iktidal (berdiribangun dari rukuk)
8.thumakninah dalam iktidal
9.sujud dua kali
10.thumakninah dalam sujud
11.duduk diantara dua sujud
12.thunakninah dalam duduk diantara dua sujud
13.membaca tasyahud akhir
14.duduk (ketika membaca) tasyahud akhir
15.membaca sholawat pada nabi muhammad saw. dalam duduk tasyahud akhir
16.(membaca) salam
17.tertib (mengerjakan secara berurutan)
Jawaban nomor 3
HapusDali al-qur’an tentang kesucian dan kebersihan.
1. Dalil pertama.
iz yughosysyiikumun-nu'aasa amanatam min-hu wa yunazzilu 'alaikum minas-samaaa`i maaa`al liyuthohhirokum bihii wa yuz-hiba 'angkum rijzasy-syaithooni wa liyarbitho 'alaa quluubikum wa yusabbita bihil-aqdaam.
"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 11).
2. wa siyaabaka fa thohhir
"dan bersihkanlah pakaianmu,"
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 4)
B. Hadist innalloha toyyibun yuhibbu toyyiba nadhipu yuhibbu nadhopahta karimun yuhibbil karomad jawwaadun juhibbul juuda panaddhipu
Paniya takum ( hr: tirmizi)
" sesungguhnya alloh itu suci dan menyukai org suci. Dan dia maha bersih dan menyukai kebersihan. Dia maha mulia yg menyukai kemuliaan, dia maha indah dan menyukai keindahan karna itu bersih kan lah tempat-tempatmu. (HR Tirmizi).
Jadi penjelasan hadist tersebut adalah bahwasanya alloh itu suci dan menyukai org suci, jadi ketika yg suci pertemu dgn yg suci maka akan semakin suci dan alloh juga maha bersih maha mulia dan maha indah. Maka kehidupan kita pula jangan terlepas dari yg namanya kesucian, dan kebersihan.
3. Q.s al muddasir 4-5
BalasHapus"Dan pakaian mu bersihkan lah dan perbuatan dosa tinggalkanlah .
Q.s an nisa 43
"Dengan demikian kebersihan merupakan salah satu ajaran islam yang harus di perhatikan dan diamal kan dalam kehidupan sehari hari .
H.r muslim kesucian adalah syariat iman.
b. Alasan saya memilih kudua ayat dan hadis di atas karena menurut saaya hadis dan ayat diataas patut di benarkan dan di amalkan juga baik..
Mama:wildan fikarudin
BalasHapusKls:muamalah (A)
Prodi:(Hukum ekonomi syariah)
Mata kuliah:fikih ibadah.
Jawaban. No (1)..
Tata cara whudu Yang di ajarkan oleh rosul yaitu.
Yang mana di jelaskan dalam kitab safinah.Ada 6 sedangkan whudu di dalam alquran Ada 4 Yang wajib nya. sedangkan niat Dan tertib itu di tambahkan oleh para ulama..whudu Yang d ajarkan rosul..
1.niat. ketika berbicara niat nabi mengatakan dalam kitab hadist arbain..inamal amalu biniat..mama segala segala perbuatan itu d awali harus dengan niat.. niat ketika whudu yaitu ketika pas mau memulai dalam whudu..yang mana doa niat adalah- Nawaetu rofal hadasil asgori pardu lilahhitaala..
2.membasuh muka.Yang mana batasan membasuh muka adalah.dari atas sampai rambut jadi dari bawah sampai dagu dari sampling antara kedua telinga.Yang mama do a nya adalah..
Allohuma bayid wajhi yaumatabyadu whudu.u watas wadu wujuhu.
3.membasuh kedua tangan.Yang mana batasan membasuh kedua tangan adalah sampai siku dua dua nya.karena batesan siku tidal jelas maka harus di lebihi membasuh nya..Yang mana doa dark pads membasuh tangan Ada dua anatara Yang kanan Dan Yang kiri..
*doa basuh tangan kanan.Allohuma atini kitabi biyamini wahasibni hisabay yasiro..
*doa basuh tangan kiri.Aloohuma latutini kitabi bisimali aomi waroidohri.
4.membasuh rambut..yang mana di kalau do jelaskan dalam kitab atadhib itu adalah mashu saiin Mina rosi.doa nya adalah.Allohuma harim sari wabasari alanar..
5.membasuh kaki.Yang mana membasuh kaki adalah Yang kanan Dan kiri samapai batasan nya adalah kedua mata kaki Yang kiri Dan kanan.doa nya Ada dua yang kanan Dan kiri.
*doa kaki kanan.Allohuma sabit kodamaya Ala sirotim,mustaqim.
*doa kaki kiri.Allohuma sabit qodami.. yaoma tazilu fihi min ibadika solihin.
6.tertib..nah ketika berbicara tertib adalah..mendahulukan Yang d awalkan Dan mengakhirkan Yang akhir..
Kemudian berdoa..do a nya adalah..Allohuma.jalni minatawabina wajalni minal mutatohirina wajalni min ibadika solihin...
Nama : Titi Rohaeti
BalasHapusMata Kuliah : Fiqh Ibadah
NPM : 17110024
1. Tata cara wudhu yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW yaitu :
a. Niat (cukup didalam hati)
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى
“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”
Artinya :“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah.”
b. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا
"Allhamdulillahilaziy ja’alal ma’a tohuro.”
Artinya :“Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci.”
c. Berkumur, sebanyak 3 kali, dengan gerakan utuh membersihkan mulut (bahkan dari sisa-sisa makanan yang masih ada pada mulut)
للَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Allahumma aini alay dzikrika wasukrika wahusni ibadatika.”
Artinya :“Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.”
d.Menghirup Air Ke Hidung
اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الجَـنَّةِ وَاَنْتَ عَنِّي رَاضٍ
"Allohumma Arihni Roihatal Jannati wa anta annii rodliin"
Artinya:"Ya Allah berikan aku penciuman wewangian syurga dan keadaan Engkau terhadap diriku yang selalu meridhoi"
e. Membasuh Muka
اَللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
"Allohumma bayyid wajhiy yauma tabyadu wujuuh wa taswaddu wujuuh"
Artinya:"Ya Allah putihkan wajahku pada hari menjadi putih berseri wajah-wajah kaum muslimin dan menjadi hitam legam wajah-wajah orang kafir"
f. Membasuh Tangan Kanan
اَللّٰهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْر
"Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro"
Artinya:"Ya Allah berikanlah kepadaku kitab amalku dari dari tangan kananku dan hisablah aku dengan penghisaban yang ringan"
g. Membasuh Tangan Kiri
اَللّٰهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَلاَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ
"Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro'i dzohri"
Artinya:"Ya Allah jangan Engkau berikan kepadaku kitab amal dari tangan kiriku atau pada belakang punggungku"
h. Mengusap Rambut Kepala
اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
"Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari"
Artinya:"Ya Allah haramkan rambutku dan kulitku atas api neraka"
i. Membasuh Kedua Telinga
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
"Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu"
Artinya:"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikuti sesuatu yang terbaik"
j.Membasuh Kaki Kanan
اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تُثَبِّتُ فِيْهِ اَقْدَامَ عِبَادِكَ الصَالِحِينَ
"Allohumma Tsabbit Qodamayya 'Alaas Syirothi yauma tutsabbitu fiihi Aqdama 'ibaadikas shoolihiin"
Artinya:"Ya Allah, mantapkan kedua kakiku di atas titian (shirothol mustaqim) pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir"
k. Membasuh Kaki Kiri
اَللّٰهُمَّ لَاتَزِلُّ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِينَ
"Allohumma laa tazillu Qodamayya 'Alaa Syirothi fin naar yauma tazillu fiihi Aqdamul munaafiqiina wal musyrikiina"
Artinya:"Ya Allah jangan kau gelincirkan langkah (pendirianku) pada jalan neraka pada hari digelincirkannya langkah (pendirian) orang-orang munafik dan orang-orang musyrik"
Jawaban lanjutab dari wildan :
BalasHapusJawaban no (2)..
Tata cara shalat Yang di contohkan oleh rosul adalah Yang paling utama solat Yang khosiun.shalat Yang.daimun..
Yang mana Tata cara solat nya adalah Yang d ajarkan rosul Ada 17. Menurut pandangan kitab safinah....
Ada 18 menurut kitab sulamun najat.
Namun lebih rinci Ada 17..Yang mana..?
1.niat
2.takbirotul ikhrom
3.berdiri bagi Yang mampu.
4.baca alfatihah
5.ruku
6.tumaninah dalam ruku.
7.itidal.
8.tumaninah dalam itidal.
9.sujud dua kali
10.tumaninah dalam sujud.
11.duduk di antara dua sujud.
12.tumaninah.dalam duduk do antara dua sujud.
13.membaca tasyahud ahir.
14.duduk ketika membaca tasyahud akhir.
15.membaca shalawat
16.membaca salam.
17.Tertib....
Jawaban lanjutan dari wildan:
BalasHapusJawaban no.(3)..
#.dalil alquran Surat albaqarah ayat 222.inalloha yuhibu tawabina wayuhibul mutatohirin.
Sesungguh nya alloh mencintai orang Yang bertaubat Dan mensucikan diri..
Jadi tapsiran. Ya adalah sungguh alloh me ncintai terhadap orang Yang bertaubat dan mensucikan diri karena ketika bertaubat Dan mensucikan diri mama Akan kembali terhadap kesucian alloh.swt..
#.dalil alquran Surat almudasir.ayat 4-5. Wasiyabaka patohir.warujja.fahjur....Dan pakaian nya bersihkanalah Dan perbuatan dosa tinggalkanlah..
Jadi tapsiran ayat tersebut d atas adalah..Jadi ketika kita mau melaksanakan ibadah hendak nya suci dulu Karena sarat sah dari pada melaksanakan solar adalah harus suci dari pakaian badan Dan juga temp at..Dan juga tinggalkanlah perbuatan dosa...
#Hadist Muslim tentang keberesihan..(Anadzopatu minal iman.)
.keberesihan merupakan sebagian dari iman.
Jadi jikalau kita tidak bersih maka di pertanyakan apakah iman atau tidak.karena ketika berbicara masalah iman iman itu Ada beberapa tingkatan Ada iman (Ian)(taklid)..
Dan juga di sebutkan dalam kitab (subul iman) di dalam. Mukodimah nya bahwa iman paling besar itu paling tinggi itu adalah..mengucapkan lapad lailahailolloh Dan juga tinggkatan iman paling kecil adalah..ngambil duri atau ngambil sampah di jalan.. mama cintailah keberesihan.
(Wassalam)
Nama : Yanda Suhandani
BalasHapusNPM : 17110045
Prodi : Hukum Ekonomi Syariah
Jawaban no. 2
1. Berdiri tegak
Berdiri tegak pada saat shalat fardhu untuk orang yang mampu, Dalilnya terdapat pada firman Allah ‘azza wa jalla QS:Al-Baqarah:238,
Al-Baqarah238
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada HR. Al-Bukhary,
“Shalatlah dengan berdiri…”
2. Takbiiratul-ihraam,
Takbiiratul-ihraam ialah mengucapan: ‘Allahu Akbar’, tidak boleh dengan ucapan atau kata lain.
Takbiiratul-ihraam
3. Membaca Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah merupakan rukun pada setiap raka’at, sebagaimana yang tercantum dalam hadits Muttafaqun ‘alaih,
al fatihah
4. Ruku’
5. I’tidal atau Berdiri tegak setelah ruku’
6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh
7. Duduk di antara dua sujud
membahas Duduk di antara dua sujud terdapat Dalil dari rukun ini ialah firman Allah ‘azza wa jalla QS: Al-Hajj:77,
Duduk di antara dua sujud
8. Thuma’ninah dalam semua amalan shalat
9. Tertib urutan untuk tiap rukun yang dikerjakan
Dalil rukun-rukun ini adalah hadits musii` (orang yang salah shalatnya),
rukuk hadist
10. Tasyahhud Akhir
Tasyahhud akhir termasuk dalam urutan rukun shalat sesuai hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Tadinya, sebelum diwajibkan tasyahhud atas kami, kami mengucapkan: ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih, assalaamu ‘alaa Jibriil wa Miikaa`iil (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya dan keselamatan atas Jibril ‘alaihis salam dan Mikail ‘alaihis salam)’, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Tasyahhud Akhir
Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadits keseluruhannya. Lafazh tasyahhud bisa dilihat dalam kitab-kitab yang membahas tentang shalat seperti kitab Shifatu Shalaatin Nabiy, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy dan kitab yang lainnya.
11. Duduk Tasyahhud Akhir
Membahas tentang Duduk Tasyahhud Akhir, Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh (Muttafaqun ‘alaih),
tasyahud akhir
12. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
13. Dua Kali Salam
Sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dua kali salam,
l.Doa Setelah Berwudhu
BalasHapusاَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
"Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina"
Artinya:"Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci"
NAMA: ESI SUSILAWATI
BalasHapus1. TATACARA BERWUDHU
a. pertama, membaca basmallah dan membaca do'a sebelum wudhu.
" robbi a'udzubika minhamazatissyayati waa'udzubika robbi ayyahdzurun". allohumma inni 'alal islam( sunnah)
b. membasuh ke-2 telapak tangan
" allohummahfad yaddaya bima asiika kulliha"( sunnah )
c. membasuh mulut ( berkumur )
" allohumma inni 'alaa dzikrika wasyukrika wahusni 'ibada tika"( sunnah )
d. membasuh hidung ( membersihkan lubang hidung beserta bulu-bulu hidung ).
" allohumma arihni rohiyyatan jannatan waanta anii rodzin"( sunnah )
e. niat ( sambil mengalirkan air kewajah )
niat disahkan jika didalam hati . niat yang diucapkan hanya untuk memperkuat niat dalam hati.
" nawaetu rof'al hadisilashghori fardhulillahita'ala"
f. membasuh ke-2 tangan . ( sampai siku kedua tangan / disarankan untuk melebihinya).
" allohumma a'tini kitabii biyyamini wahasibnii hisabayyasiro ( tangan kanan). allohumma laatutinii kitabii bissimalii walamiwwala ihdhorii ( tangan kiri )"
g. mengusap rambut
" allohumma harrimsahri 'alannar"( sunnah )
h. mengusap ke-2 daun telinga( sunnah )
" allohumma ja'alni minalladziina yastabi'una kaulan fayastabi'unnal hasanah ( telinga kanan ). allohumma hasminii munal dial jannati filjannati ma'al abraal".
i. membasuh ke-2 kaki sampai matakaki.
" allohumma salbit qodamaya 'ala sirotikal mustaqim ( kaki kanan )
allohumma latunazzilukbihi akdamu minal fikin walmusyrikin ( kaki kiri )".
j. membaca do'a setelah wudhu( sunnah )
"asyhadu anlaa ilaahaillalloh, allohumma ja'alni minattawabina waja'alni minal mutathohirin waja'alni min 'ibadikal sholihin waja'alni saburonsyakuro".
2. tatacara sholat yang sesuai dengan nabi hanya nabi yang tau. tetapi para shohabat mencontohnya dan nabi mengatakan " laksanakanlah sholat, sesuai yang diperintahkan alloh dan nabi langsung mencontohkan nya. sholat menurut bahasa ialah do'a sedangkan menurut syara' ialah msuatu pekerjaan yang diperintah Alloh ( ibadah ) yang diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam.
shohabat memiliki perbedaan dari sisi kanan,dan kiri, depan dan belakang. itulah yang menimbulkan perbedaan do'a, pelaksaan dan pandangan . padahal pada intinya yaitu beribadah kepada alloh dengan melaksanakan perintah alloh salah satunya adalah sholat.
Salah satu tatacara sholat yang diambil dari faham masing-masing yang mencontoh nabi dari suatu sisi.
1. membaca niat ( berniat )
niat dilaksanakan dilaksanakan didalam hati.
2.berdiri bagi yang mampu
3. takbir
4. membaca al-fatihah
5. rukuk
6.tumaninah dalam rukuk
7. sujud
8. tumaninah dalam sujud
9. duduk diantara 2 sujud
10. tumaninah diduduk antara 2 sujud
11. tasyahud awal
12. tumaninah diduduk tasyahud awal
13. tasyahud akhir
14. tumaninnah ditasyahud akhir
15. membaca sholawat
16. membaca salam
17. tertib. ( mendahulukan yang harus didahulukan mengakhirkan apa yang harus diakhirkan ).
3. hadist dan firman Alloh yang mencangkup kebersihan dan bersuci
Hapus- dari abu malik al-asariy berkata:
Rosululloh SAW berkata:
"kesucian adalah iman "( H.R. MUslim )
arti dari hadist tersebut kita dapat mempunyai pertanyaan, kenapa suci itu termasuk iman.
karena ALLOH telah banyak berfirman dalam al-quran yang menganjurkan kita bersuci, terutama menyucikan diri dari sesuatu yang kotor . agama islam itu indah dan bersih .
- dari sa'ad bin al-musayyib dari rosululloh saw beliau bersabda:" sesungguhnya ALLOH SWT itu suci dan yang menyukai hal-hal yang suci, dia maha bersih yang menyukai kemulyaan . Dia maha indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu dan jangan meniru orang yahudi." ( H.R. TIRMIZI ).
- ROSULULLOH SAW jugha pernah bersabda " fitrah manusia ada 5 yaitu dikhitan, mencukur rambur kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku (tangan dan kaki ) .serta mencabuti bulu ketiak " (H.R. BUKHARI )
- ANNISA : 43
"YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUU LAA TAQROBUUSHSHOLAATA WAANTUM SUKAAROO HATTAA TA'LAMUU MAA TAQUULUUNA WALAA JUNUBAN ILLAA 'AABIRII SABIILI HATTAA TA'TASILUU WAIN KUNTUMMARDHO AW 'ALAA SAFARIN AW JAA A AHADUN MINKUM MINALGHOOITHI AW LAA MASTUMUNNISAA A FALAM TAHIDUU MAA A FATAYAMMAMUU SHO'IIDAN THOYYIBAN FAMSAHUU BIWUJUU HIKUM AAYDIIKUM INNALLOHA KAANA 'AFUWWAN GHOFUUROON.
"HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, janganlah kamu sholat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, jangan pula hampiri mesjid, sedangkan kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali .........
dapat kita simpulkan islam itu sangat suci dan jika kita menjaga kebersihan badan ataupun tempat yang kita tempati maka itu termasuk iman dan mempercayai bahwa alloh itu maha suci dan maha indah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
HapusHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
2. Tata cara melaksanakan sholat :
BalasHapusa. Niat
b. Takbiratul Ihram
c. Berdiri tegak bagi yang kuasa
d. Membaca surah Al-fatihah pada tiap-tiap rakaat
e. Rukuk, dengan tumakninah
f. I'tifal dengan tumakninah
g. Sujud dua kali dengan tumakninah
h. Duduk diantara dua sujud dengan tumakninah
i. Duduk tasyahud akhir dengan tumakninah
j. Membaca tasyahud akhir
k. Membaca shalawat Nabi Muhammad SAW. Ketika tasyahud akhir
l. Membaca salam yang pertama.
m. Tertib. Berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut.
3. A. Hadis dan al-qur'an mengenai kesucian dan kebersihan yaitu :
BalasHapusa.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisaa : 43)
b. surat al-Taubah: 28,
“Innama al-musyrikuna najasun falayaqraub al-masjidal haram ba’da amihim hadza..”
Artinya :" sebaliknya orang beriman adalah suci jiwanya dengan aqidah yang benar."
c. "Sesungguhnya Allah swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dan jangan meniru orang-orang Yahudi.” (HR. Tirmizi).
B. Alasan memilih dari al-qur'an dan hadis ini yaitu bahwa pada dasarnya Allah sangat mencintai hambanya yang suci dan bersih, maka dari itu kita selaku hambanya harus senantiasa dalam keadaan bersih dan suci agar senantiasa selalu mendapatkan keridhoan serta keberkahan dan mendapatkan cinta dari Allah SWT.
Nama : Santini Widaningsi
BalasHapusNPM : 17110022
mata kuliah : Fiqh ibadah
jawaban
No.1
berwudhu merupakan cara bersuci dari hadas kecil dengan membasuh sebagian anggota badan dengan air sesuai aturan yang telah ditentukan agar dpat melaksanakan ibadah (shalat). adapun tata caranya adalah :
1. membaca niat dalam hati dengan bacaan "nawaitu rof'al hadatsil asghari listibahatis sholati lillahi ta'ala"
2. membasuh kedua telapak tangan beserta sela-sela jari sampai pergelangan tangan dengan membaca do'a "allahumma ahfad yadaya mimma asika kuliha"
3. berkumur-kumur selama 3 kali dengan membaca do'a "allahumma inni audzubika wasukrika wahusni ibadatika"
4. menghirup air ke dalam hidun selama 3 kali dengan membaca do'a "allahuma arihni ro'iyatal jannati wa anta ani rodhi"
5. membasuh wajah dari awal tempat tumbuhnya rambut, telinga, sampai bawah dagu selama 3 kali dengan membaca do'a " allahumma bayid wajhi binnurika yaumatab yaddu wujuhu watas wadu wujuhu"
6. membasuh tangan kanan sampai siku selama 3 kali dengan membaca do'a "allahumma atini kitabi biamini wahasibni hisabayasira"
7. membasuh tangan kiri sampai siku selama 3kali dengan membaca do'a "allahumma latu tini kitabi bisimali aumi waraidhahri"
8.mengusap sedikit rambut di kepala selama 3 kali dengan membaca do'a "allahumma harim sya'ri wabasari alannar"
9. membasuh kaki kanan sampai mata kaki selama 3 kali dengan membaca do'a "allahumma tsabit kodami 'ala sirotim mustaqim yaummata tsabit pihi akdamu munafiqin wal msyrikin"
10. membasuh kaki kiri sampai mata kaki selama 3 kali dengan membaca do'a "allahumma latajilu kodami ala sirotim pinar yaummatajilu pihi akdamu min ibadika shalihin"
11. membaca do'a setelah wudhu sambil menegadahkan tangan dengan membaca do'a"asyhadualla illaha illahu waasyhaddu anna muhammadur rosulullah allahummaj alni mina tawabina waj'alni minal mutathohirin waj'alni min ibadikas shalihin"
12. tertib, yaitu berurutan dari awal sampai akhir.
no.2 sholat yang di syariaatkan oleh rosul adalah shalat yang khusyu, tetapi menurut ahli sunnah ada beberapa tata cara sholat yaitu :
1. niat. artinya sengaja dalam hati untuk melakasanakan shalat.
2. Berdiri bagi yang mampu saat mengerjakan shalat wajib.
3. takbiratul ihram (membaca allahu akbar seraya mengangkat kedua tangan)
4.Membaca al-Faatihah pada setiap raka’at
5. Ruku’ secara thuma’ninah (tenang)
6,Berdiri tegak setelah ruku’ sambil thuma’ninah di dalamnya
7.sujud dua kali dengan tuma'ninah
8. duduk diantara dua sujud dengan tuma'ninah
9.duduk untuk tasyahud atau tahiyat akhir
10. tasyahud atau tahiyat akhir
11. membaca shalawat atas nabi membaca"allohumma solli 'ala muhmmad"
12. mengucapkan salam "assalamu'alaikum"
13. tertib. yaitu berurutan menurut aturan yang telah di tntukan.
Hapusno.3
A. Artinya:Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 222).
Wa siyabaka fatahhir. War-rujza fahjur.
Artinya:“ Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.” (Q.S. Al-Muddasir/74 : 4-5).
Diriwayatkan dari Sa’ad bin Al-Musayyib dari Rasulullah saw. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Mahabersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dan jangan meniru orang-orang Yahudi.” (H.R. Tirmizi: 2823).
B. saya memilih dalil-dalil diatas karena sebagai seorabg hamba yang ingin dicintai oleh Allah, maka harus menjaga kesucian dan kebersihan jiwa dan raganya dengan taubat, bersuci, dan menjaga lingkungan sekitarnya.
Nama:auliyaulhikmah
BalasHapusProdi: muamalah
NPM: 17110042
NO 1.WUDHU YANG DI CONTOHKAN OLEH NABI SAW
- Membaca basmallah
sebagaimana sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi was sallam,
« لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ »
“Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah Ta’ala (bismillah) ketika hendak berwudhu”.
- Membasuh telapak tangan sampai pergelangan tangan.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِكَ كُلِّهَا
- Berkumur-kumur
اَللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
إِذَا تَوَضَّأْتَ فَمَضْمِضْ »
“Jika engkau hendak wudhu, maka berkumur-kumurlah”
- Mengirup air ke hidung
اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الجَـنَّةِ وَاَنْتَ عَنِّي رَاضٍ
- Berniat ketika membasuh muka di pertama membasuh
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
- Membasuh muka ( setelah membaca niat)
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Dalil tentang hal ini sebagaimana yang firman Allah ‘azza wa jalla,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajah”. (QS Al Maidah [5] : 6)
- Membasuk tangan kanan sampai sikut
اَللّٰهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا
- Membasuk tangan kiri sampai sikut
اَللّٰهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَلاَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ
dalilnya adalah firman Allah ‘azza wa jalla,
إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ
“Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku”. (QS Al Maidah [5] : 6).
- Mengusap rambut
اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
Dalilnya adalah firman Allah ‘azza wa jalla,
وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ
“Dan sapulah kepalamu”. (QS Al Maidah [5] : 6).
- Membasuh telinga
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
- Membasuh kaki kanan sampai mata kaki
اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تُثَبِّتُ فِيْهِ اَقْدَامَ عِبَادِكَ الصَالِحِينَ
- Membasuh kaki kiri sampai mata kaki
اَللّٰهُمَّ لَاتَزِلُّ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِينَ
Dalil :
وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“(basuh) kaki-kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki”.
(QS Al Maidah [5] : 6).
- Berdoa wudhu
اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Nama : akmal
BalasHapusNPM : 17110001
(1) Tata Cara Wudhu yang baik dan benar
Asslamualaikum Wr. Wb. Apakabar SobatKAI pada Kesempatan kali ini kita akan Mengupas Tentang Tata Cara Wudhu, Jika Kita Ingin Berwudhu Pertama-tama Kita Harus Bersihkan Diri kita Dari najis dan Hadats. Sebelum shalat kita wajib berwudhu, tanpa berwudhu shalat kita tidak sah.
لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
“Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kamu sampai ia berwudhu.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Berikut ini urutan-urutan langkah atau tata cara melakukan wudhu
1. Mencuci / membasuh kedua telapak tangan tiga kali sambil membaca basmalah.
"Bismilaahir rahmanir rahiim"
2. Membersihkan mulut dan lubang hidung, masing-masing sebanyak tiga kali.
3. Membasuh muka sebanyak tiga kali sambil mengucapkan doa niat wudhu.
Bacaan Doa Niat Wudhu
“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”
Arti Doa Niat Wudhu
“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata.”
4. Mencuci / membersihkan tangan kanan dan kiri, mulai dari ujung jari hingga pangkal / batas siku, masing-masing sebanyak tiga kali.
5. Mengusap kepala mulai dari dahi hingga batas rambut bagian atas sebanyak tiga kali.
6. Menyapu / membersihkan kedua telinga mulai bagian daun telinga bawah dan menuju bagian atas, sebanyak tiga kali.
7. Mencuci / membersihkan kaki kanan dan kiri, mulai dari ujung jari merata hingga mata kaki, masing-masing sebanyak tiga kali.
8. Membaca doa setelah wudhu.
Bacaan Doa Setelah Wudhu
“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”
Arti Doa Setelah Wudhu
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukanNya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli bertobat, jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”
Nama : auliyaulhikmah
BalasHapusProdi : muamalah
TATA CARA SOLAT YANG DI CONTOHKAN OLEH ROSUL
MENGHADAP KA’BAH
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berdiri untuk sholat fardhu atau sholat sunnah, beliau menghadap Ka’bah. Beliau memerintahkan berbuat demikian sebagaimana sabdanya kepada orang yang sholatnya salah:
“Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhu’mu, kemudian menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah.” (HR. Bukhari, Muslim dan Siraj).
BERDIRI
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu atau sunnah (memulainya dengan) berdiri karena memenuhi perintah Allah dalam QS. Al Baqarah : 238.
TAKBIRATUL IHROM
“Sesungguhnya sholat seseorang tidak sempurna sebelum dia berwudhu’ dan melakukan wudhu’ sesuai ketentuannya, kemudian ia mengucapkan Allahu Akbar.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Thabrani dengan sanad shahih).
MENGANGKAT KEDUA TANGAN
Disunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu (lihat gambar) ketika bertakbir dengan merapatkan jari-jemari tangannya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu jika hendak memulai sholat, setiap kali bertakbir untuk ruku’ dan setiap kali bangkit dari ruku’nya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
BERSEDEKAP
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap). Beliau bersabda:“Kami, para nabi, diperintahkan untuk segera berbuka dan mengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) ketika melakukan sholat.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dan Adh Dhiya’ dengan sanad shahih).
MEMBACA AL FATIHAH
Hukum Membaca Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah merupakan salah satu dari sekian banyak rukun sholat, jadi kalau dalam sholat tidak membaca Al-Fatihah maka tidak sah sholatnya
RUKU’
Cara Ruku’
> Bila Rasulullah ruku’ maka beliau meletakkan telapak tangannya pada lututnya
> Menekankan tangannya pada lututnya.
> Merenggangkan jari-jemarinya
> Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya.
> Antara kepala dan punggung lurus
I’TIDAL DARI RUKU’ (Bangkit dari Ruku’)
Cara i’tidal dari ruku’
Setelah ruku’ dengan sempurna dan selesai membaca do’a, maka kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal). Waktu bangkit tersebut membaca (SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH)disertai dengan mengangkat kedua tangan sebagaimana waktu takbiratul ihrom.
SUJUD
Sujud dilakukan setelah i’tidal thuma-ninah dan jawab tasmi’ (Rabbana Lakal Hamd…dst).
Caranya pada tempat kepala diletakkan dan kemudian meletakkan kepala kepala dengan menyentuhkan/ menekankan hidung dan jidat/ kening/ dahi ke lantai (tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga).
DUDUK ANTARA DUA SUJUD
(duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan)
DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR
Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat
Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir
duduk dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diatas lantai), pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan. Dan tangan kanan, telunjuk di luruskan
Dan membaca doa attahiyat awal, kalau akhir biasanya di tambah bacaan 4 hal.
SALAM, menengok ke kanan dan ke kiri sambil membaca Assalamualaikum Wr Wb.
Dini maulidatu syaidah
BalasHapusMuamalah (a)
Npm 17110006
1.rakaat pertama
•berwudu terlebih dahulu .
•berniat di dalam hati dan tdk di lahpadzkan.
•menghadap kiblat yaitu kabah
2.bertakbiratul ihrom
3.meletakan telapak tangan kanan diatas punggung telapak tangan kiri .
4.membaca taawudz . dan surat alfatihah.
5.membaca amiin . stelah selesai membaca waalladzolin.
6. Melakukan ruku sambil bertakbir dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak telinga .
7.bangkit dari ruku dengan mengangkat kedua tangan sejajaar dengan bahu
8.melakukan sujud sambil bertakbir ,kemudian meletakan kedua lutut terlebih dahulu.
9.posisi ketika sujud kedua paha di buka .
10.bangkit dan sujud sambil bertakbir lalu duduk iftirasy .dan telapak kaki kanan di tegakan .
¹11. Posisi tangan ketika duduk iftirasy telapak tangan kanan di letakan di paha kanan demikian tangan kiri.
12.lalu sujud kembali kemudian bangkit dari sujud d.
13.setelah sujud kedua,maka lakukan tasyahud awal
14tasyahudd ahir
15.salam
Nama: auliyaulhikmah
BalasHapusProdi: muamalah A
1. QS. Al-Waaqi’ah (Al-Waqi’ah) [56] : ayat 79
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
[56:79] tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
2. QS. Al-Muddatstsir (Al-Muddassir) [74] : ayat 4
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
3. QS. Al-Maaidah (Al-Maidah) [5] : ayat 7
وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِ
[5:7] Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami denganr dan kami taati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).
Aisyah ketika ditanya tentang mani yang lekat di baju. Jawabnya: Biasa aku mencucinya dari baju Rasulullah saw. lalu dipakai untuk shalat sedang bekas air siramannya masih tampak di bagian kain bajunya itu. (Bukhari, Muslim).
KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : HUKUM KENCING BAYI LAKI DAN CARA MENYUCIKANNYA
Argumentasi saya memilih dalil tersebut karena menyuruh kita untuk bersuci dari hadast, karena kita tidak akan di terima ibadahnya apabila kita memiliki hadast kecil maupun besar. Dan Allah menyukai orang orang yang suci
Nama : Tiara laili ahad
BalasHapusProdi :muamalah A
Nmp : 17110023
Níat dan Baca Basmalah
Jíka seorang muslím akan berwudhu, maka hendaklah ía níat dengan hatínya, kemudían membaca:بِسْمِ اللَّهِ“Dengan Nama Allah.”
Berdasarkan sabda Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam:
لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ
“Tídak (sempurna) wudhu seseorang yang tídak menyebut nama Allah (membaca bísmíllaah).” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan díshahíhkan Ahmad Syakír)
Namun apabíla seseorang lupa membaca basmalah, maka wudhunya tetap sah, tídak batal.
2. Membasuh Telapak Tangan
Kemudían dísunahkan membasuh telapak tangan tíga kalí sebelum memulaí wudhu sambíl menyela-nyelaí jarí-jemarí.
3. Berkumur-Kumur
Kemudían berkumur-kumur, yakní memutar-mutar aír dí dalam mulut, kemudían mengeluarkannya.
4. Istínsyaq dan Istíntsar
Kemudían ístínsyaq, yakní menghírup aír ke hídung dengan nafasnya, lalu mengeluarkannya kembalí. Híruplah aír darí tangan kanan, lalu keluarkan dengan memegang hídung dengan tangan kírí.
Dísunahkan untuk ístínsyaq dengan kuat, kecualí jíka sedang berpuasa, karena díkhawatírkan aír akan masuk ke perut.
Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam bersabda:
وَبَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا
“Bersungguh-sungguhlah (lakukanlah dengan kuat) ketíka ístínsyaq, kecualí jíka engkau sedang berpuasa.” (HR. Ahmad, Hakím, Baíhaqí, dan dísahíhkan Ibnu Hajar).
5. Membasuh Wajah
Kemudían membasuh wajah. Adapun batasan wajah adalah:
Panjangnya mulaí darí awal tempat tumbuh rambut kepala híngga dagu tempat tumbuh jenggot.
Lebarnya darí telínga kanan híngga ke telínga kírí.
Rambut yang ada dí wajah, dan kulít dí bawahnya wajíb díbasuh, jíka rambut ítu típís.
Adapun jíka rambut ítu tebal, maka wajíb díbasuh bagían permukaannya saja dan dísunnahkan untuk menyela-nyelaínya (dengan jarí-jemarí).
Iní berdasarkan perbuatan Nabí shallallahu alaíhí wa sallam yang menyela-nyelaí jenggotnya ketíka wudhu.
6. Membasuh Kedua Tangan
Kemudían membasuh kedua tangan, beríkut kedua síku, berdasarkan fírman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ
“Dan (basuhlah) tanganmu sampaí ke síku.” (QS. Al-Maídah: 6)
Atau dímulaí darí síku híngga ke ujung jarí.
7. Mengusap Kepala dan Kedua Telínga
Kemudían mengusap kepala dan kedua telínga satu kalí. Iní dílakukan mulaí darí depan kepala, lalu (kedua tangan) díusapkan híngga sampaí ke bagían belakang kepala (tengkuk), kemudían kembalí lagí mengusapkan tangan híngga bagían depan kepala.
Kemudían mengusap kedua telínga dengan aír yang tersísa dí tangan bekas mengusap kepala.
8. Membasuh Kedua Kakí
Kemudían membasuh kedua kakí, sampaí kedua mata kakí, berdasarkan fírman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“Dan (basuh) kedua kakímu sampaí kedua mata kakí…” (QS. Al-Maídah: 6)
Mata kakí adalah tulang yang menonjol dí bagían bawah betís.
Kedua mata kakí wajíb díbasuh bersamaan dengan membasuh kakí.
Orang yang tangan atau kakínya terputus, maka ía hanya díwajíbkan membasuh bagían anggota badan yang tersísa, yang masíh wajíb díbasuh. Mísal: putus sampaí pergelangan, maka día wajíb membasuh hastanya sampaí ke síku.
Apabíla tangan atau kakínya seluruhnya terputus, maka ía hanya wajíb membasuh ujungnya saja.
9. Membaca Doa
Setelah selesaí wudhu, kemudían membaca (doa):
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ ،
وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِين
“Aku bersaksí bahwa tídak ada ílah yang berhak dííbadahí dengan benar kecualí Allah semata, tídak ada sekutu bagí-Nya, dan aku bersaksí bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadíkanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadíkanlah pula aku termasuk orang-orang yang membersíhkan dírí.” (HR. Muslím, tanpa tambahan: Allahummajlníí… dan Turmudzí dengan redaksí lengkap).
10. wudhu Secara Tertíb
Orang yang berwudhu wajíb membasuh anggota-anggota wudhunya secara berurutan (tertíb dan runut, yakní jangan menunda-nunda membasuh suatu anggota wudhu
BalasHapus3. Tata cara pengerjaan sholat
1). Mula-mula berdiri tegak, kedua tangan diturunkan ke samping, pandangan menunduk ke bawah dan mata terarah ke tempat kita sujud. Setelah itu kita berniat dengan bacaan niat sholat yang akan kita kerjakan. Misalnya sholat subuh.
Usolli fardu subhi rokataeni mustakbilal kiblati adaal lillahita'ala.
"Niat saya sholat fardu subuh dua rokaat menghadap kiblat karena Allah ta'ala."
2). Setelah berniat kita takbir dengan mengucap "Allahu Akbar" dengan mengangkat kedua tangan kita dan jari besar(jempol) tepat berada di telinga kita, lalu sedekapkan tangan kita dibagian bawah dada kita sebelah kiri dan tangan kanan berada di atas tangan kiri sambil memegang pergelangan tangan kiri dengan dua jari telunjuk dan tengan lurus ke tangan.
3). Sambil tangan kita sedekap kita baca doa iftitah. Bacaan doa iftitah adalah :
"Allahu akbar kabiro walhamdulillahi kasiro wasubhanallahibukrota waasila. Inni wajjahtuwajhiyalilladi fatorossamawati walardo hanifammuslima wama ana minal musyrikin. Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin. Lasyarikalahu wabidalika umirtu waana minal muslimin."
4). Setelah selesai membaca doa iftitah, lalu kita baca Fatihah. Al-fatihah. Dan dilanjut dengan membaca satu surah pendek yang kita hapal.
5). Setelah selesai membaca Al-fatihah dan surah pendek, lalu kita bertakbir kemudian rukuk dengan cara membungkukkan badan kita dengan tangan memegang lutut dan baca :
"Subhanarobbiyal 'adimi wabihamdihi" sebanyak 3x
kemudian berdiri lagi dengan membaca takbir dan membaca doa iftidal. Bacaan doa iftidal :
"Sami'allahuliman hamidah. Robbana lakal hamdu mil ussamawati wamil ulardi wamil umasyi'ta ming syaiim ba'du."
6) Setelah itu takbir lalu sujud. Dahi dan kedua telapak kita menempel pada sajadah dan membaca dengan kedua telapak kaki dilipat. Lalu membaca :
"Subhanarobbiyal'ala wabihamdihi." sebanyak 3x
Kemudian bangun duduk dengan telapak kaki sebelah kanan dilipat dan baca takbir. Lalu membaca :
"Robbigfirli warhamni wajburni warfa'ni warjukni wahdini wa'afini wafuanni."
Setelah itu sujud kembali dengan diiringi bacaan takbir. Kemudian bangun dengan membaca takbir dan lakukan rokaat kedua seperti yang dilakukan pada rokaat pertama, namun tanpa bacaan doa iftidal.
7). Setelah melakukan rokaat kedua, setelah sujud kedua, maka bangun duduk dan membaca tahiyat. Bacaan tahiyat :
"Attahiyatul mubarokatussholawatut toyyibatulillah. Assalamualaika ayyuhannabiyyu warrohmatullohi wabarokatuh. Assalamu"alaina waala ibadillahis sholihin."
Lalu baca syahadat sampai tahiyat akhir dengan mengangkat telunjuk. Bacaannya :
"Asyhadu allailaha illallah waasyhaduanna muhammadarrosulullah. Allahumma solli 'ala syaidina muhammad wa'ala ali syaidina muhammad. Kama shollaita 'ala syaidina ibrohim wa'ala ali syaidina ibrohim. Wabarik 'ala syaidina muhammad wa'ala ali syaidina muhammad. Kama barokta 'ala syaidina ibrohim wa'ala ali syaidina ibrohim. Fil'alamina innaka hamidum majid. Allahuma inni 'audubika min'adabil kobri wamin adabinnar wamin fitnatil mahya wamamati wamin fitnatil masihiddajah. Allahumag firli makodamtu wama akhortu wama asrortu wama asroptu wama a'langtu wama angta a'alamu bihi minni. Angtal mukoddimu waangtal muakhiru lailaha illa angta subhanaka inni kuntum minaddolimin. Ispalana ya rosulallah pijamadil mahdi."
8). Setelah selesai membaca tahiyatul akhir. Lalu diakhiri dengan salam sambil memalingkan wajah.
Memalingkan wajah ke kanan : "Assalamu'alaikum warrohmatullah". Lalu baca : "Allahumma inni asaluka paujabil jannah"
Memalingkan ke kiri : "Assalamu'alaikum warrohmatulloh". Lalu baca : " Allahumma inni asaluka najjata minannar"
Setelah salam, lalu usap wajah dengan membaca :
"Bismillahi lailaha illa huarrohmanurrohim. Allahuma hab aniyal hama wal hajan"
Surat Al-Ahzab Ayat 33
BalasHapusوَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."
Surat Al-Waqi’ah Ayat 79
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
"tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan."
Hadits-hadist
اَﻻِسْلَامُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْا فَاِنَّهُ ﻻَيَدْحُلُ الْجَنَّةَ اﻻَّ نَظِيْفٌ ٠﴿ﺮﻭﺍﻩ ﺍلبيهقى﴾
Artinya : “Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (HR. Baihaqy)
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْھِمَاكَثِيْرٌمِنَ النَّاسِ الصَّحَّةُ وَالْفَرَُ٠ ﴿رواﻩ البخاري﴾
Artinya : “Dua kenikmatan yang banyak manusia menjadi rugi (karena tidak diperhatikan), yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Al-Bukhari
NNama: Pelita Maulidia
BalasHapusNPM: 17110016
Prodi: Muamalah
1. Tata cara wudhu:
A. Membaca bismillahir rahmaanir rahiim, sambil membaca niat wudhu
B. Mencuci kedua belah telapak tangan sampai pergelangan tangan.
Allohummahfadz Yadayya Min Ma'asyika Kulliha
Artinya :"Ya Allah peliharalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat pada-Mu"
C. Berkumur kumur tiga kali.
َAllohumma a'inni 'Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni 'Ibadatika
Artinya:"Ya Allah bantulah aku untuk selaluberdzikir kepadamu dan selalu memperbaiki ibadah kepadamu"
D. Menghirup Air Ke Hidungٍ
Allohumma Arihni Roihatal Jannati wa anta annii rodliin
Artinya:"Ya Allah berikan aku penciuman wewangian syurga dan keadaan Engkau terhadap diriku yang selalu meridhoi"
E. Membasuh muka tiga kali
Allohumma bayyid wajhiy yauma tabyadu wujuuh wa taswaddu wujuuh
Artinya:"Ya Allah putihkan wajahku pada hari menjadi putih berseri wajah-wajah kaum muslimin dan menjadi hitam legam wajah-wajah orang kafir"
F. Membasuh Tangan Kanan
Allohumma A'thini kitabi biyamini wahasibni hisaban yasiro
Artinya:"Ya Allah berikanlah kepadaku kitab amalku dari dari tangan kananku dan hisablah aku dengan penghisaban yang ringan"
G. Membasuh Tangan Kiri
Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro'i dzohriArtinya:"Ya Allah jangan Engkau berikan kepadaku kitab amal dari tangan kiriku atau pada belakang punggungku"
I. Mengusap rambut
Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari
Artinya:"Ya Allah haramkan rambutku dan kulitku atas api neraka"
J. Membasuh kedua belah telinga tiga kal
Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
Artinya:"Ya Allah, jadikanlah aku termasukorang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikuti sesuatu yang terbaik"
k. Membasuh Kaki Kanan
Allohumma Tsabbit Qodamayya 'Alaas Syirothi yauma tutsabbitu fiihi Aqdama 'ibaadikas shoolihiin
Artinya:"Ya Allah, mantapkan kedua kakikudi atas titian (shirothol mustaqim) pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir"
L. Membasuh Kaki Kiri
َAllohumma laa tazillu Qodamayya 'Alaa Syirothi fin naar yauma tazillu fiihi Aqdamul munaafiqiina wal musyrikiina
Artinya:"Ya Allah jangan kau gelincirkan langkah (pendirianku) pada jalan neraka pada hari digelincirkannya langkah (pendirian) orang-orang munafik dan orang-orang musyrik"
M. Membaca doa setelah Berwudhuْ
َAsyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina
Artinya:"Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah.Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci"
Nama: pelita maulidia
BalasHapusProdi: muamalah
2. tata cara pelaksanaan shalat.
A. Berniat untuk melakukan shalat.
B. Melakukan takbiratul ihram.
C. Membaca doa iftitah.
D. Membaca surat al-fatihah.
E. Membaca surat surat pendek.
F. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu lalu ruku' sambil mengucapkan Allahu Akbar selanjutnya memegang dua lutut dengan kedua telapak tangan sambil membaca subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih sebanyak tiga kali.
G. Bangkit dari ruku' seraya mengangkat kedua tangan sejajat dengan bahu sambil membaca sami'allaahu liman hamidah, sehingga pada posisi tegak berdiri dalam keadaan i'tidal kemudian membaca doa rabbanaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wamil-umaasyi'ta min syai-in ba'du.
H. Sujud sambil membaca subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih sebanyak tiga kali.
I. Tahiyat awal sambil membaca rabbigfirlii warhamnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafini wa'fu 'annii.
J. Tahiyat akhir.
K. Membaca shalawat.
L. Salam.
M. Tertib.
3. A. -Qs. At-Taubah: 108
-QS. Al-Furqan:48.
- ”An sa’dibni abi waqqasin ’an abihi’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wasallama innallaha tayyibun yuhibbuttayyiba nadifunyuhibbunnadifa karimun yuhibbulkarama jawadun yuhibbuljawada fanaddifu afnaitakum”.
Artinya : ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi).
B. -Qs. Al-Baqarah:222
" Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
- ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi).
Argument: sesungguhnya Allah itu mencintai kebersihan, oleh karena itu kita harus menjaga kebersihan baik itu diri sendiri maupun lingkungan.
DEWI MAULIDA
BalasHapusJAWABAN NO 1
1. Memulai berwudhu dengan niat.
2. Tasmiyah (membaca bismillah)
3. Mencuci kedua telapak tangan
Caranya dengan membasuh rata semua nya sampai dengan sikut
4. Berkumur kumur dan membasuh hidung . Lakukan sebanyak 3 kali
5. Membasuh muka sambil menyela nyela jenggot sebanyak 3 kali sampai rata. Dimulai dari jidat sampai dengan dagu.
6. Membasuh kedua tangan sampai siku. Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, diawali dengan tangan kanan.
7. Mengusap telinga 3 kali
8. Membasuh kedua kaki batasannya hanya sampai kedua mata kaki. Usaplah dengan rata
9. Tertib (berurutan)
Doanya:
1. Doa ketika membasuh dua pergelangan tangan: Allohummahfidz Yadayya Min Ma'asyika Kulliha
2. Doa ketika berkumur: Allohumma a'inni 'Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni 'Ibadatika
3. Doa ketika membasuh hidung: Allohumma Arihni Roihatal Jannati wa anta annii rodliin
4. Doa ketika membasuh muka (setelah membaca niat wudhu dalam hati): Allohumma bayyid wajhiy yauma tabyadu wujuuh wa taswaddu wujuuh
5. Doa ketika basuh tangan kanan Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro
6. Doa ketika membasuh tangan kiri: Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro,i dzohri
7. Doa saat mengusap rambut/kepala: "Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku daripada neraka.
8. Doa ketika membasuh dua telinga: Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
9. Doa saat membasuh kaki kanan: Allohumma Tsabbit Qodamayya 'Alaas Syirothi yauma tutsabbitu fiihi Aqdama 'ibaadikas shoolihiin
10. Doa saat membasuh kaki kiri: Allohumma laa tazillu Qodamayya 'Alaa Syirothi fin naar yauma tazillu fiihi Aqdamul munaafiqiina wal musyrikiina
Jawaban UTS nomor 2
HapusMenurut ahli sunnah wal jama'ah dalam kitab safinah ada 17 tata cara dalam melaksanakan SHOLAT.
1. Niat
2. Takbiratul Ihram
3. Berdiri bagi yang mampu
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Rukuk
6. Thuma'ninah dalam rukuk
7. I'tidal (berdiri setelah bangun dari rukuk)
8. Thuma'ninah dalam Iktidal
9. Sujud dua kali
10. Thuma'ninah dalam sujud
11. Duduk diantara dua sujud
12. Thuma'ninah dalam duduk diantara dua sujud
13. Membaca Tasyahud Akhir
14. Duduk (ketika membaca) tasyahud akhir
15. Membaca sholawat pada nabi Muhammad SAW. ketika duduk tasyahud akhir
16.(membaca) salam
17.tertib (mengerjakan secara berurutan)
DALIL AL-QURAN 1
Hapusوَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
Artinya: “Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
Argumentasi: Dalil Al-Quran tersebut sangatlah jelas Alloh memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menjaga kebersihan pakaian dengan membersihkannya. Bahkan kit tidak hanya dianjurkan untuk memversihkan pakaian saja, bahkan Alloh pun memerintahkan kita untuk juga membersihkan dan meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat.
DALIL AL-QURAN 2
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
Argumentasi saya memilih dalil diatas karena memuat berbagai macam anjuran kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya kita diwajibkan membersihkan beberapa bagian anggota tubuh kita ketika hendak menunaikan ibadah sholat khususnya dengan cara berwudhu. Kemudian Alloh juga mewajibkan membersihkan tubuh kita dengan mandi ketika junub. Selanjutnya Alloh memerintahkan kita bertayammum ketika berkepentingan untuk membersihkan tubuh ketika hendak menunaikan ibadah sholat khususnya, namun tidak ditemukannya air bersih untuk mensucikan juga jika tidak ditemukannya air bersih dikarnakan sedang berada dalam perjalanan.
DALIL AL-QURAN 3
(QS. Al-Maidah : 6) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisaa : 43)
Argumentasi saya memilih dalil diatas karena dalil tersebut sudah memuat banyak perintah Alloh kepada kita untuk menjaga kebersihan dan mensucikan diri kita.
DALIL HADIST 1
HapusDari Abu Malik Al-Asy’ariy berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim).
Argumentasi saya memilih hadist diatas karena hadist tersebut shohih riwayatnya. Jelas sangat penting, bukan, bagi kita untuk bersuci. Karna suci adalah syarat Iman.
DALIL HADIST 2
“Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih/suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang suci.” (HR. Baihaqi).
Argumentasi: Selain karna hadist tersebut merupakan hadist yang shohih riwayatnya, hadist tersebut sangat penting karna menyangkut Surga dan Neraka. Suci badan, pakaian dan lingkungan juga harus suci dari dosa dan maksiat kepada Alloh Azza Wa Jalla.
DALIL HADIST 3
Diriwayatkan dari Sa’ad bin Al-Musayyib dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dan jangan meniru orang-orang Yahudi.” (HR. Tirmizi).
Argumentasi: Saya memilih dalil hadist diatas, karna hadist tersebut memuat tentang hal-hal yang disukai oleh Alloh Azza Wa Jalla yakni kebersihan. Dia Maha bersih dan menyukai kebersihan.
DALIL HADIST 4
“Wahai Abu Hurairah, potonglah kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad).
Agumentasi: Saya memilih hadist diatas karna hadist tersebut memuat tentang anjuran Rosulullah kepada kita untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan kuku kita. Karna kuku-kuku yang panjang hanyalah menjadi tempat tinggal bagi setan musuh bebuyutan anak cucu Nabi Adam As.
DALIL HADIST 5
Artinya : “Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat”. (HR Bukhari)
Argumentasi: Saya memilih hadist diatas, karna hadist tersebuat memuat tentang anjuran Rosulullah SAW kepada kita untuk menjaga kebersihan gigi setiap hendak sholat dengan cara bersiwak.
NAMA :Lusi Hermawa
BalasHapusPRODI :Mu'amalah_A
MATKUL:Fiqih ibadah
NPM. :17110012
Cara berwudhu yang di contohkan oleh Rasulullah saw sbb :
- Niat
"Nawaitul wudhuu'a liraf'ill hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa"
- Mencuci Tangan Sebanyak Tiga kali
"Allhamdulillahiladzi ja’alal ma’a tohuro.”
- Berkumur
"Allahumma aini 'aladzikrika wasukrika wahusni 'ibadatika”.
- Membasuh Muka
Allahuma bayidh wajhi yaumatabyaht wujudhu wataswadu wujdhu.”
- Membasuh Kedua Tangan
a.Tangan kanan
Allahumma a’tini kitabiy biyamiyni wahasibni hisaban yasiyron.”
b.Tangan Kiri
Allahumma latu’tini kitabi bisimali wala minwaro’i dzohriy.”
- Membasuh kedua telinga
Allahuma arihniy roihata janat.
- Membasuh rambut
Allahumma harim sa’riy wabasariy a’la nnari.”
- Membasuh Kedua telinga
Allahummajalni minaladziyna yastami’uwnal qowla fayatabi’uwna ahnashu.”
- Membasuh kedua kaki
a.Kaki kanan
Allahumma tsabit qodamiya a’lasiroti yawma tusabitu fihi aqdama 'ibadika sholihin”
b.Kaki kiri
Allahuma Tajilu qodamia 'ala sirotifinari yawmatajilu Fihi akdami munafikiyn wamusyrikiyni.”
Do'a Sesudah Wudhu
Ashaduanla ilahaillallah Waashaduanna muhammadan Abduhu Warosuluhu, Allahummaj'alni mina tawabina waj'alni minal mutatohirin waj'alni min 'ibadika Sholihin".
TATACARA SHOLAT
a. Menyempurnakan
b. Menghadap kiblat
c. takbiratulihram
d. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri
e.Membaca Ta'Udz
f.membaca Alfatihah
g.membaca surah
h.Rukuk
i.i'tidal
j.sujud
k.duduk diantara dua sujud
l.sujud kedua
m.duduk tasyahud awal
n.tasyahud akhir
o.membaca salam
Dalil tentang Kesucian Dan kebersihan sbb:
a. "Innallaha Yuhibbut-Tawabiina wayuhibbul mutatahiriin"
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
b." Wasiyaabaka Fatoharwarijza Fahzur"
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
c. "annadhofatu minal iiman".
Artinya: Kebersihan itu swbagian dari iman
- Argumrntasi Hadis Di atas:
Allah sangat Mencintai orang yang bertaubat dan sukar mensucikan diri Oleh karena itu kita harus senantiasa Mengamalkan Dalil yang telah tercantum sesuai dengan Q.s Al-Baqarah:222 .
- Kita harus senantiasa membersihkan pakaian Karena sesungguhnya Kebersihan itu sebagian dari iman.
NAMA :Lusi Hermawa
BalasHapusPRODI :Mu'amalah_A
MATKUL:Fiqih ibadah
NPM. :17110012
Cara berwudhu yang di contohkan oleh Rasulullah saw sbb :
- Niat
"Nawaitul wudhuu'a liraf'ill hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa"
- Mencuci Tangan Sebanyak Tiga kali
"Allhamdulillahiladzi ja’alal ma’a tohuro.”
- Berkumur
"Allahumma aini 'aladzikrika wasukrika wahusni 'ibadatika”.
- Membasuh Muka
Allahuma bayidh wajhi yaumatabyaht wujudhu wataswadu wujdhu.”
- Membasuh Kedua Tangan
a.Tangan kanan
Allahumma a’tini kitabiy biyamiyni wahasibni hisaban yasiyron.”
b.Tangan Kiri
Allahumma latu’tini kitabi bisimali wala minwaro’i dzohriy.”
- Membasuh kedua telinga
Allahuma arihniy roihata janat.
- Membasuh rambut
Allahumma harim sa’riy wabasariy a’la nnari.”
- Membasuh Kedua telinga
Allahummajalni minaladziyna yastami’uwnal qowla fayatabi’uwna ahnashu.”
- Membasuh kedua kaki
a.Kaki kanan
Allahumma tsabit qodamiya a’lasiroti yawma tusabitu fihi aqdama 'ibadika sholihin”
b.Kaki kiri
Allahuma Tajilu qodamia 'ala sirotifinari yawmatajilu Fihi akdami munafikiyn wamusyrikiyni.”
Do'a Sesudah Wudhu
Ashaduanla ilahaillallah Waashaduanna muhammadan Abduhu Warosuluhu, Allahummaj'alni mina tawabina waj'alni minal mutatohirin waj'alni min 'ibadika Sholihin".
TATACARA SHOLAT
a. Menyempurnakan
b. Menghadap kiblat
c. takbiratulihram
d. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri
e.Membaca Ta'Udz
f.membaca Alfatihah
g.membaca surah
h.Rukuk
i.i'tidal
j.sujud
k.duduk diantara dua sujud
l.sujud kedua
m.duduk tasyahud awal
n.tasyahud akhir
o.membaca salam
Dalil tentang Kesucian Dan kebersihan sbb:
a. "Innallaha Yuhibbut-Tawabiina wayuhibbul mutatahiriin"
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
b." Wasiyaabaka Fatoharwarijza Fahzur"
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
c. "annadhofatu minal iiman".
Artinya: Kebersihan itu swbagian dari iman
- Argumrntasi Hadis Di atas:
Allah sangat Mencintai orang yang bertaubat dan sukar mensucikan diri Oleh karena itu kita harus senantiasa Mengamalkan Dalil yang telah tercantum sesuai dengan Q.s Al-Baqarah:222 .
- Kita harus senantiasa membersihkan pakaian Karena sesungguhnya Kebersihan itu sebagian dari iman.
Nama :Fitrifathonah
BalasHapusProdi :muammalah
NPM:17110010
Jawaban no 1
1.memulai dengan bacaan basmalah
Fitri fathonah
Niat,niat dihadirhkan atau di ucapkan dalam hati ketika membasuh muka yang pertama, ada pun bacaan niatnya adalah
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى
artinya "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardlu karena allah taala" kalau tidak bisa dengan bahasa arab maka boleh artinya yang di baca
-Membasuh muka 3 kali sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ
وُجُوْهٌ
Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah
dan hitamnya wajah-wajah
-Membasuh kedua tangan sampai siku-sikunya 3kali sambil membaca doa
Doa membasuh tangan kanan
اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً
يَسِيْرًا
Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro
Artinya: Ya Allah berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan
hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.
Doa membasuh tangan kiri
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ
ظَهْرِىْ
Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro,i dzohri
Artinya: Ya Allah janganlah beri kepadaku kitab amalanku dari sebelah
kiri atau dari sebelah belakang.
- Menyapu Sebagian rambut kepala sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari.
Artinya: Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku daripada
neraka.
-menyapu kedua telinga 3kali sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
Artinya: Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengar
ucapan yang baik dan mengikuti sesuatu yang terbaik
-Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki 3 kali sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ
اْلاَقْدَامِ
Allohumma Tsabbit Qodami 'Alaa Syirothika yauma tazillul Aqdam
Artinya: Ya Allah, tetapkan kedua kakiku di atas titian shirothol
mustaqim pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir.
Dan setelah berwudhu selesai membaca do’a:
اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّالله وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَ الرَّسُولُ الله اَللهُمَّ جْعَلْنِى مِنَ التَّوَّبِيْنَ وَجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِرِ يْنْ وَجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّلِحِيْنْ
“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”
Artinya :
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.”
Jawaban no 2
BalasHapusFitrifathonah
tata cara sholat khusyu yang baik dan benar menurut tuntunan sifat shalat Rasulullah SAW , beruikut adalah tuntunan tata cara sifat shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW;
1. Menyempurnakan wudlu
Seseorang yang yang hendak melakukan shalat hendaknya berwudlu
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melakukan shalat, maka cucilah muka kalian, kedua tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian, dan (cucilah) kedua kaki kalian hingga kedua mata kaki…” (Al-Ma’idah: 6).
dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Tidak diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah dari penipuan.” (HR. Muslim ).
Dan sabdanya kepada orang yang tidak betul shalatnya:
“Apabila kamu hendak melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudhu”.
2. Menghadap ke kiblat:
Shalat harus menghadap kiblat sebab tidak sah shalat seseorang jika tidak menghadap kiblat kecuali dalam kondisi tertentu yang telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih.
3. Takbiratul ihram
Yaitu dengan mengangkat ke-dua tangan hingga sejajar dengan pundak sambil mengucap Allahu Akbar lalu mengarahkan pandangan ke tempat sujud.
4. Mengangkat kedua tangan di saat bertak-bir hingga sejajar dengan kedua pundak
atau sejajar kedua telinganya.
5. Meletakkan kedua tangan di atas dada-nya,
Yaitu dengan meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri, atau pada pergelangan tangan kiri, atau pada lengan tangan kiri,
6. Disunnahkan membaca do’a iftiftah:
7. Membaca Surat Al-Fatihah
8. Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik surat-surat pendek Juz amma maupun surat-surat panjang, dan diutamakan bacaan dalam shalat Zhuhur, Ashar dan Isya’ dari surat-surat yang agak panjang, dan pada shalat Shubuh surat-surat yang panjang, sedangkan pada shalat Maghrib surat-surat pendek
9. Ruku` sambil bertakbir dan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pun-dak atau kedua telinga, dengan menjadikan kepala sejajar dengan punggung dan meletakkan kedua tangan pada kedua lutut dengan jari-jari terbuka sambil thuma’ninah di saat ruku`
10. Mengangkat kepala dari ruku’,
sambil mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak atau kedua telinga baik sebagai imam atau shalat sendirian.
11. Sujud sambil bertakbir dengan meletak-kan kedua lutut sebelum kedua tangan, jika hal tersebut memungkinkan. Dan jika tidak, maka men-dahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut, sambil menghadapkan jari-jari kedua telapak kaki dan jari jari kedua telapak tangan ke qiblat, dengan posisi jari-jari telapak tangan rapat. Dan sujud di atas tujuh anggota tubuh, yaitu dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari kedua telapak kaki
Hendaknya (diwaktu sujud) ia memohon kepa-da Tuhannya kebaikan dunia dan akhirat untuk dirinya dan untuk orang lain dari kaum muslimin, baik itu dalam shalat wajib maupun dalam shalat sunnah. Dan (diwaktu sujud) hendaknya mereng-gangkan kedua lengan tangan dari kedua lambung dan perut dari kedua pahanya sambil mengangkat kedua hasta/lengah tangannya dari tanah, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
12. Mengangkat kepala sambil bertakbir,
bertumpu pada kaki kiri dan mendudukinya, sedang-kan kaki kanan ditegakkan, meletakkan kedua tangan di atas ujung kedua paha dan kedua lutut
Hendaknya thuma’ninah (berhenti sebentar) di waktu duduk, hingga setiap persendian benar-benar berada pada posisinya, sebagaimana di saat ia berdiri i`tidal sebelum ruku`, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanjangkan (waktu) i`tidalnya sesudah ruku` dan ketika duduk di antara dua sujud.
13. Sujud yang kedua sambil bertakbir,
14.takhiat akhir
15.salamN
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJawaban lanjutan akmal :
BalasHapus(2) 1. Berdiri tegak menghadap kiblat, pandangan ke arah tempat sujud, kemudian lakukantakbiratul ihram.
2. Angkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, hadapkan telapak tangan ke arah kiblat, dan ucapkan Allahu akbar.
3. Bersedekap, dengan meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, atau di atas pergelangan atau lengan tangan kiri.
4. Letakkan tangan di depan dada. Tetap tundukkan pandangan ke arah tempat sujud.
5. bacalah doa iftitah dengan pelan:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ من الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْني مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالمَاءِ وَالبَرَدِ
6. Bacalah ta’awudz dengan pelan:
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
7. Bacalah Surat Al-fatihah, dan sebelumnya membaca basmalah dengan pelan, dan berhenti di setiap akhir ayat.
8. Ucapkanlah amiin setelah selesai Al-fatihah, baik jadi imam, makmum, maupun shalat sendiri.
9. Keraskan bacaan amiin jika anda menjadi makmum.
10. Bacalah surat yang anda hafal.
11. Diam sejenak seusai baca surat.
12. Mulai rukuk dengan mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, ucapkanAllahu akbar sambil bergerak turun.
13. Letakkan telapak tangan di lutut, dengan posisi mencengkeram, jari-jari direnggangkan, dan siku agak dibentangkan.
14. Punggung lurus, kepala lurus dengan punggung, dan lakukan dengan thumakninah.
15. Bacalah doa rukuk setelah anda sempurna rukuk:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
16. Bangkit, sambil mengucapkan:
سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَه
17. Disambung dengan bacaan:
رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ
dalam posisi sudah berdiri sempurna
18. Dianjurkan untuk memperlama berdiri i’tidal dan bersikap tenang.
19. Durunlah menuju sujud sambil bertakbir: Allahu akbar dan letakkan tangan sebelum lutut.
20. Sujud dengan bertumpu pada 7 anggota badan: wajah (kening dan hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.
21. Posisi jari tangan dirapatkan menghadap kiblat, telapak tangan sejajar pundak atau sejajar telinga.
22. Tangan membentang ke samping, punggung posisi tengah dan kaki hampir menyiku.
23. Tenang dan bacalah doa sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
24. Bangkit dari sujud sambil membaca takbir: Allahu akbar, kemudian duduk iftirasy.
25. Punggung tegak, letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak
Jawaban lanjutan akmal :
BalasHapusاَﻻِسْلَامُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْا فَاِنَّهُ ﻻَيَدْحُلُ الْجَنَّةَ اﻻَّ نَظِيْفٌ ٠﴿ﺮﻭﺍﻩ ﺍلبيهقى﴾
Artinya : “Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (HR. Baihaqy)
1.-membaca "BISMILLAHI ROHMANI ROHIM" sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih.
BalasHapus"Allahuma ini as'alukal yumna walbarokata wa'audubika minal suumiwalharkati"
2.-selesai membersihkan tangan terus berkumur kumur sebanyak tiga kali sambil membersihkan gigi.
"Allahuma ainni ala gila watikita bika wakus rotin zikri lakawasabitni pilkauli sabitni pil hayati dunya wapil akhiro"
3.-setelah itu mencuci lubang hidung sebanyak tiga kali.
"allah huma arihni roihataal jannata waanta ani rodin"
4. Selesai itu, sebelum membasuh muka terlebih dahulu berniat.
"Nawaetu robbal hadasil asgoti pardo lillahi taala"
5.setelah itu membasuh muka sebanyak tiga kali itu merupakan sunnah nabi. Dari mulai tmbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu dan dari telinga kanan ke telinga kiri.
"Allahumma bayyid wajhi binurika yaumatab yaduhujuhu Aulia Ika wala tusawij wajhi biduluma Tika yaumatas yaduhu a'daika"
6. Setelah itu lalu membasuh tangan kanan, karena itu merupakan sunah rosul dengan mendahulukan tangan kanan sebanyak tiga kali, tetapi jangan di kucurkan dengan air.
"Allahumma atini kitabi biyamini qahasibni bisa bayasiro"
7. Setelah itu membasuh tangan kiri sebanyak tiga kali.
"Allahumma latu'tini kitabi bisimalai aomiwaroihdohri"
8. Selanjutnya mengusap sekagian rambut kepala tiga kali.
"Allahumma gosinni birohmatika waanjil alaia mimbarokatika waadilani tahta dilli arsika yaumala dila illa dilluka"
9. Setelah itu menbasuh telinga kanan sebanyak tiga kali.
"Allahummaj alni minal lazinna yastabiunna kaula payaa tabiunna ahsanah"
10. Membasuh telinga kiri tiga kali.
"Allahummas mi'ni munadial jannata waanta ani rodin"
11. Membasuh kaki kanan
"Allahumma sabi t kodamayaala sirotin mustakim maakdamil ibadikasolihin"
12. Membasuh kaki kiri tiga kali.
"Allahumma ini ala tila wati kita bika wakus rotin jikri lakawasabiti
Nama : Yanda Suhandani
BalasHapusNPM : 17110045
Prodi : Hukum Ekonomi Syariah
Jawaban no. 1
1. Niat dalam hati dan sunnah untuk dilafadwzkan. Niat, ketika membasuh muka. Lafadz niat wudhu :
نَوَيْت اْلوُضُوْءَلِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلَا صْغَرِفَرْضًا ِللهِ تَعَا لَي
"Nawaitul Wudluu a Liraf'il Hadastil Ashghari Fardlan Lillahita'ala"
Artinya : "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah"
2. Membasuh Muka; Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri)
3. Membasuh Tangan; Membasuh tangan kanan dan tangan kiri sampai siku
4. Mengusap Kepala; Mengusap sebagian rambut kepala
5. Membasuh Kaki; Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki
6. Tertib (berurutan), artinya mendahulukan mana yang harus dahulu dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan
Bacaan Niat Wudhu
Bacaan Niat Wudhu
Nawaitul wudhu a liraf'il hada tsil ashghari fardhal lillaahi ta'aala.
Arti / Terjemahan dalam Bahasa Indonesia
Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta'ala .
Doa Setelah Wudhu
Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan'abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min 'ibadatishalihin .
Doa Sesudah Wudhu Terjemahan
Artinya :
Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.
Jawaban no 03
BalasHapusFitri fathonah
يا أيها الذين أمنوا إذا قمتم إلى الصلاة فاغسلوا وجوهكم وأيديكم إلى المرافق وامسحوا بsرءوسكم وأرجلكم إلى الكعبين وإن كنتم جنبا فاطهروا (الماءدة: 6)
“Hai orang-orang yang beriman, bila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapuhlah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah. (Q.S al-Maidah: 6
Fitri fathonah
يغشيكم النعاس أمنة منه وينزل عليكم من السماء ماء ليطهركم به
(الأنفال: 11)
“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dari hujan itu.” (Q.S anfal ayat 11 )
Fitri fathonah
عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ
”An sa’dibni abi waqqasin ’an abihi ’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wasallama innallaha tayyibun yuhibbuttayyiba nadifun yuhibbunnadifa karimun yuhibbulkarama jawadun yuhibbuljawada fanaddifu afnaitakum”.
Artinya : ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi)
NNama :Fitrifathonah
BalasHapusProdi :muammalah
NPM:17110010
Jawaban no 1
1.memulai dengan bacaan basmalah
Fitri fathonah
Niat,niat dihadirhkan atau di ucapkan dalam hati ketika membasuh muka yang pertama, ada pun bacaan niatnya adalah
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى
artinya "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardlu karena allah taala" kalau tidak bisa dengan bahasa arab maka boleh artinya yang di baca
-Membasuh muka 3 kali sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ
وُجُوْهٌ
Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah
dan hitamnya wajah-wajah
-Membasuh kedua tangan sampai siku-sikunya 3kali sambil membaca doa
Doa membasuh tangan kanan
اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً
يَسِيْرًا
Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro
Artinya: Ya Allah berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan
hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.
Doa membasuh tangan kiri
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ
ظَهْرِىْ
Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro,i dzohri
Artinya: Ya Allah janganlah beri kepadaku kitab amalanku dari sebelah
kiri atau dari sebelah belakang.
- Menyapu Sebagian rambut kepala sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari.
Artinya: Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku daripada
neraka.
-menyapu kedua telinga 3kali sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
Artinya: Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengar
ucapan yang baik dan mengikuti sesuatu yang terbaik
-Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki 3 kali sambil membaca doa
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ
اْلاَقْدَامِ
Allohumma Tsabbit Qodami 'Alaa Syirothika yauma tazillul Aqdam
Artinya: Ya Allah, tetapkan kedua kakiku di atas titian shirothol
mustaqim pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir.
Dan setelah berwudhu selesai membaca do’a:
اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّالله وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَ الرَّسُولُ الله اَللهُمَّ جْعَلْنِى مِنَ التَّوَّبِيْنَ وَجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِرِ يْنْ وَجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّلِحِيْنْ
“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”
Artinya :
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.”
Jawaban no 2
BalasHapusFitrifathonah
tata cara sholat khusyu yang baik dan benar menurut tuntunan sifat shalat Rasulullah SAW , beruikut adalah tuntunan tata cara sifat shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW;
1. Menyempurnakan wudlu
Seseorang yang yang hendak melakukan shalat hendaknya berwudlu
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melakukan shalat, maka cucilah muka kalian, kedua tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian, dan (cucilah) kedua kaki kalian hingga kedua mata kaki…” (Al-Ma’idah: 6).
dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Tidak diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah dari penipuan.” (HR. Muslim ).
Dan sabdanya kepada orang yang tidak betul shalatnya:
“Apabila kamu hendak melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudhu”.
2. Menghadap ke kiblat:
Shalat harus menghadap kiblat sebab tidak sah shalat seseorang jika tidak menghadap kiblat kecuali dalam kondisi tertentu yang telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih.
3. Takbiratul ihram
Yaitu dengan mengangkat ke-dua tangan hingga sejajar dengan pundak sambil mengucap Allahu Akbar lalu mengarahkan pandangan ke tempat sujud.
4. Mengangkat kedua tangan di saat bertak-bir hingga sejajar dengan kedua pundak
atau sejajar kedua telinganya.
5. Meletakkan kedua tangan di atas dada-nya,
Yaitu dengan meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri, atau pada pergelangan tangan kiri, atau pada lengan tangan kiri,
6. Disunnahkan membaca do’a iftiftah:
7. Membaca Surat Al-Fatihah
8. Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik surat-surat pendek Juz amma maupun surat-surat panjang, dan diutamakan bacaan dalam shalat Zhuhur, Ashar dan Isya’ dari surat-surat yang agak panjang, dan pada shalat Shubuh surat-surat yang panjang, sedangkan pada shalat Maghrib surat-surat pendek
9. Ruku` sambil bertakbir dan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pun-dak atau kedua telinga, dengan menjadikan kepala sejajar dengan punggung dan meletakkan kedua tangan pada kedua lutut dengan jari-jari terbuka sambil thuma’ninah di saat ruku`
10. Mengangkat kepala dari ruku’,
sambil mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak atau kedua telinga baik sebagai imam atau shalat sendirian.
11. Sujud sambil bertakbir dengan meletak-kan kedua lutut sebelum kedua tangan, jika hal tersebut memungkinkan. Dan jika tidak, maka men-dahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut, sambil menghadapkan jari-jari kedua telapak kaki dan jari jari kedua telapak tangan ke qiblat, dengan posisi jari-jari telapak tangan rapat. Dan sujud di atas tujuh anggota tubuh, yaitu dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari kedua telapak kaki
Hendaknya (diwaktu sujud) ia memohon kepa-da Tuhannya kebaikan dunia dan akhirat untuk dirinya dan untuk orang lain dari kaum muslimin, baik itu dalam shalat wajib maupun dalam shalat sunnah. Dan (diwaktu sujud) hendaknya mereng-gangkan kedua lengan tangan dari kedua lambung dan perut dari kedua pahanya sambil mengangkat kedua hasta/lengah tangannya dari tanah, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
12. Mengangkat kepala sambil bertakbir,
bertumpu pada kaki kiri dan mendudukinya, sedang-kan kaki kanan ditegakkan, meletakkan kedua tangan di atas ujung kedua paha dan kedua lutut
Hendaknya thuma’ninah (berhenti sebentar) di waktu duduk, hingga setiap persendian benar-benar berada pada posisinya, sebagaimana di saat ia berdiri i`tidal sebelum ruku`, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanjangkan (waktu) i`tidalnya sesudah ruku` dan ketika duduk di antara dua sujud.
13. Sujud yang kedua sambil bertakbir,
14.takhiat akhir
15.salam
Fitrifathonah
BalasHapusSaya memilih dalil Alquran Q. S al-Maidah ayat 6 karna kebersihan dan kesucian itu sangat di utamakan dalam islam karena dalam islam ada kewajiban/ibadah yang tidak bisa di tinggalkan yaitu SOLAT...
Karna segala aktivitas atau kehidupan islam tergantung solatnya., jika solatnya baik maka hidupnya juga akan jauh dari keburukan berbuat dosa.. Jadi solat itu mencakup semua kehidupan dan perilaku setiap undividu..
Jadi Q. S al-Maidah ayat 6 ini petunjuk sebelum mengerjakan solat harus suci dan bersih denga cara berwudu
Fitrifathonah
Dan saya memilih hadis tersebut karna Allah swt sangat menyukai kebersihan dan kesucian setiap individu..
Baik itu kebersihan dan kesucian lingkungan maupun kebersihan hati..
NAMA : MEGA SRI ALI HASAN
BalasHapusNPM :17110013
PRODI: HES A
UTS : fiqih ibadah
1). Tata cara berwudhu yang di contohkan Nabi saw.
1. Membasuh kedua telapak tangan 3 kali dengan membaca bismillahirrahmaanirrohiim
2. Berkumur-kumur sebanyak 3 kali dengan membaca do'a "allahumma a innii' ala dzikrika wasyukrika wa husni ibadatika".
3. Niat "nawaitul wudhuua lirof'il hadatsil asghori fardhollillaahi ta'ala"
4. Membasuh muka, " nawaitul wudhuua lirof'il hadatsi fardhollillaahi ta'ala" . Kemudian membaca" allahumma bayyid wajhi yaumattabyadu wujuuhu watashodu wujuu"
5. Membasuh kedua tangan
A. Tangan kanan:"allahumma atini kitabi biyaminni wa hasibni hisaba yasiro".
B. Tangan kiri:"allahumma lata'tini kitaabi bitsimali walamni waraaiddhohri".
6. Mengusap rambut:" Allahumma harim syahri wabasyari 'alannar."
7. Membasuh 2 telinga:"allaahummaj alni minalladziina yastami'una kaula payatabi'una ahsanahu".
8. Membasuh 2 kaki sampai mata kaki
A. Kaki kanan:"allahumma tsabit qodamiya 'ala shiroti yawma tutsabitu fihi aqdama ibadikassholihiin".
B. Kaki kiri:" allaahumma tajilu qidamya wala siroti finnari yauma tajilu fiihi akdamun munafikiin walmusyrikiin".
9. Membaca do'a setelah wudhuu "asyhadu'ala ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warusuluhu allahummaj'alni minattawwabiina waj'alni minal mutathoohirina waj'alni min' ibadikassholihin".
10. Tertib
2). Tata cara sholat:
A. Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat.
B. Lalu mebgangkat kedua belah serta membaca Allaahu akbar.
C. Setelah takbiratul ihram kedua tangannya di sedekapkan pada dada. Kemudian membaca iftitah.
D. Membaca surah al-fatihah.
E. Membaca surah-surah pendek.
F. Ruku.
G. I'tidal.
H. Sujud.
I. Duduk antara dua sujud.
J. Sujud ke dua.
K. Duduk tasyahud awal
L. Membaca sholawat pada tasyahud awal.
M.Duduk tashyahud akhir
N. Membaca sholawat pada tasyahud akhir.
O. Mengucapkan salam.
3).- Wa tsiyaabaka fathohhir. (Al-mudatsir:4)
Artinya "dan pakaianmu bersihkanlah"
-waidz ja'alnaal baita matsaabata matsaabatallinnaasi wa amnan wattahidzuu minmaqoomi ibrahiima mushollan wa'ahidnaa ila ibraahiima wa isma'ila anthohhiraa baitiya litthooifiina wal'akifiina warruk'i ssujuudi. (Al-baqarah:125).
Artinya "dan ingatlah ketika kami menjadikan rumah itu (baitullah)tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam ibrahiim tempat sholat. Dan telah kami perintahkan kpada ibrahiim dan isma'il"bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thowaf, yang i'tikaf, yang ruku', dan yang sujud".
Haditsnya:"annadhofatul minal iman"
Artinya "kebersihan itu sebagian dari iman".
Saya memilih ayat dan hadits di atas karena dalil di atas sangat berkaitan dengan kesucian dan kebersihan. Allah swt. memerintahkan untuk membersihkan pakaian, mengapa allah mmerintahkan membersihkan pakaian karena itu merupakan sebagian dari ibadah dan untuk meningkatkan keimanan kita. Mengapa kebersihan sebagian dari ibadah karena kebersihan merupakan salah satu syarat sah sholat yaitu bersih seluruh anggota badan, pakaian dan tempatnya.
2. 1. Niat
BalasHapus2. Takbirotul ihrom
3. Ngadeg
4. Maca patihah
5. Maca surat pendek
6. Ruku
7. I'tida
8. Tumaninah Dina itidal
8. Sujud
9. Calik antara dua sujud
10.tasahud awal
11. Tasahud akhir
12. Salam
Nama rosita
Prodi muamalah a
Npm 190019
Bapak anu kahiji anu abi anu terpisah sareng anu terakhir ngirimna
NAMA :Lusi Hermawa
BalasHapusPRODI :Mu'amalah_A
MATKUL:Fiqih ibadah
NPM. :17110012
Cara berwudhu yang di contohkan oleh Rasulullah saw sbb :
- Niat
"Nawaitul wudhuu'a liraf'ill hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa"
- Mencuci Tangan Sebanyak Tiga kali
"Allhamdulillahiladzi ja’alal ma’a tohuro.”
- Berkumur
"Allahumma aini 'aladzikrika wasukrika wahusni 'ibadatika”.
- Membasuh Muka
Allahuma bayidh wajhi yaumatabyaht wujudhu wataswadu wujdhu.”
- Membasuh Kedua Tangan
a.Tangan kanan
Allahumma a’tini kitabiy biyamiyni wahasibni hisaban yasiyron.”
b.Tangan Kiri
Allahumma latu’tini kitabi bisimali wala minwaro’i dzohriy.”
- Membasuh kedua telinga
Allahuma arihniy roihata janat.
- Membasuh rambut
Allahumma harim sa’riy wabasariy a’la nnari.”
- Membasuh Kedua telinga
Allahummajalni minaladziyna yastami’uwnal qowla fayatabi’uwna ahnashu.”
- Membasuh kedua kaki
a.Kaki kanan
Allahumma tsabit qodamiya a’lasiroti yawma tusabitu fihi aqdama 'ibadika sholihin”
b.Kaki kiri
Allahuma Tajilu qodamia 'ala sirotifinari yawmatajilu Fihi akdami munafikiyn wamusyrikiyni.”
Do'a Sesudah Wudhu
Ashaduanla ilahaillallah Waashaduanna muhammadan Abduhu Warosuluhu, Allahummaj'alni mina tawabina waj'alni minal mutatohirin waj'alni min 'ibadika Sholihin".
TATACARA SHOLAT
a. Menyempurnakan
b. Menghadap kiblat
c. takbiratulihram
d. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri
e.Membaca Ta'Udz
f.membaca Alfatihah
g.membaca surah
h.Rukuk
i.i'tidal
j.sujud
k.duduk diantara dua sujud
l.sujud kedua
m.duduk tasyahud awal
n.tasyahud akhir
o.membaca salam
Dalil tentang Kesucian Dan kebersihan sbb:
a. "Innallaha Yuhibbut-Tawabiina wayuhibbul mutatahiriin"
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
b." Wasiyaabaka Fatoharwarijza Fahzur"
Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5)
c. "annadhofatu minal iiman".
Artinya: Kebersihan itu swbagian dari iman
- Argumrntasi Hadis Di atas:
Allah sangat Mencintai orang yang bertaubat dan sukar mensucikan diri Oleh karena itu kita harus senantiasa Mengamalkan Dalil yang telah tercantum sesuai dengan Q.s Al-Baqarah:222 .
- Kita harus senantiasa membersihkan pakaian Karena sesungguhnya Kebersihan itu sebagian dari iman.
Al baqarah ayat 222 dan 282 dan al maidah ayat 06 di ayat tersebut menerangkan bahwa allah menyukai orang orang yang bersih.
BalasHapus"Kebersihan itu sebagian dari pada Imam"
Nama rosita
Prodi muamallah a
Npm 170019
NAMA : MAESAROH
BalasHapusNOMBER 1.
Berikut ini urutan-urutan langkah atau tata cara melakukan wudhu
1. Mencuci / membasuh kedua telapak tangan tiga kali sambil membaca basmalah.
"Bismilaahir rahmanir rahiim"
2. Membersihkan mulut dan lubang hidung, masing-masing sebanyak tiga kali.
3. Membasuh muka sebanyak tiga kali sambil mengucapkan doa niat wudhu.
Bacaan Doa Niat Wudhu
“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”
Arti Doa Niat Wudhu
“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata.”
4. Mencuci / membersihkan tangan kanan dan kiri, mulai dari ujung jari hingga pangkal / batas siku, masing-masing sebanyak tiga kali.
5. Mengusap kepala mulai dari dahi hingga batas rambut bagian atas sebanyak tiga kali.
6. Menyapu / membersihkan kedua telinga mulai bagian daun telinga bawah dan menuju bagian atas, sebanyak tiga kali.
7. Mencuci / membersihkan kaki kanan dan kiri, mulai dari ujung jari merata hingga mata kaki, masing-masing sebanyak tiga kali.
8. Membaca doa setelah wudhu.
Bacaan Doa Setelah Wudhu
“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”
NOMOR 2
HapusNIAT
TAKBIROTUL IKHRAM
ALFATIHAH
BACA SURAT
RUKU
ITIDAL
SUJUD
DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD
TASAHUD AWAL
TASAHUD AKHIR
SALAM
DOA
NOMOR 3
Hapus1. Membaca Hadis Tentang Kebersihan.
Agar kemampuan membaca siswa dapat meningkat dan lebih merata dalam satu kelas, maka dalam kegiatan membaca hadits ini dilakukan dengan metode tutor sebaya dengan tata cara sebagai berikut :
Hadits 1
image
Artinya : “Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”
DALIL QURAN
Hapusإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222). وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ .وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ Artinya:“Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”(QS. Al-Muddasir :4-5) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah : 6)
a. membasuh telapak tangan dengan membaca a'udzubillahiminassyaithonirrozim bismillahirrohmanirrohim
BalasHapusb.berkumur- kumur:allahumma inni aladzikrika wasukrika wahusni inadatika
b.niat:nawaetul wudu'a liraf'il hadasil asgori fardhol lillahi ta'ala
b.membasuh wajah:allahuma bayyit wajhi tabyadu wujuhu wataswadu wujuhu
c.membasuh kedua tangan sampai siku :allahuma 'atini kitabi biyamini wa'asibni hisaba yasiro(tangan kanan),allahuma latuhtini kitabi bisamili walami waro 'idohri(tangan kiri)
c.mengusap rambut:allahuma harim sahri wabasari alannar
d.membasuh telinga:allahumma ja'alniy minalladziina yastami'una qoula fayatabi'una ahsanahu
e.membasuh kedua kaki sampai mata kakinya: allahumma sabit qodamaya a'lasiroti yauma tutsabbitu piihi akdam ibadikasolihin(kanan),allahumma tajilu qidamiya wala siroti pinnari yauma tajilu poihi akdamun munafikin walmusrikin
f.trtib
2)tata cara solat yang dicontohkan oleh nabi SAW antara lain:
a.niat
b.takbiratulihram
c.berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika solat fardhu .boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit
d.
membaca surah alfatihah pada tiap rakaat
e.ruku dengan tumaninah
f.i'tidal dengan tumaninah
g.sujud dua kali dengan tumaninah
h.duduk diantara dua sujud dengan tumaninah
i.duduk tasyahud akhir dengan tumaninah
j.membaca tastahud akhir
k.membaca solawat kepada nabi muhammad SAW ketika tasyahud akhir
l.membaca salam
m.tartib
3)-QS.al-anfal:11:ingatlah ketika allahmenjadikan kamumengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya ,dan allah menurunkan kpdamu hujan dari langot untuk mensucikan kamu dari hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan setan2 dan untuk memguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kakimu
-al-hazz:6: yang demikian itu, karena sesungguhnya allah dialah yg hak dan sesungguhnya dialah yng mnghidupkan segala yng mati dan sesungguhnya allah maha atas segala sesuatu.
hadis:anadopatul minal iman
artinya:kebersihan sebagian dari iman.
argumentasi:saya memilih ayat dan hadis di atas karena hadis dan ayat di atas sangat berkaitan dengan keauciannya dan karena suci adalah sarat sahnya ibadah yairu solat..
nama:bintang sri ali
priodi :muamalah A
NPM:17110003
3. A. Hadis dan al-qur'an mengenai kesucian dan kebersihan yaitu :
BalasHapusa.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisaa : 43)
b. surat al-Taubah: 28,
“Innama al-musyrikuna najasun falayaqraub al-masjidal haram ba’da amihim hadza..”
Artinya :" sebaliknya orang beriman adalah suci jiwanya dengan aqidah yang benar."
c. "Sesungguhnya Allah swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dan jangan meniru orang-orang Yahudi.” (HR. Tirmizi).
B. Alasan memilih dari al-qur'an dan hadis ini yaitu bahwa pada dasarnya Allah sangat mencintai hambanya yang suci dan bersih, maka dari itu kita selaku hambanya harus senantiasa dalam keadaan bersih dan suci agar senantiasa selalu mendapatkan keridhoan serta keberkahan dan mendapatkan cinta dari Allah SWT.
Nama : Rosita
BalasHapusPodi : Muamalah-A
NPM : 17110019
LANJUTAN.......
- kemudian membasuh telinga kanan yaitu dengan memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga dan ibu jari dibagian luar telinga.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Miqdad bin Ma’diyakrib: “Sesungguhnya Nabi saw. menyapu kepala dan bagian luar dalam kedua telinganya serta beliau memasukkan kedua telunjuk ke dalam lubang kedua telinganya." do'anya:
"Allohummaj'alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu"
- kemudian mengusap telinga sebelah kiri sebelah luar dengan ibu jari dan sebelah dalam dengan telunjuk. do'anya:
"Allahummas'mini munadial jannati waanta anni rodin"
- Membasuh kaki kanan sebanyak 3 kali, dari ujung jari ke mata kaki. Dengan cara mencuci mata kaki dan menyela-nyela jari jemari kaki. Pada saat mencuci kedua kaki, wajib menyertakan kedua mata kakinya, sebagaimana firman Allah SWT:“Dan (basuhlah) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki” (QS. 5: 6). do'anya:
"Allohumma Tsabbit Qodamayya 'Alaas Syirothi yauma tutsabbitu fiihi Aqdama 'ibaadikas shoolihiin"
- Membasuh kaki kiri sebanyak 3 kali, dari ujung jari ke mata kaki. Dengan cara mencuci mata kaki dan menyela-nyela jari jemari kaki. do'anya:
"Allohumma laa tazillu Qodamayya 'Alaa Syirothi fin naar yauma tazillu fiihi Aqdamul munaafiqiina wal musyrikiina".
- kemudian tertib. Dan disunnahkan juga dalam wudhu melakukannya tiga kali-tiga kali, berdasarkan hadits Ali r.a.:“Sesungguhnya Nabi saw. berwudhu tiga kali-tiga kali”.
- do'a setelah wudhu:
"Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan 'abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj 'alni minattawwabiina waja'alni minal mutathohhiriin".
1. membaca بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
BalasHapus2. membasuh dua pergelangan tangan
Allohummahfidz Yadayya Min Ma'asyika Kulliha
Artinya:
"Ya Allah, peliharalah kedua tanganku daripada melakukan maksiat kepadaMu."
3. membasuh hidung:
"Allohumma Arihni Roihatal Jannati wa anta annii rodliin"
Artinya:
"Ya Allah, berilah aku penciuman menghirup wangi surga, dan Engaku meridloiku."
4. Berkumur-kumur dan istinsyaq (menghirup air kedalam hidung) dengan telapak tangan kanan lalu istintsar (menyemburkan air keluar) dengan tangan kiri (lihat gambar). Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali.
"Allohumma a'inni 'Ala tila watikita bika wakus rotin jikri laka wasabitni pil kauli sabiti pil hayati dunya wapil akhiroh"
Doa ketika membasuh hidung:
5. niat
"nawaetu robal hadasil asgori pardu lillahi ta'ala"
6. Membasuh muka sebanyak 3 kali. Batasan muka adalah dari telinga satu ke telinga yang lain dan dari batasan tumbuhnya rambut kepada diatas kening atau dahi hingga dagu.
"Allohumma bayyid wajhi bidulumatika yaumatab yaduhuju huaulia ika wala tusawijwajhi bidulumatika yaumatas yaduhujuhu a'daika"
______
2.- BERDIRI
BalasHapusTuntunan shalat lengkap serta dalil - dalilnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu ataupun sunnah berdiri hal ini karena menyanggupi perintah Allah pada QS. Al Baqarah : 238. Apabila bepergian, beliau melakukan sholat sunnah di atas kendaraannya. Beliau mengajarkan kepada umatnya supaya melakukan sholat khauf melalui berjalan kaki ataupun berkendaraan.
-MENGHADAP KA’BAH
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berdiri bagi sholat fardhu ataupun sholat sunnah, beliau menghadap Ka’bah. Beliau memerintahkan berbuat demikian seperti sabdanya untuk orang yang sholatnya salah:
“Apabila engkau berdiri bagi sholat, sempurnakanlah wudhu’mu, maka menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah.”(HR. Bukhari, Muslim dan Siraj).
-MENGHADAP SUTRAH
Sutrah (pembatas yang berposisi pada hadapan orang sholat) di dalam sholat menjadi keharusan imam dan orang yang sholat sendirian, sekalipun dalam masjid luas, demikian pendapat Ibnu Hani’ di dalam Kitab Masa’il, dari Imam Ahmad.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Bila dia tetap memaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia lantaran dia ditemani oleh setan.”(HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)).
- NIAT
Niat berarti menyengaja bagi sholat, menghambakan diri kepada Allah Ta’ala semata, beserta menguatkannya di dalam hati.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seluruh amal tergantung pada niatnya dan tiap orang maka akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan niatnya.”(HR. Bukhari, Muslim dan lain-lain. Baca Al Irwa’, hadits no. 22).
Nama : ROSITA
BalasHapusPRODI : MUAMALAH-A
NPM : 17110019
lanjutan.........
- TAKBIRATUL IHRAM
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memulai sholatnya melalui takbiratul ihrom yaitu mengucapkan Allahu Akbar (allahuakbar.gif) pada permulaan sholat dan beliau juga pernah memerintahkan semacam itu pada orang yang sholatnya salah. Beliau bersabda pada orang tersebut:
“Sesungguhnya sholat seseorang tidak sempurna sebelum dia berwudhu’ dan melakukan wudhu’ sesuai ketentuannya, lalu ia mengucapkan Allahu Akbar.”(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Thabrani dengan sanad shahih).
- Takbirotul ihrom diucapkan dengan lisan
Muhammad Ibnu Rusyd berkata, “Adapun seseorang yang membaca di dalam hati, tanpa menggerakkan lidahnya, maka perihal itu tidak dianggap dengan membaca. Dikarenakan yang dianggap dengan membaca ialah dengan melafadzkannya pada mulut.”
- MENGANGKAT KEDUA TANGAN
Disunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu sewaktu bertakbir dengan merapatkan jari-jemari tangannya,
berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu apabila akan memulai sholat, tiap kali bertakbir bagi ruku’ dan tiap kali bangkit dari ruku’nya.”(Muttafaqun ‘alaihi).
- BERSEDEKAP
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap). Beliau bersabda:
“Kami, para nabi diperintahkan untuk lekas berbuka dan mengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) waktu melaksakan sholat.”(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dan Adh Dhiya’ dengan sanad shahih).
- Meletakkan atau menggenggam
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya.
-Bersedekap pada dada
Menyedekapkan tangan pada dada merupakan perbuatan yang betul berlandaskan sunnah berdasarkan hadits:
“Beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya.”(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Ahmad dari Wail bin Hujur).
- MEMANDANG TEMPAT SUJUD
Pada ketika mengerjakan sholat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke daerah sujud.
- Pantangan menengadah ke langit
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang keras menengadah ke langit (sewaktu sholat).
NAMA : Rosita
BalasHapusPRODI : MUAMALAH-A
NPM : 17110019
LANJUTAN...
- MEMBACA DO’A IFTITAH
Doa iftitah yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beraneka ragam. Pada doa istiftah itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan pujian, sanjungan dan kalimat keagungan bagi Allah.
- MEMBACA TA’AWWUDZ
Membaca doa ta’awwudz ialah disunnahkan pada tiap raka’at, sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Bila kamu membaca al Qur-an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (An Nahl : 98).
- MEMBACA AL FATIHAH
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
“Tidak dianggap sholat (tidak sah sholatnya) kepada orang yang tidak membaca Al-Fatihah”(Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Jama’ah: yaitu Al-Imam Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i dan Ibnu Majah).
- MEMBACA AMIN
Dari Abu hurairah, dia berkata: “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bila sudah membaca surat Ummul Kitab (Al-Fatihah) mengeraskan suaranya serta membaca amin.”(Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ad-Daraquthni dan Ibnu Majah)
- BACAAN SURAT SESUDAH AL FATIHAH
- RUKU’
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudah selesai membaca surat dari Al-Qur-an lalu berhenti sejenak, terus mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir semacam waktu takbiratul ihrom (setentang bahu atau daun telinga) kemudian rukuk (merundukkan badan kedepan dipatahkan pada pinggang, dengan punggung serta kepala lurus sejajar lantai).
- Tata cara Ruku’
> Apabila Rasulullah ruku’ maka beliau meletakkan telapak tangannya kepada lututnya, demikian beliau pula memerintahkan kepada para shahabatnya.
> Menekankan tangannya pada lututnya.
> Merenggangkan jari-jemarinya.
> Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya.
> Antara kepala dan punggung lurus, kepala tidak mendongak tidak pula menunduk akan tetapi tengah-tengah antara kedua kondisi tersebut.
> Thuma-ninah/Bersikap Tenang
> Memperlama Ruku’
NAMA : Rosita
BalasHapusPRODI : MUAMALAH-A
NPM : 17110019
lanjutan....
- I’TIDAL DARI RUKU’
- Thuma-ninah dan Memperlama Dalam I’tidal
- SUJUD
Sujud dilaksanakan sesudah i’tidal thuma-ninah dan jawab tasmi’ (Rabbana Lakal Hamd…hingga seterusnya).
Panduan Sujud
> Bersujud pada 7 anggota badan, yakni jidat/kening/dahi dan hidung , 2 telapak tangan , 2 lutut dan 2 ujung kaki
> Diperbuat dengan menekan
> Kedua lengan/siku tidak ditempelkan di lantai, akan tetapi diangkat serta dijauhkan dari sisi rusuk/lambung.
> Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha
> Merapatkan jari-jemari
> Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara 2 tumit
> Thuma-ninah dan sujud dengan lama
- BANGUN DARI SUJUD PERTAMA
Sesudah sujud pertama -dimana pada tiap roka’at ada 2 sujud- maka kemudian bangun untuk melakukan duduk diantara 2 sujud. Pada bangun dari sujud ini diikutsertakan dengan takbir dan kadang mengangkat tangan.
- DUDUK ANTARA 2 SUJUD
Duduk ini dilaksanakan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, dalam roka’at pertama hingga terakhir. Ada 2 bentuk tipe duduk antara 2 sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan)dan duduk iq’ak (duduk dengan menegakkan kedua telapak kaki dan duduk diatas tumit).
- Thuma-ninah
- DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR
Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat
Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir
Waktu tasyahhud awwal duduknya iftirasy (duduk diatas telapak kaki kiri, sedang pada tasyahhud akhir duduknya tawaruk (duduk dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diatas lantai),pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan.
Letak tangan ketika duduk
Untuk kedua cara duduk tersebut tangan kanan ditaruh di paha kanan sambil berisyarat dan/atau menggerak-gerakkan jari telunjuk dan penglihatan ditujukan kepadanya, sedang tangan kirinya ditaruh/terhampar di paha kiri.
- SALAM
Salam selaku tanda berakhirnya gerakan sholat, dikerjakan pada posisi duduk tasyahhud akhir sehabis membaca do’a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do’a lainnya.
NAMA : Rosita
BalasHapusPRODI : MUAMALAH-A
NPM : 17110019
3. - QS. AL BAQARAH : 222
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
Mengapa saya mengambil ayat tersebut karena ayat tersebut jelas memberikan pengetahuan kepada kita untuk bersuci agar allah menyukai kita, orang yang menyukai kesucian.
- QS. AL-MAIDAH : 06
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah :6)
alasan saya memilih ayat tersebut karena ayat tersebut sangatlah lengkap dalam memberikan ilmu agar kita melakukan hadas dengan cara berwudhu dan kita harus menjaga kebersihan tubuh agar tubuh kita jauh dari najis.
- hadist 1
Artinya : “Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)
alasan saya memilih hadist tersebut ialah Kebersihan, kesucian, dan keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Jika kita melakukan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT, tentu mendapatkan nilai di hadapan-Nya, yakni berpahala. Dengan kata lain, Kotor, jorok, sampah berserakan, lingkungan yang semrawut dan tidak indah itu tidak disukai oleh Allah SWT. Sebagai hamba yang taat, tentu kita terdorong untuk melakukan hal-hal yang disukai oleh Allah SWT.Untuk mewujudkan kebersihan dan keindahan tersebut dapat dimulai dari diri kita sendiri, di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di lingkungan sekolah.
- hadis 2
"atthuhuru satrul iman"
“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834)
Hadits ini memiliki perbedaan makna dengan, “Kebersihan sebagian dari iman.” Seorang manusia bisa bersih dengan mandi, menggunakan pakaian baru, dan lain-lain. Namun itu semua hanya bersih, bukan suci. Oleh karena itu kebersihan bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk orang kafir. Sedangkan kesucian, hanyalah milik muslim, karena mereka wudhu, mandi wajib, dan tayammum, oleh karena itu wajar jika kesucian adalah bagian dari iman. Sedangkan, kebersihan belum tentu bagian dari iman, karena orang kafir juga bisa bersih-bersih.
Ruhaedin soleh
BalasHapusMuamalah a
Dalam al quran d sebutkan فاغسلواوجوهكم وايديكم ال المرافق وامسحوابراسكم وارجلكم ال الكعبين
Yang artinya basuhlah wajah mu ,danbkedua tanganmu sampai siku mu,dan usaplah sedikit rambut,dan basuh lah kaki mu sampai kedua mata kaki,,dalam ayat tersebut menggunakan harap atap yang artinya harus berurutan ,,dalam hadis rosul inamal amalmu bin niat sehingga dapat di simpulkan niat,membasuh wajah,kedua tangan sampai siku,mengusap rambut,membasuh kaki sampai mata kaki terahir tertib
2niat,membaca fatihah,ruku dan tumaninah,itidal dan tumaninah,sujud dan tumaninah,duduk d antara dua sujud beserta tumaninah,duduk tasahud ahir,membaca tashud ahir,membaca solawat,membaca salam,niat keluar solat dan terahir tertib
3)فاذاتطهرن فاتوهن من حيث امركم الله
وثيابك فطهر
anadopatu minal imanRuhaedin soleh
Muamalah a
Dalam al quran d sebutkan فاغسلواوجوهكم وايديكم ال المرافق وامسحوابراسكم وارجلكم ال الكعبين
Yang artinya basuhlah wajah mu ,danbkedua tanganmu sampai siku mu,dan usaplah sedikit rambut,dan basuh lah kaki mu sampai kedua mata kaki,,dalam ayat tersebut menggunakan harap atap yang artinya harus berurutan ,,dalam hadis rosul inamal amalmu bin niat sehingga dapat di simpulkan niat,membasuh wajah,kedua tangan sampai siku,mengusap rambut,membasuh kaki sampai mata kaki terahir tertib
2niat,membaca fatihah,ruku dan tumaninah,itidal dan tumaninah,sujud dan tumaninah,duduk d antara dua sujud beserta tumaninah,duduk tasahud ahir,membaca tashud ahir,membaca solawat,membaca salam,niat keluar solat dan terahir tertib
3)فاذاتطهرن فاتوهن من حيث امركم الله
وثيابك فطهر
anadopatu minal imanRuhaedin soleh
Muamalah a
Dalam al quran d sebutkan فاغسلواوجوهكم وايديكم ال المرافق وامسحوابراسكم وارجلكم ال الكعبين
Yang artinya basuhlah wajah mu ,danbkedua tanganmu sampai siku mu,dan usaplah sedikit rambut,dan basuh lah kaki mu sampai kedua mata kaki,,dalam ayat tersebut menggunakan harap atap yang artinya harus berurutan ,,dalam hadis rosul inamal amalmu bin niat sehingga dapat di simpulkan niat,membasuh wajah,kedua tangan sampai siku,mengusap rambut,membasuh kaki sampai mata kaki terahir tertib
2niat,membaca fatihah,ruku dan tumaninah,itidal dan tumaninah,sujud dan tumaninah,duduk d antara dua sujud beserta tumaninah,duduk tasahud ahir,membaca tashud ahir,membaca solawat,membaca salam,niat keluar solat dan terahir tertib
3)فاذاتطهرن فاتوهن من حيث امركم الله
وثيابك فطهر
anadopatu minal iman